alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Ujian Tak Jadi Penentu Kelulusan

Agenda EHBBKS Pemetaan Mutu Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Smartphone dan Komputer (EHBBKS) berlangsung perdana, Senin (22/3). Ujian ini diikuti secara serentak oleh SLTA di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Meski bukan penentu kelulusan, namun ujian ini menjadi pemetaan mutu siswa maupun sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul menegaskan bahwa EHBBKS nantinya digunakan untuk pemetaan mutu siswa. Sekaligus untuk menilai satuan lembaga sekolah. “Dengan begini, nanti ada evaluasi yang dikembangkan untuk program berikutnya,” kata Mahrus, Senin (22/3).

Pada hari pertama pelaksanaannya, Mahrus sempat meninjau pelaksanaan di Lumajang, yakni di Tempeh dan Pasirian. Secara teknis, pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan ujian satuan pendidikan (USP) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah butir muatan soal. “Sesuai dengan aturan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ujian ini dilakukan berbasis komputer dan smartphone. Setelah ujian, nilai langsung dapat dilihat,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Waka Kurikulum SMAK Santo Paulus Yohanes Joko Prabowo mengungkapkan bahwa sebelum ini pihaknya telah memberikan instruksi kepada siswa kelas XII yang mengikuti EHBBKS, untuk membuat surat pernyataan kesediaan mengikuti rangkaian USP dan EHBBKS secara daring. Surat pernyataan layaknya sebaran angket ini dilakukan pada 6 Maret silam. Hasilnya, 237 wali murid menghendaki untuk melaksanakan ujian USP dan EHBBKS secara daring. “Namun, kami tetap sediakan dua ruang untuk antisipasi ujian di sekolah,” ujarnya, kemarin (22/3).

Pelaksanaannya pun dilakukan dalam tiga gelombang secara daring mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00. Di hari pertama pelaksanaannya, Yohanes Joko Prabowo mengungkapkan tidak ada kendala fatal yang terjadi. “Hanya sinyal siswa yang kadang terputus. Namun, hal ini dapat teratasi,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Smartphone dan Komputer (EHBBKS) berlangsung perdana, Senin (22/3). Ujian ini diikuti secara serentak oleh SLTA di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Meski bukan penentu kelulusan, namun ujian ini menjadi pemetaan mutu siswa maupun sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul menegaskan bahwa EHBBKS nantinya digunakan untuk pemetaan mutu siswa. Sekaligus untuk menilai satuan lembaga sekolah. “Dengan begini, nanti ada evaluasi yang dikembangkan untuk program berikutnya,” kata Mahrus, Senin (22/3).

Pada hari pertama pelaksanaannya, Mahrus sempat meninjau pelaksanaan di Lumajang, yakni di Tempeh dan Pasirian. Secara teknis, pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan ujian satuan pendidikan (USP) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah butir muatan soal. “Sesuai dengan aturan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ujian ini dilakukan berbasis komputer dan smartphone. Setelah ujian, nilai langsung dapat dilihat,” imbuhnya.

Waka Kurikulum SMAK Santo Paulus Yohanes Joko Prabowo mengungkapkan bahwa sebelum ini pihaknya telah memberikan instruksi kepada siswa kelas XII yang mengikuti EHBBKS, untuk membuat surat pernyataan kesediaan mengikuti rangkaian USP dan EHBBKS secara daring. Surat pernyataan layaknya sebaran angket ini dilakukan pada 6 Maret silam. Hasilnya, 237 wali murid menghendaki untuk melaksanakan ujian USP dan EHBBKS secara daring. “Namun, kami tetap sediakan dua ruang untuk antisipasi ujian di sekolah,” ujarnya, kemarin (22/3).

Pelaksanaannya pun dilakukan dalam tiga gelombang secara daring mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00. Di hari pertama pelaksanaannya, Yohanes Joko Prabowo mengungkapkan tidak ada kendala fatal yang terjadi. “Hanya sinyal siswa yang kadang terputus. Namun, hal ini dapat teratasi,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ujian Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Smartphone dan Komputer (EHBBKS) berlangsung perdana, Senin (22/3). Ujian ini diikuti secara serentak oleh SLTA di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Meski bukan penentu kelulusan, namun ujian ini menjadi pemetaan mutu siswa maupun sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul menegaskan bahwa EHBBKS nantinya digunakan untuk pemetaan mutu siswa. Sekaligus untuk menilai satuan lembaga sekolah. “Dengan begini, nanti ada evaluasi yang dikembangkan untuk program berikutnya,” kata Mahrus, Senin (22/3).

Pada hari pertama pelaksanaannya, Mahrus sempat meninjau pelaksanaan di Lumajang, yakni di Tempeh dan Pasirian. Secara teknis, pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan ujian satuan pendidikan (USP) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah butir muatan soal. “Sesuai dengan aturan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ujian ini dilakukan berbasis komputer dan smartphone. Setelah ujian, nilai langsung dapat dilihat,” imbuhnya.

Waka Kurikulum SMAK Santo Paulus Yohanes Joko Prabowo mengungkapkan bahwa sebelum ini pihaknya telah memberikan instruksi kepada siswa kelas XII yang mengikuti EHBBKS, untuk membuat surat pernyataan kesediaan mengikuti rangkaian USP dan EHBBKS secara daring. Surat pernyataan layaknya sebaran angket ini dilakukan pada 6 Maret silam. Hasilnya, 237 wali murid menghendaki untuk melaksanakan ujian USP dan EHBBKS secara daring. “Namun, kami tetap sediakan dua ruang untuk antisipasi ujian di sekolah,” ujarnya, kemarin (22/3).

Pelaksanaannya pun dilakukan dalam tiga gelombang secara daring mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00. Di hari pertama pelaksanaannya, Yohanes Joko Prabowo mengungkapkan tidak ada kendala fatal yang terjadi. “Hanya sinyal siswa yang kadang terputus. Namun, hal ini dapat teratasi,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/