alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Hati-Hati di Negeri Orang Ya Nak…

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Melepas anak pergi ke kota orang saja sudah cukup berat bagi orang tua. Apalagi melepas anak untuk pergi ke negara orang. Masih remaja pula. Tentu muncul perasaan berkecamuk di hati ayah dan bunda manakala harus berjauhan dengan sang buah hati.

Hal ini pula yang tampak kala pelepasan siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger untuk magang di Jepang. Tak tanggung-tanggung, mereka harus berpisah selama tiga tahun. Tidak heran jika suasana haru memenuhi atmosfer halaman sekolah. “Hati-hati di negeri orang ya, nak,” ujar salah satu orang tua murid sembari merangkul putrinya dengan berlinangan air mata.

Namun, mereka patut berbangga. Sebab, untuk bisa magang ke Jepang ini, siswa harus melalui proses yang cukup lama dan membutuhkan kedisiplinan yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 56 siswa alumni Angkatan XVI SMK Perikanan dan Kelautan Puger berangkat, dari 75 siswa yang ikut seleksi. “Hampir 75 persen mereka kontrak magang ke Jepang, dan kuliahnya ke luar negeri,” ujar Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuntjoro Dhiyauddin.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Melepas anak pergi ke kota orang saja sudah cukup berat bagi orang tua. Apalagi melepas anak untuk pergi ke negara orang. Masih remaja pula. Tentu muncul perasaan berkecamuk di hati ayah dan bunda manakala harus berjauhan dengan sang buah hati.

Hal ini pula yang tampak kala pelepasan siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger untuk magang di Jepang. Tak tanggung-tanggung, mereka harus berpisah selama tiga tahun. Tidak heran jika suasana haru memenuhi atmosfer halaman sekolah. “Hati-hati di negeri orang ya, nak,” ujar salah satu orang tua murid sembari merangkul putrinya dengan berlinangan air mata.

Namun, mereka patut berbangga. Sebab, untuk bisa magang ke Jepang ini, siswa harus melalui proses yang cukup lama dan membutuhkan kedisiplinan yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 56 siswa alumni Angkatan XVI SMK Perikanan dan Kelautan Puger berangkat, dari 75 siswa yang ikut seleksi. “Hampir 75 persen mereka kontrak magang ke Jepang, dan kuliahnya ke luar negeri,” ujar Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuntjoro Dhiyauddin.

RADAR JEMBER.ID – Melepas anak pergi ke kota orang saja sudah cukup berat bagi orang tua. Apalagi melepas anak untuk pergi ke negara orang. Masih remaja pula. Tentu muncul perasaan berkecamuk di hati ayah dan bunda manakala harus berjauhan dengan sang buah hati.

Hal ini pula yang tampak kala pelepasan siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger untuk magang di Jepang. Tak tanggung-tanggung, mereka harus berpisah selama tiga tahun. Tidak heran jika suasana haru memenuhi atmosfer halaman sekolah. “Hati-hati di negeri orang ya, nak,” ujar salah satu orang tua murid sembari merangkul putrinya dengan berlinangan air mata.

Namun, mereka patut berbangga. Sebab, untuk bisa magang ke Jepang ini, siswa harus melalui proses yang cukup lama dan membutuhkan kedisiplinan yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 56 siswa alumni Angkatan XVI SMK Perikanan dan Kelautan Puger berangkat, dari 75 siswa yang ikut seleksi. “Hampir 75 persen mereka kontrak magang ke Jepang, dan kuliahnya ke luar negeri,” ujar Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuntjoro Dhiyauddin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/