Mahasiswa Asing Belajar Batik di Ambulu

KEPINCUT BATIK: Puluhan mahasiswa asing antusias belajar membatik di Rumah Batik Reztiz mBoeloe, di Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu - Jember.

RADARJEMBER.ID – Membatik merupakan pengalaman baru bagi 11 mahasiswa asing. Mereka berasal dari 11 negara dan 12 perguruan. Kebetulan, mereka bertandang ke Universitas Jember sebagai peserta International Cultural Camp (ICC) Ke-5.

IKLAN

Saat mereka mengunjungi Rumah Batik Reztis mBoeloe, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu (23/7), mereka kagum ketika pertama mengenal batik. Mereka mencoba, meski terlihat kaku saat memegang peralatan untuk membatik.

Klaudia Luiza Dudzik, mahasiswa asal Polandia mengaku, kesulitan ketika mewarnai desain batik. Maklum, dia sama sekali tidak pernah melakukan aktivitas batik membatik.

“Wow… amazing. Ternyata batik itu indah. Saya sangat menyukai. Next, saya akan mencoba untuk mengembangkan batik di Polandia,” jelas Klaudia, melalui penerjemahnya.

Diakuinya, di Polandia saat ini terdapat home industry semacam batik. Namun tidak sebagus batik di Indonesia. Khususnya batik dari Kecamatan Ambulu.

Sementara itu Imam Syafii, pemilik rumah batik Reztiz mBoeloe, mengaku senang dikunjungi oleh mahasiswa luar negeri tersebut. Pasalnya selain memproduksi batik, tempat tersebut juga difungsikan sebagai wisata edukasi batik.

“Adalah sebuah kebanggaan bagi bangsa ini bila semakin banyak orang asing menyukai batik. Itu artinya batik sudah go internasional menembus pasar ekspor,” ujar Imam.

Untuk lebih mengenalkan batik Jember selatan, Imam terus melakukan terobosan untuk mempromosikan batik buatannya. Selain melalui media sosial (medsos), ia kerapkali mengikuti pameran di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk di Jakarta.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono