alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Paham Radikalisme Masuk Kampus

Mobile_AP_Rectangle 1

“Selalu lakukan saring sebelum sharing informasi dan aktif mencari informasi lain sebagai pembanding,” ujar Kurnia yang sempat divonis 6 tahun penjara ini. Sementara itu, Brigjen (Pol) Hamli, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menambahkan, masjid kampus dan kegiatan pengajian di kampus dapat menjadi pintu masuk paham radikal kepada mahasiswa.

Oleh karena itu, BNPT giat menggandeng kampus di Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran paham radikal di kalangan mahasiswa. “Kami minta sejak dini kampus memberikan pemahaman terkait agama dan berbagai masalah sosial budaya,” ujar pakar penjinak bom ini.

Selain itu, perlu upaya menumbuhkan rasa nasionalisme kepada mahasiswa. Misalnya di saat penerimaan mahasiswa baru. “Kampus juga diminta aktif membuat regulasi yang jelas di bidang kegiatan kemahasiswaan,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengungkapkan langkah-langkah Universitas Jember dalam menangkal paham radikal di Kampus Tegalboto. “Kami sudah melakukan pemetaan terkait kondisi mahasiswa Unej,” tuturnya.

Hasil temuannya itu menjadi bahan dalam merumuskan materi  pencegahan paham radikalisme yang masuk di mata kuliah umum (MKU). “Kami juga telah memberlakukan pembatasan kegiatan kemahasiswaan hanya hingga jam sepuluh malam agar memudahkan pengawasan,” ungkapnya. (*)

 

- Advertisement -

“Selalu lakukan saring sebelum sharing informasi dan aktif mencari informasi lain sebagai pembanding,” ujar Kurnia yang sempat divonis 6 tahun penjara ini. Sementara itu, Brigjen (Pol) Hamli, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menambahkan, masjid kampus dan kegiatan pengajian di kampus dapat menjadi pintu masuk paham radikal kepada mahasiswa.

Oleh karena itu, BNPT giat menggandeng kampus di Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran paham radikal di kalangan mahasiswa. “Kami minta sejak dini kampus memberikan pemahaman terkait agama dan berbagai masalah sosial budaya,” ujar pakar penjinak bom ini.

Selain itu, perlu upaya menumbuhkan rasa nasionalisme kepada mahasiswa. Misalnya di saat penerimaan mahasiswa baru. “Kampus juga diminta aktif membuat regulasi yang jelas di bidang kegiatan kemahasiswaan,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengungkapkan langkah-langkah Universitas Jember dalam menangkal paham radikal di Kampus Tegalboto. “Kami sudah melakukan pemetaan terkait kondisi mahasiswa Unej,” tuturnya.

Hasil temuannya itu menjadi bahan dalam merumuskan materi  pencegahan paham radikalisme yang masuk di mata kuliah umum (MKU). “Kami juga telah memberlakukan pembatasan kegiatan kemahasiswaan hanya hingga jam sepuluh malam agar memudahkan pengawasan,” ungkapnya. (*)

 

“Selalu lakukan saring sebelum sharing informasi dan aktif mencari informasi lain sebagai pembanding,” ujar Kurnia yang sempat divonis 6 tahun penjara ini. Sementara itu, Brigjen (Pol) Hamli, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menambahkan, masjid kampus dan kegiatan pengajian di kampus dapat menjadi pintu masuk paham radikal kepada mahasiswa.

Oleh karena itu, BNPT giat menggandeng kampus di Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran paham radikal di kalangan mahasiswa. “Kami minta sejak dini kampus memberikan pemahaman terkait agama dan berbagai masalah sosial budaya,” ujar pakar penjinak bom ini.

Selain itu, perlu upaya menumbuhkan rasa nasionalisme kepada mahasiswa. Misalnya di saat penerimaan mahasiswa baru. “Kampus juga diminta aktif membuat regulasi yang jelas di bidang kegiatan kemahasiswaan,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengungkapkan langkah-langkah Universitas Jember dalam menangkal paham radikal di Kampus Tegalboto. “Kami sudah melakukan pemetaan terkait kondisi mahasiswa Unej,” tuturnya.

Hasil temuannya itu menjadi bahan dalam merumuskan materi  pencegahan paham radikalisme yang masuk di mata kuliah umum (MKU). “Kami juga telah memberlakukan pembatasan kegiatan kemahasiswaan hanya hingga jam sepuluh malam agar memudahkan pengawasan,” ungkapnya. (*)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/