alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Belasan Sekolah Belum Siap PTM

Terkendala Vaksin yang Belum Merata

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi rahasia umum jika wali murid menginginkan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) secepatnya. Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendik) Jember juga telah menyebarkan angket persetujuan wali murid dan lembaga sekolah, medio Maret lalu. Dari penyebaran angket ini, terdapat 16 sekolah yang belum siap untuk melakukan PTM.

Awalnya, saat staf Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mulyadi berkunjung ke Jember, 19 Maret lalu, diketahui ada 25 lembaga yang menolak. Namun, jumlah itu tak diperinci apakah lembaga setingkat SD saja atau juga SMP. “Keterangan dari Dinas Pendidikan masih ada yang belum setuju PTM. Ada 25 sekolah,” kata Mulyadi.

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi hal itu pada Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati. Menurutnya, dari 1.038 lembaga SD yang tercatat, data terakhir mencantumkan ada 16 sekolah yang belum setuju dilakukannya PTM, bukan 25. Namun, dia tak menyebut lembaga mana saja yang menolak tersebut. “Dari data yang kemarin saya terima, hanya 16 sekolah yang belum siap. Itu kemarin, bisa jadi ada perubahan,” papar Endang, kemarin (23/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati begitu, Endang optimistis, seiring berjalannya waktu akan makin menyusut jumlah lembaga SD yang belum setuju diberlakukannya PTM. Sebab, lambat laun, pihak sekolah dan wali murid juga mulai paham akan kondisi sekarang ini. Menurutnya, penolakan itu disebabkan vaksinasi pada tenaga pendidik belum rampung sepenuhnya. Pihaknya masih mengusahakan agar semua tenaga pendidik mendapat vaksinasi secepatnya.

Dampak adanya lembaga yang masih belum siap PTM itu, ujian sekolah pun dijadwalkan ulang. Mulanya, ujian sekolah akan dilaksanakan pada 5 April nanti. Namun kini, jadwalnya akan mundur, meski belum disebutkan kapan tanggal pelaksanaan ujian tersebut. “Kami rencanakan 5 April sudah mulai. Namun kami ubah,” ungkap Endang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi rahasia umum jika wali murid menginginkan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) secepatnya. Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendik) Jember juga telah menyebarkan angket persetujuan wali murid dan lembaga sekolah, medio Maret lalu. Dari penyebaran angket ini, terdapat 16 sekolah yang belum siap untuk melakukan PTM.

Awalnya, saat staf Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mulyadi berkunjung ke Jember, 19 Maret lalu, diketahui ada 25 lembaga yang menolak. Namun, jumlah itu tak diperinci apakah lembaga setingkat SD saja atau juga SMP. “Keterangan dari Dinas Pendidikan masih ada yang belum setuju PTM. Ada 25 sekolah,” kata Mulyadi.

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi hal itu pada Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati. Menurutnya, dari 1.038 lembaga SD yang tercatat, data terakhir mencantumkan ada 16 sekolah yang belum setuju dilakukannya PTM, bukan 25. Namun, dia tak menyebut lembaga mana saja yang menolak tersebut. “Dari data yang kemarin saya terima, hanya 16 sekolah yang belum siap. Itu kemarin, bisa jadi ada perubahan,” papar Endang, kemarin (23/3).

Kendati begitu, Endang optimistis, seiring berjalannya waktu akan makin menyusut jumlah lembaga SD yang belum setuju diberlakukannya PTM. Sebab, lambat laun, pihak sekolah dan wali murid juga mulai paham akan kondisi sekarang ini. Menurutnya, penolakan itu disebabkan vaksinasi pada tenaga pendidik belum rampung sepenuhnya. Pihaknya masih mengusahakan agar semua tenaga pendidik mendapat vaksinasi secepatnya.

Dampak adanya lembaga yang masih belum siap PTM itu, ujian sekolah pun dijadwalkan ulang. Mulanya, ujian sekolah akan dilaksanakan pada 5 April nanti. Namun kini, jadwalnya akan mundur, meski belum disebutkan kapan tanggal pelaksanaan ujian tersebut. “Kami rencanakan 5 April sudah mulai. Namun kami ubah,” ungkap Endang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah menjadi rahasia umum jika wali murid menginginkan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) secepatnya. Sejalan dengan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendik) Jember juga telah menyebarkan angket persetujuan wali murid dan lembaga sekolah, medio Maret lalu. Dari penyebaran angket ini, terdapat 16 sekolah yang belum siap untuk melakukan PTM.

Awalnya, saat staf Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mulyadi berkunjung ke Jember, 19 Maret lalu, diketahui ada 25 lembaga yang menolak. Namun, jumlah itu tak diperinci apakah lembaga setingkat SD saja atau juga SMP. “Keterangan dari Dinas Pendidikan masih ada yang belum setuju PTM. Ada 25 sekolah,” kata Mulyadi.

Jawa Pos Radar Jember mengonfirmasi hal itu pada Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati. Menurutnya, dari 1.038 lembaga SD yang tercatat, data terakhir mencantumkan ada 16 sekolah yang belum setuju dilakukannya PTM, bukan 25. Namun, dia tak menyebut lembaga mana saja yang menolak tersebut. “Dari data yang kemarin saya terima, hanya 16 sekolah yang belum siap. Itu kemarin, bisa jadi ada perubahan,” papar Endang, kemarin (23/3).

Kendati begitu, Endang optimistis, seiring berjalannya waktu akan makin menyusut jumlah lembaga SD yang belum setuju diberlakukannya PTM. Sebab, lambat laun, pihak sekolah dan wali murid juga mulai paham akan kondisi sekarang ini. Menurutnya, penolakan itu disebabkan vaksinasi pada tenaga pendidik belum rampung sepenuhnya. Pihaknya masih mengusahakan agar semua tenaga pendidik mendapat vaksinasi secepatnya.

Dampak adanya lembaga yang masih belum siap PTM itu, ujian sekolah pun dijadwalkan ulang. Mulanya, ujian sekolah akan dilaksanakan pada 5 April nanti. Namun kini, jadwalnya akan mundur, meski belum disebutkan kapan tanggal pelaksanaan ujian tersebut. “Kami rencanakan 5 April sudah mulai. Namun kami ubah,” ungkap Endang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/