alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Ajukan 512 Guru PAI SD Ikuti PPPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketimpangan kesejahteraan guru PAI masih lekat dirasakan hingga saat ini. Apalagi saat pendaftaran PPPK, tidak ada formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Beberapa guru yang tergolong dalam organisasi mata pelajaran menyuarakan protes mengenai hal ini. Bahkan, jika tidak ada proses tindak lanjut, mereka mengancam bakal menggelar demo.

Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Wilayah Jember Zainul Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data daftar guru yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi PPPK.

Terdapat 512 guru yang telah diajukan untuk jenjang SD. Sedangkan untuk jenjang SMP, setidaknya sebanyak 180 guru PAI yang diajukan untuk mengikuti PPPK. “Sudah diajukan, dan Dinas Pendidikan akan melakukan tindak lanjut ke bupati dan diteruskan ke Kemendikbud,” ungkap Zainul Hadi, Selasa (23/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Pendataan dilakukan secara independen oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Wilayah Jember. Informasi yang mewakili dari pendataan tersebut di antaranya instansi mengajar, NUPTK, masa kerja, umur, dan nomor ponsel. Untuk jenjang SMP, guru yang diajukan mengikuti PPPK maksimal satu tahun mengajar. Sedangkan guru yang mendominasi didaftarkan adalah telah mengajar dalam kurun waktu 13 tahun.

Namun, data guru yang diajukan untuk mengikuti PPPK untuk jenjang SD masih banyak yang belum rampung atau tidak tuntas. Dari 512 nama, terdapat lebih dari 120 guru yang tidak menyerahkan data NUPTK.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketimpangan kesejahteraan guru PAI masih lekat dirasakan hingga saat ini. Apalagi saat pendaftaran PPPK, tidak ada formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Beberapa guru yang tergolong dalam organisasi mata pelajaran menyuarakan protes mengenai hal ini. Bahkan, jika tidak ada proses tindak lanjut, mereka mengancam bakal menggelar demo.

Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Wilayah Jember Zainul Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data daftar guru yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi PPPK.

Terdapat 512 guru yang telah diajukan untuk jenjang SD. Sedangkan untuk jenjang SMP, setidaknya sebanyak 180 guru PAI yang diajukan untuk mengikuti PPPK. “Sudah diajukan, dan Dinas Pendidikan akan melakukan tindak lanjut ke bupati dan diteruskan ke Kemendikbud,” ungkap Zainul Hadi, Selasa (23/3).

Pendataan dilakukan secara independen oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Wilayah Jember. Informasi yang mewakili dari pendataan tersebut di antaranya instansi mengajar, NUPTK, masa kerja, umur, dan nomor ponsel. Untuk jenjang SMP, guru yang diajukan mengikuti PPPK maksimal satu tahun mengajar. Sedangkan guru yang mendominasi didaftarkan adalah telah mengajar dalam kurun waktu 13 tahun.

Namun, data guru yang diajukan untuk mengikuti PPPK untuk jenjang SD masih banyak yang belum rampung atau tidak tuntas. Dari 512 nama, terdapat lebih dari 120 guru yang tidak menyerahkan data NUPTK.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketimpangan kesejahteraan guru PAI masih lekat dirasakan hingga saat ini. Apalagi saat pendaftaran PPPK, tidak ada formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Beberapa guru yang tergolong dalam organisasi mata pelajaran menyuarakan protes mengenai hal ini. Bahkan, jika tidak ada proses tindak lanjut, mereka mengancam bakal menggelar demo.

Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Wilayah Jember Zainul Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyerahkan data daftar guru yang akan diajukan untuk mengikuti seleksi PPPK.

Terdapat 512 guru yang telah diajukan untuk jenjang SD. Sedangkan untuk jenjang SMP, setidaknya sebanyak 180 guru PAI yang diajukan untuk mengikuti PPPK. “Sudah diajukan, dan Dinas Pendidikan akan melakukan tindak lanjut ke bupati dan diteruskan ke Kemendikbud,” ungkap Zainul Hadi, Selasa (23/3).

Pendataan dilakukan secara independen oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Wilayah Jember. Informasi yang mewakili dari pendataan tersebut di antaranya instansi mengajar, NUPTK, masa kerja, umur, dan nomor ponsel. Untuk jenjang SMP, guru yang diajukan mengikuti PPPK maksimal satu tahun mengajar. Sedangkan guru yang mendominasi didaftarkan adalah telah mengajar dalam kurun waktu 13 tahun.

Namun, data guru yang diajukan untuk mengikuti PPPK untuk jenjang SD masih banyak yang belum rampung atau tidak tuntas. Dari 512 nama, terdapat lebih dari 120 guru yang tidak menyerahkan data NUPTK.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/