alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Puluhan Sekolah Dasar Belum Sinkronisasi Data

Jika Terlambat, BOS Tidak Cair

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 87 sekolah dasar di 27 kecamatan diketahui belum melakukan sinkronisasi data pokok pendidikan (dapodik) dalam sistem Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Jika tak melakukan sinkronisasi, sekolah-sekolah tersebut terancam tidak mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tepat waktu.

Operator Dapodik Dinas Pendidikan Ibin Attoillah menegaskan, jika SD tersebut tidak melakukan sinkronisasi data hingga Juni mendatang, dampaknya adalah lembaga tersebut tidak menerima BOS yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Nah, pencairan BOS ini merujuk pada data dapodik yang telah diinput oleh setiap satuan lembaga pendidikan. “Jika tidak disinkronkan, dana BOS tidak cair,” ungkapnya, Selasa, (23/3).

Tak hanya BOS, sinkronisasi data ini juga akan berdampak pada tunjangan guru dan bantuan pada sekolah. Termasuk semua jenis bantuan dari Kemendikbud. Adapun data sekolah yang diinput dalam dapodik meliputi informasi kondisi bangunan sekolah serta jumlah siswa yang dihitung secara real time. “Artinya, jumlah siswa mengacu pada perubahan yang ada di lembaga tersebut. Mutasi dan murid di-DO akan terdata,” imbuh Ibin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, 951 dari 1.038 SD diketahui telah melakukan sinkronisasi data dapodik. Pihaknya berharap, sebelum Juni, sekolah yang belum tuntas melakukan sinkronisasi bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Di sisi lain, pakar pendidikan IAIN Jember, Khoirul Faizin, mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang berpengaruh pada pengisian data dapodik. Salah satunya adalah tenaga pendidik. Menurutnya, peningkatan SDM pendidik juga harus berbasis digital. Misalnya dengan menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta metode pembelajaran yang berbasis digital.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 87 sekolah dasar di 27 kecamatan diketahui belum melakukan sinkronisasi data pokok pendidikan (dapodik) dalam sistem Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Jika tak melakukan sinkronisasi, sekolah-sekolah tersebut terancam tidak mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tepat waktu.

Operator Dapodik Dinas Pendidikan Ibin Attoillah menegaskan, jika SD tersebut tidak melakukan sinkronisasi data hingga Juni mendatang, dampaknya adalah lembaga tersebut tidak menerima BOS yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Nah, pencairan BOS ini merujuk pada data dapodik yang telah diinput oleh setiap satuan lembaga pendidikan. “Jika tidak disinkronkan, dana BOS tidak cair,” ungkapnya, Selasa, (23/3).

Tak hanya BOS, sinkronisasi data ini juga akan berdampak pada tunjangan guru dan bantuan pada sekolah. Termasuk semua jenis bantuan dari Kemendikbud. Adapun data sekolah yang diinput dalam dapodik meliputi informasi kondisi bangunan sekolah serta jumlah siswa yang dihitung secara real time. “Artinya, jumlah siswa mengacu pada perubahan yang ada di lembaga tersebut. Mutasi dan murid di-DO akan terdata,” imbuh Ibin.

Sementara itu, 951 dari 1.038 SD diketahui telah melakukan sinkronisasi data dapodik. Pihaknya berharap, sebelum Juni, sekolah yang belum tuntas melakukan sinkronisasi bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Di sisi lain, pakar pendidikan IAIN Jember, Khoirul Faizin, mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang berpengaruh pada pengisian data dapodik. Salah satunya adalah tenaga pendidik. Menurutnya, peningkatan SDM pendidik juga harus berbasis digital. Misalnya dengan menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta metode pembelajaran yang berbasis digital.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 87 sekolah dasar di 27 kecamatan diketahui belum melakukan sinkronisasi data pokok pendidikan (dapodik) dalam sistem Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Jika tak melakukan sinkronisasi, sekolah-sekolah tersebut terancam tidak mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tepat waktu.

Operator Dapodik Dinas Pendidikan Ibin Attoillah menegaskan, jika SD tersebut tidak melakukan sinkronisasi data hingga Juni mendatang, dampaknya adalah lembaga tersebut tidak menerima BOS yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Nah, pencairan BOS ini merujuk pada data dapodik yang telah diinput oleh setiap satuan lembaga pendidikan. “Jika tidak disinkronkan, dana BOS tidak cair,” ungkapnya, Selasa, (23/3).

Tak hanya BOS, sinkronisasi data ini juga akan berdampak pada tunjangan guru dan bantuan pada sekolah. Termasuk semua jenis bantuan dari Kemendikbud. Adapun data sekolah yang diinput dalam dapodik meliputi informasi kondisi bangunan sekolah serta jumlah siswa yang dihitung secara real time. “Artinya, jumlah siswa mengacu pada perubahan yang ada di lembaga tersebut. Mutasi dan murid di-DO akan terdata,” imbuh Ibin.

Sementara itu, 951 dari 1.038 SD diketahui telah melakukan sinkronisasi data dapodik. Pihaknya berharap, sebelum Juni, sekolah yang belum tuntas melakukan sinkronisasi bisa menyelesaikannya tepat waktu.

Di sisi lain, pakar pendidikan IAIN Jember, Khoirul Faizin, mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang berpengaruh pada pengisian data dapodik. Salah satunya adalah tenaga pendidik. Menurutnya, peningkatan SDM pendidik juga harus berbasis digital. Misalnya dengan menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta metode pembelajaran yang berbasis digital.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/