alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Kolaboratif

Berharap Hasilkan Data Kemiskinan yang Valid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember telah dilepas di seluruh kecamatan yang ada di Jember dalam agenda KKN kolaboratif, kemarin pagi (23/7) di Alun-alun Jember. Program kerja (Proker) utama yang akan dijalankan ialah pemutakhiran data kemiskinan yang ada di Jember. Dilakukan dengan basis Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK).

Jember Layak Jadi Kota Cerutu

Bupati Jember Hendy Siswanto secara langsung membuka dan memberangkatkan 2.485 mahasiswa KKN kolaboratif. Berasal dari 13 perguruan tinggi swasta dan negeri. Sebanyak 1.658 di antaranya adalah perempuan dan 827 laki-laki. Dia menyampaikan bahwa mereka akan disebar di 248 kelurahan atau desa di 31 kecamatan di Jember. “Akan melakukan pendataan masyarakat miskin di Jember,” ucapnya usai melakukan pelepasan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengabdian akan dilakukan selama 35 hari yang terhitung sejak 23 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Tak berjalan sendiri, dalam menjalankan Proker untuk masyarakat, mereka akan didampingi oleh 114 Dosen Pembimbing Lapang (DPL). Sehingga, mahasiswa bisa mendapatkan pengarahan yang baik dari masing-masing DPL yang telah ditunjuk.

Bupati Hendy siap mendukung penuh adanya KKN kolaboratif. Pihaknya akan memberikan instruksi kepada Camat dan Kades setempat agar bisa membantu kelancaran Proker mahasiswa tersebut. Dia sangat antusias dengan adanya Proker yang turut membantu pemutakhiran data rakyat miskin. Dengan hal itu, diharapkan percepatan pemulihan perekonomian bisa dilakukan dan proses pengentasan kemiskinan bisa tepat sasaran.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember telah dilepas di seluruh kecamatan yang ada di Jember dalam agenda KKN kolaboratif, kemarin pagi (23/7) di Alun-alun Jember. Program kerja (Proker) utama yang akan dijalankan ialah pemutakhiran data kemiskinan yang ada di Jember. Dilakukan dengan basis Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK).

Jember Layak Jadi Kota Cerutu

Bupati Jember Hendy Siswanto secara langsung membuka dan memberangkatkan 2.485 mahasiswa KKN kolaboratif. Berasal dari 13 perguruan tinggi swasta dan negeri. Sebanyak 1.658 di antaranya adalah perempuan dan 827 laki-laki. Dia menyampaikan bahwa mereka akan disebar di 248 kelurahan atau desa di 31 kecamatan di Jember. “Akan melakukan pendataan masyarakat miskin di Jember,” ucapnya usai melakukan pelepasan.

Pengabdian akan dilakukan selama 35 hari yang terhitung sejak 23 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Tak berjalan sendiri, dalam menjalankan Proker untuk masyarakat, mereka akan didampingi oleh 114 Dosen Pembimbing Lapang (DPL). Sehingga, mahasiswa bisa mendapatkan pengarahan yang baik dari masing-masing DPL yang telah ditunjuk.

Bupati Hendy siap mendukung penuh adanya KKN kolaboratif. Pihaknya akan memberikan instruksi kepada Camat dan Kades setempat agar bisa membantu kelancaran Proker mahasiswa tersebut. Dia sangat antusias dengan adanya Proker yang turut membantu pemutakhiran data rakyat miskin. Dengan hal itu, diharapkan percepatan pemulihan perekonomian bisa dilakukan dan proses pengentasan kemiskinan bisa tepat sasaran.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jember telah dilepas di seluruh kecamatan yang ada di Jember dalam agenda KKN kolaboratif, kemarin pagi (23/7) di Alun-alun Jember. Program kerja (Proker) utama yang akan dijalankan ialah pemutakhiran data kemiskinan yang ada di Jember. Dilakukan dengan basis Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK).

Jember Layak Jadi Kota Cerutu

Bupati Jember Hendy Siswanto secara langsung membuka dan memberangkatkan 2.485 mahasiswa KKN kolaboratif. Berasal dari 13 perguruan tinggi swasta dan negeri. Sebanyak 1.658 di antaranya adalah perempuan dan 827 laki-laki. Dia menyampaikan bahwa mereka akan disebar di 248 kelurahan atau desa di 31 kecamatan di Jember. “Akan melakukan pendataan masyarakat miskin di Jember,” ucapnya usai melakukan pelepasan.

Pengabdian akan dilakukan selama 35 hari yang terhitung sejak 23 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Tak berjalan sendiri, dalam menjalankan Proker untuk masyarakat, mereka akan didampingi oleh 114 Dosen Pembimbing Lapang (DPL). Sehingga, mahasiswa bisa mendapatkan pengarahan yang baik dari masing-masing DPL yang telah ditunjuk.

Bupati Hendy siap mendukung penuh adanya KKN kolaboratif. Pihaknya akan memberikan instruksi kepada Camat dan Kades setempat agar bisa membantu kelancaran Proker mahasiswa tersebut. Dia sangat antusias dengan adanya Proker yang turut membantu pemutakhiran data rakyat miskin. Dengan hal itu, diharapkan percepatan pemulihan perekonomian bisa dilakukan dan proses pengentasan kemiskinan bisa tepat sasaran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/