Mahasiswa Baru Harus Periksa Gigi Dulu

MUCHAMMAD AINUL BUDI / RADAR JEMBER PROGRAM WAJIB: Mahasiswa baru di Unej harus memeriksakan giginya, di RS Gigi dan Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi (RSGM FKG) Universitas Jember, mulai hari Kamis (23/8) sampai Sabtu (25/8).

RADARJEMBER.ID – Selain pengenalan kehidupan kampus (PK2), mahasiswa baru atau maba wajib melakukan pemeriksaan gigi. Program ini sudah memasuki tahun kedua.

IKLAN

Program yang jadi inovasi baru dari rektor Unej Moh. Hasan ini digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi (RSGM FKG) Universitas Jember, mulai hari Kamis (23/8) sampai Sabtu besok (25/8). Kegiatan mulai pukul 07.30 hingga siang hari.

Seluruh maba (7.240 mahasiswa) akan diperiksa semua gigi dan mulutnya. Total satu hari, RSGM memeriksa 2.000 maba. “Program ini sudah memasuki tahun kedua. Bila tahun kemarin maba hanya dilihat indeks karies giginya saja. Tahun ini, kita mau lihat macam-macam kariesnya. Sehingga, perlu mendapat perawatan lebih lanjut atau tidak,” ungkap Prof drg Dwi Prijatmoko PhD, direktur RSGM kepada radarjember.id.

Sebelum diperiksa, para maba tersebut harus mengisi formulir terlebih dahulu tentang data pribadi. Dan beberapa kuesioner mengenai perawatan gigi mereka sehari-harinya seperti apa. Serta riwayat giginya.

“Kami ingin lebih detail mengenai pemeriksaan gigi maba. Kalau terdapat lubang gigi. Gigi mana saja yang mengalami lubang. Seberapa dalam lubangnya. Apakah lubang itu masih bisa dirawat atau bahkan harus dicabut,” ujar Prof Dwi, yang juga dosen di FKG Unej ini.

Usai diperiksa oleh dokter muda lulusan FKG yang sedang dalam masa profesi dan dicatat mengenai data odontogram giginya, juga didamping beberapa dokter gigi senior. Maba akan mendapat informasi tambahan mengenai perawatan gigi mereka nantinya.

Prof Dwi menambahkan, RSGM FKG Unej ingin memberi pelayanan lebih bagus kepada mahasiswa. Perlu diketahui, perawatan gigi di luar RSGM harganya bisa mahal. Namun, kalau mahasiswa merawat giginya di RSGM FKG, biayanya bisa menjadi ringan.

“Mudah-mudahan perawatan gigi untuk mahasiswa Unej ini, ke depannya tidak akan kami tarik biaya. Seperti menambal gigi atau cabut gigi. Kecuali memasang gigi palsu,” ungkapnya.

Prof Dwi juga berharap, program seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang. Menurutnya baru Universitas Jember yang menggelar pemeriksaan gigi bagi mahasiswa baru. “Kami usahakan setiap tahun ada. Sebab pelayanan kesehatan gigi untuk maba ini penting. Karena untuk menjaga gigi mereka sehat dan terawat selalu,” tutup Prof Dwi.

Sementara itu, salah seorang maba Fakultas Hukum Yusril Muhammad. Menyambut positif program periksa gigi seperti ini. “Saya jadi tahu, gigi sebelah mana saja yang sudah mau lubang. Agar lebih dirawat lagi nantinya, dan rajin gosok gigi,” ujar maba asal Bogor ini.

Reporter & Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :