alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Polije Datangkan Dosen Australia

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia menjelaskan, program ini tujuannya berkontribusi pada Indonesia melalui keahlian. “Diaspora melalui Kementristekdikti sejak 2016, kami menyambut baik iktikad baik itu untuk berkontribusi ke negara,” tambahnya.

Bahkan, lanjut dia, tidak hanya diaspora bergelar profesor saja yang dilibatkan, orang Indonesia yang baru berkarir pun dilibatkan. Salahudin mengaku, jumlah diaspora itu ada 8 hingga 9 juta orang. “Jumlah itu hanya estimasi, Kemenlu (Kementerian Luar Negeri, Red) mencoba memakai kartu diaspora juga,” imbuhnya.

Jumlah diaspora Indonesia juga banyak di beberapa negara. Saat pertemuan, ternyata orang Indonesia yang bekerja dosen atau tenaga ahli itu banyak dan menyebar di tiap negara. “Amerika ada, Jepang ada, dan lainnya,” tutur dosen yang ahli di bidang demografi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Direktur (Wadir) Polije Bidang Umum dan Keuangan Ir Abi Bakri MSi menambahkan, program seperti ini dalam rangka meningkatkan kualitas dan sudah banyak menjalin kerja sama. “Seperti ada program dobel gelar, dan kerja sama di kampus luar negeri, tapi masih tingkat Asia. Seperti dari Korea Selatan, Thailand, Tiongkok, dan Taiwan,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

Dia menjelaskan, program ini tujuannya berkontribusi pada Indonesia melalui keahlian. “Diaspora melalui Kementristekdikti sejak 2016, kami menyambut baik iktikad baik itu untuk berkontribusi ke negara,” tambahnya.

Bahkan, lanjut dia, tidak hanya diaspora bergelar profesor saja yang dilibatkan, orang Indonesia yang baru berkarir pun dilibatkan. Salahudin mengaku, jumlah diaspora itu ada 8 hingga 9 juta orang. “Jumlah itu hanya estimasi, Kemenlu (Kementerian Luar Negeri, Red) mencoba memakai kartu diaspora juga,” imbuhnya.

Jumlah diaspora Indonesia juga banyak di beberapa negara. Saat pertemuan, ternyata orang Indonesia yang bekerja dosen atau tenaga ahli itu banyak dan menyebar di tiap negara. “Amerika ada, Jepang ada, dan lainnya,” tutur dosen yang ahli di bidang demografi tersebut.

Wakil Direktur (Wadir) Polije Bidang Umum dan Keuangan Ir Abi Bakri MSi menambahkan, program seperti ini dalam rangka meningkatkan kualitas dan sudah banyak menjalin kerja sama. “Seperti ada program dobel gelar, dan kerja sama di kampus luar negeri, tapi masih tingkat Asia. Seperti dari Korea Selatan, Thailand, Tiongkok, dan Taiwan,” pungkasnya. (*)

Dia menjelaskan, program ini tujuannya berkontribusi pada Indonesia melalui keahlian. “Diaspora melalui Kementristekdikti sejak 2016, kami menyambut baik iktikad baik itu untuk berkontribusi ke negara,” tambahnya.

Bahkan, lanjut dia, tidak hanya diaspora bergelar profesor saja yang dilibatkan, orang Indonesia yang baru berkarir pun dilibatkan. Salahudin mengaku, jumlah diaspora itu ada 8 hingga 9 juta orang. “Jumlah itu hanya estimasi, Kemenlu (Kementerian Luar Negeri, Red) mencoba memakai kartu diaspora juga,” imbuhnya.

Jumlah diaspora Indonesia juga banyak di beberapa negara. Saat pertemuan, ternyata orang Indonesia yang bekerja dosen atau tenaga ahli itu banyak dan menyebar di tiap negara. “Amerika ada, Jepang ada, dan lainnya,” tutur dosen yang ahli di bidang demografi tersebut.

Wakil Direktur (Wadir) Polije Bidang Umum dan Keuangan Ir Abi Bakri MSi menambahkan, program seperti ini dalam rangka meningkatkan kualitas dan sudah banyak menjalin kerja sama. “Seperti ada program dobel gelar, dan kerja sama di kampus luar negeri, tapi masih tingkat Asia. Seperti dari Korea Selatan, Thailand, Tiongkok, dan Taiwan,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/