alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Manfaatkan Perpustakaan sebagai Co-Working Space

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID Di era disrupsi teknologi, fungsi perpustakaan tidak akan malah meredup, justru makin meluas asal dikelola dengan profesional. Ada banyak kesempatan dan cara yang bisa diambil pengelola perpustakaan agar makin diminati masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Salah satu alternatif yang bisa dimunculkan adalah penggunaan perpustakaan sebagai co-working space yang kini tengah gencar dipilih generasi milenial untuk menyelesaikan urusan bisnis. Ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak muda, khususnya mahasiswa yang umumnya akrab dengan dunia TIK.

Perpustakaan sebagai co-working space artinya perpustakaan tidak melulu hanya memberikan layanan peminjaman buku. Namun juga dapat menjadi fasilitas yang memberikan banyak layanan kepada anggotanya. Perpustakaan menjadi ruang belajar dan bekerja sama, utamanya bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan berbagai usaha rintisan. Untuk itu, perpustakaan wajib memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan memanfaatkan kecanggihan TIK.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keyakinan ini disampaikan oleh Prof Eko Indrajit, pakar TIK saat menjadi pemateri dalam seminar bertema Revitalisasi Peran Perpustakaan di Era Disrupsi Teknologi yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember di Gedung Soerachman, kemarin (23/7). Selain menghadirkan Prof Eko Indrajit, para peserta seminar juga mendapatkan ilmu dari Taufiq A. Gani, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pakar yang juga merupakan ketua tim ahli TIK Kementerian Pertahanan ini lantas menyarankan agar perpustakaan melakukan reposisi fungsi dan perannya di masa disrupsi teknologi. Menurutnya, reposisi ini dijalankan dengan memperbaiki tata kelola perpustakaan serta saling berbagi layanan dan sumber daya manusia dengan perpustakaan lain.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID Di era disrupsi teknologi, fungsi perpustakaan tidak akan malah meredup, justru makin meluas asal dikelola dengan profesional. Ada banyak kesempatan dan cara yang bisa diambil pengelola perpustakaan agar makin diminati masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Salah satu alternatif yang bisa dimunculkan adalah penggunaan perpustakaan sebagai co-working space yang kini tengah gencar dipilih generasi milenial untuk menyelesaikan urusan bisnis. Ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak muda, khususnya mahasiswa yang umumnya akrab dengan dunia TIK.

Perpustakaan sebagai co-working space artinya perpustakaan tidak melulu hanya memberikan layanan peminjaman buku. Namun juga dapat menjadi fasilitas yang memberikan banyak layanan kepada anggotanya. Perpustakaan menjadi ruang belajar dan bekerja sama, utamanya bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan berbagai usaha rintisan. Untuk itu, perpustakaan wajib memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan memanfaatkan kecanggihan TIK.

Keyakinan ini disampaikan oleh Prof Eko Indrajit, pakar TIK saat menjadi pemateri dalam seminar bertema Revitalisasi Peran Perpustakaan di Era Disrupsi Teknologi yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember di Gedung Soerachman, kemarin (23/7). Selain menghadirkan Prof Eko Indrajit, para peserta seminar juga mendapatkan ilmu dari Taufiq A. Gani, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pakar yang juga merupakan ketua tim ahli TIK Kementerian Pertahanan ini lantas menyarankan agar perpustakaan melakukan reposisi fungsi dan perannya di masa disrupsi teknologi. Menurutnya, reposisi ini dijalankan dengan memperbaiki tata kelola perpustakaan serta saling berbagi layanan dan sumber daya manusia dengan perpustakaan lain.

RADAR JEMBER.ID Di era disrupsi teknologi, fungsi perpustakaan tidak akan malah meredup, justru makin meluas asal dikelola dengan profesional. Ada banyak kesempatan dan cara yang bisa diambil pengelola perpustakaan agar makin diminati masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Salah satu alternatif yang bisa dimunculkan adalah penggunaan perpustakaan sebagai co-working space yang kini tengah gencar dipilih generasi milenial untuk menyelesaikan urusan bisnis. Ini bisa menjadi sarana bagi anak-anak muda, khususnya mahasiswa yang umumnya akrab dengan dunia TIK.

Perpustakaan sebagai co-working space artinya perpustakaan tidak melulu hanya memberikan layanan peminjaman buku. Namun juga dapat menjadi fasilitas yang memberikan banyak layanan kepada anggotanya. Perpustakaan menjadi ruang belajar dan bekerja sama, utamanya bagi anak-anak muda yang ingin mengembangkan berbagai usaha rintisan. Untuk itu, perpustakaan wajib memberikan pelayanan yang mudah dan cepat dengan memanfaatkan kecanggihan TIK.

Keyakinan ini disampaikan oleh Prof Eko Indrajit, pakar TIK saat menjadi pemateri dalam seminar bertema Revitalisasi Peran Perpustakaan di Era Disrupsi Teknologi yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember di Gedung Soerachman, kemarin (23/7). Selain menghadirkan Prof Eko Indrajit, para peserta seminar juga mendapatkan ilmu dari Taufiq A. Gani, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pakar yang juga merupakan ketua tim ahli TIK Kementerian Pertahanan ini lantas menyarankan agar perpustakaan melakukan reposisi fungsi dan perannya di masa disrupsi teknologi. Menurutnya, reposisi ini dijalankan dengan memperbaiki tata kelola perpustakaan serta saling berbagi layanan dan sumber daya manusia dengan perpustakaan lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/