UNBK Seratus Persen Sukses

Bupati-Wabup Monitoring ke Sekolah-Sekolah

MONITORING: Bupati Lumajang dan Wakil Bupati Lumajang ketika melakukan monitoring UNBK di sekolah-sekolah di Lumajang. 

RADARJEMBER.IDCita-cita untuk menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di seluruh SMP/MTs se Lumajang akhirnya terwujud. Di hari pertama kemarin, semua jadi saksi kesuksesan itu. Lumajang mampu di atas daerah tetangga. Bupati dan Wabup juga turun memonitoring pelaksanaannya.

IKLAN

Bupati dan Wabup didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan OPD terkait melakukan pemantauan. Pemantauan tersebut dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, MML (Cak Thoriq). Sedangkan Tim kedua dipimpin oleh Wakil Bupati Lumajang Ir Hj Indah Amperawati MSI (Bunda Indah).

Wakil Bupati Lumajang, sempat memberi motivasi pada salah satu peserta dalam monitoring kemarin. Sebab, diketahui murid SMPN 1 Sukodono yang mengikuti UNBK dalam kondisi sakit. Sakit terkena penyakit Demam Berdarah (DB). Bunda sempat mengelus-elus peserta ini memberi semangat. “Cepat sembuh ya, semoga bisa mengikuti ujian bersama teman-teman yang lainnya,” ujarnya sambil memberi suport peserta.

Di sana, Wabup Indah memantau di tiga ruangan. Dengan jumlah 277 peserta. Untuk jumlah peserta titipan 32 peserta yang terdiri dari 16 peserta dari SMP Islam Lumajang dan 16 peserta dari SMP PGRI Sukodono. Sedangkan di SMPN 1 Tempeh memantau 4 ruangan, dengan jumlah 282 peserta

Sementara Cak Thoriq meninjau di SMPN 1 Lumajang dan di MTS Lumajang. Didampingi Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, para staf ahli bupati, dan Plt Kepala Dinas  Pendidikan Kabupaten Lumajang.

Drs Winadi MPd, Plt Kepala Dinas Pendidikan Lumajang menjelaskan bahwa pihaknya menyatakan sudah 100 persen siap. “Memang di lapangan ada yang menggabung karena sarpras terbatas. Tapi motivasi dan semangat luar biasa. Termasuk siswa dengan UNBK bisa yakin lolos. Ini UNBK yang sepatutnya guna mengikuti perkemnangan zaman,” katanya.

Dia menegaskan seratus persen peserta SMP dan MTS mengikuti UNBK. Terdiri dari 127 sekolah/lembaga yang menggunakan UNBK semua. “Ada yang menggabung sekolah lain, karena terbatas sarpras. Yang menggabung itu ada sekitar 43 lembaga. Tapi 43 itu sudah berkomitmen tahun depan menyiapkan sendiri. Diusahakan SMP ini tidak pinjam lagi,” tambahnya.

Antisipasi kendala teknis juga sudah dilakukan. Dengan selalu berkordinasi terkait penyelenggaraan dan pelaksanaan. Baik dengan Telkom maupun dengan PLN. “Teknis ada yang membantu setiap sub rayon. Jangan sampai ada perasaan ujian ini jadi ujian saja. Tapi kebutuhan. Kedua sebagai tahapan masa depan anak-anak sendiri. Ketiga teruslah berdoa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq MML menegaskan monitoring kemarin untuk memastikan kelancaran pelaksanaan. “Saya juga melihat, memang ini sistem yang sekarang dikembangkan untuk ujian nasional jadi standart ukuran nasional. Kami pemda suport atas hal-hal yang jadi ketentuan nasional,” jelasnya.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Dinas Pendidikan Lumajang for Radarjember.id

Editor : Narto