30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Pascaruang Kelas Ambruk, Siswa SDN Gugut 02 Jember Belajar “Nomaden”

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Insiden ambruknya ruang kelas di SDN Gugut 02 Kecamatan Rambipuji, Jember, akhir bulan kemarin, memaksa siswa berpindah-pindah tempat belajar, atau nomaden. Jika awalnya mereka belajar di ruang UKS dan perpustakaan, kini sebagian dari siswa belajar di musala. Sebab, tiga dari enam ruang kelas yang ada sudah tak bisa ditempati lagi karena rusak.

Sebelumnya, Selasa (25/10) lalu, ruang kelas 4 SDN 02 Gugut ambruk. Robohnya satu ruang kelas tersebut berimbas ke dua ruangan lain yang berdiri satu deret. Yakni kelas 6A dan kelas 6B. Dua ruangan itu terpaksa dikosongi. Selain bocor, bagian atap juga mulai retak sehingga membahayakan siswa.

BACA JUGA: Lagi-Lagi, Bangunan Lapuk Sebabkan Ruang Kelas SD Negeri di Jember Ambruk

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya, siswa kelas 4 menempati ruangan UKS. Karena sempit dan pengap, dewan guru dan kepala sekolah memutuskan menggeser mereka ke ruang kelas 3 yang lebih lega. Sedangkan siswa kelas 3 mengalah ke tempat lain lantaran jumlahnya lebih sedikit.

Sementara siswa kelas 6A, yang awalnya menempati perpustakaan sekolah, kini telah berpindah ke ruang kelas lain yang lebih luas. Sedangkan kelas 6B dengan jumlah 28 siswa, menempati musala yang berukuran 3,5 x 3,5 meter atau seukuran ruang tamu.

Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala ini, kondisinya cukup memprihatinkan. Sebab, seusai mengikuti KBM di dalam musala, mereka melanjutkan proses pembelajaran di teras. Terutama bagi siswa laki-laki. “Setelah menerima tugas dari gurunya, siswa langsung belajar sendiri di teras dan halaman musala. Mereka lesehan,” kata Sucipto, Kepala SDN Gugut 02.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Insiden ambruknya ruang kelas di SDN Gugut 02 Kecamatan Rambipuji, Jember, akhir bulan kemarin, memaksa siswa berpindah-pindah tempat belajar, atau nomaden. Jika awalnya mereka belajar di ruang UKS dan perpustakaan, kini sebagian dari siswa belajar di musala. Sebab, tiga dari enam ruang kelas yang ada sudah tak bisa ditempati lagi karena rusak.

Sebelumnya, Selasa (25/10) lalu, ruang kelas 4 SDN 02 Gugut ambruk. Robohnya satu ruang kelas tersebut berimbas ke dua ruangan lain yang berdiri satu deret. Yakni kelas 6A dan kelas 6B. Dua ruangan itu terpaksa dikosongi. Selain bocor, bagian atap juga mulai retak sehingga membahayakan siswa.

BACA JUGA: Lagi-Lagi, Bangunan Lapuk Sebabkan Ruang Kelas SD Negeri di Jember Ambruk

Awalnya, siswa kelas 4 menempati ruangan UKS. Karena sempit dan pengap, dewan guru dan kepala sekolah memutuskan menggeser mereka ke ruang kelas 3 yang lebih lega. Sedangkan siswa kelas 3 mengalah ke tempat lain lantaran jumlahnya lebih sedikit.

Sementara siswa kelas 6A, yang awalnya menempati perpustakaan sekolah, kini telah berpindah ke ruang kelas lain yang lebih luas. Sedangkan kelas 6B dengan jumlah 28 siswa, menempati musala yang berukuran 3,5 x 3,5 meter atau seukuran ruang tamu.

Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala ini, kondisinya cukup memprihatinkan. Sebab, seusai mengikuti KBM di dalam musala, mereka melanjutkan proses pembelajaran di teras. Terutama bagi siswa laki-laki. “Setelah menerima tugas dari gurunya, siswa langsung belajar sendiri di teras dan halaman musala. Mereka lesehan,” kata Sucipto, Kepala SDN Gugut 02.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Insiden ambruknya ruang kelas di SDN Gugut 02 Kecamatan Rambipuji, Jember, akhir bulan kemarin, memaksa siswa berpindah-pindah tempat belajar, atau nomaden. Jika awalnya mereka belajar di ruang UKS dan perpustakaan, kini sebagian dari siswa belajar di musala. Sebab, tiga dari enam ruang kelas yang ada sudah tak bisa ditempati lagi karena rusak.

Sebelumnya, Selasa (25/10) lalu, ruang kelas 4 SDN 02 Gugut ambruk. Robohnya satu ruang kelas tersebut berimbas ke dua ruangan lain yang berdiri satu deret. Yakni kelas 6A dan kelas 6B. Dua ruangan itu terpaksa dikosongi. Selain bocor, bagian atap juga mulai retak sehingga membahayakan siswa.

BACA JUGA: Lagi-Lagi, Bangunan Lapuk Sebabkan Ruang Kelas SD Negeri di Jember Ambruk

Awalnya, siswa kelas 4 menempati ruangan UKS. Karena sempit dan pengap, dewan guru dan kepala sekolah memutuskan menggeser mereka ke ruang kelas 3 yang lebih lega. Sedangkan siswa kelas 3 mengalah ke tempat lain lantaran jumlahnya lebih sedikit.

Sementara siswa kelas 6A, yang awalnya menempati perpustakaan sekolah, kini telah berpindah ke ruang kelas lain yang lebih luas. Sedangkan kelas 6B dengan jumlah 28 siswa, menempati musala yang berukuran 3,5 x 3,5 meter atau seukuran ruang tamu.

Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala ini, kondisinya cukup memprihatinkan. Sebab, seusai mengikuti KBM di dalam musala, mereka melanjutkan proses pembelajaran di teras. Terutama bagi siswa laki-laki. “Setelah menerima tugas dari gurunya, siswa langsung belajar sendiri di teras dan halaman musala. Mereka lesehan,” kata Sucipto, Kepala SDN Gugut 02.

BERITA TERKINI

Atlet Bridge Jember Gacor di Kejurnas

Eksepsi Kades Klatakan Ditolak

Ancaman Resesi Jelang Akhir Tahun

Wajib Dibaca

/