alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Siapkan Dua Opsi PTM, Seluruh SDM Telah Ikuti Vaksinasi

Selain mekanismenya yang cukup rumit, pembelajaran daring yang dinilai tidak efektif oleh orang tua juga dipusingkan dengan serangkaian materi pelajaran anak-anak. Demi mempersiapkan agenda sekolah tatap muka, SD Al Baitul Amien 02 telah melakukan segala langkah untuk menyambut siswa di masa new normal ini.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu Roro Ajeng sangat bersemangat untuk datang ke sekolah bersama Danendra, putranya yang bersekolah di SD Al Baitul Amien 02. Keduanya diundang oleh pihak sekolah untuk bertemu dengan staf Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mulyadi. Sebelum bertemu dengan Mulyadi, Roro telah mempersiapkan arah pembicaraan yang berisi keluhannya selama putranya melakukan pembelajaran daring.

Ya, di tengah kesibukannya, Roro harus menyisihkan waktunya mendampingi Danendra mengerjakan tugas sekolah. Tidak hanya mendampingi, bahkan saat mengerjakan, Roro harus turun tangan menjelaskan sendiri layaknya seorang guru.

Tak dimungkiri, dalam prosesnya beberapa kali Roro sedikit ragu dengan penjelasan materi tentang soal yang tengah mereka bahas. Begitupun Danendra, tak jarang dia mempertanyakan kembali apa yang telah disampaikan oleh ibunya. “Namanya juga sudah lama. Jadi, kadang ada yang lupa,” jelas Roro.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi, terhitung sudah satu tahun Danendra tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Roro untuk menghadapi ujian sekolah. Apalagi yang paling penting adalah pelajaran tentang unggah ungguh alias tata krama yang tidak dapatkan secara daring.

Belum adanya kepastian mengenai kapan pertemuan tatap muka (PTM) diselenggarakan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Roro dan para wali murid lainnya. Namun di sisi lain, mereka juga cemas, apakah pihak sekolah sendiri sudah melakukan segala langkah preventif untuk mencegah penularan pandemi. Karenanya, Jawa Pos Radar Jember pun mencoba untuk menilik kesiapan pihak sekolah, yakni SD Al Baitul Amien 02, untuk mengadakan proses pembelajaran tatap muka.

Idealnya, setiap ruang kelas terdiri atas 28 siswa atau 28 bangku. Skema pembelajaran yang akan digelar yakni dengan 50 persen jumlah siswa keseluruhan di setiap kelas mengikuti pembelajaran tatap muka. Sisanya mengikuti pembelajaran secara daring. Sedangkan untuk skema waktunya dilakukan secara bergantian. “Ada yang masuk hari Senin, sisanya daring. Kami pakai blended learning. Hari Jumat guru-guru evaluasi,” ungkap Kepala SD Al Baitul Amien 02 Muzakki Hidayat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu Roro Ajeng sangat bersemangat untuk datang ke sekolah bersama Danendra, putranya yang bersekolah di SD Al Baitul Amien 02. Keduanya diundang oleh pihak sekolah untuk bertemu dengan staf Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mulyadi. Sebelum bertemu dengan Mulyadi, Roro telah mempersiapkan arah pembicaraan yang berisi keluhannya selama putranya melakukan pembelajaran daring.

Ya, di tengah kesibukannya, Roro harus menyisihkan waktunya mendampingi Danendra mengerjakan tugas sekolah. Tidak hanya mendampingi, bahkan saat mengerjakan, Roro harus turun tangan menjelaskan sendiri layaknya seorang guru.

Tak dimungkiri, dalam prosesnya beberapa kali Roro sedikit ragu dengan penjelasan materi tentang soal yang tengah mereka bahas. Begitupun Danendra, tak jarang dia mempertanyakan kembali apa yang telah disampaikan oleh ibunya. “Namanya juga sudah lama. Jadi, kadang ada yang lupa,” jelas Roro.

Apalagi, terhitung sudah satu tahun Danendra tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Roro untuk menghadapi ujian sekolah. Apalagi yang paling penting adalah pelajaran tentang unggah ungguh alias tata krama yang tidak dapatkan secara daring.

Belum adanya kepastian mengenai kapan pertemuan tatap muka (PTM) diselenggarakan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Roro dan para wali murid lainnya. Namun di sisi lain, mereka juga cemas, apakah pihak sekolah sendiri sudah melakukan segala langkah preventif untuk mencegah penularan pandemi. Karenanya, Jawa Pos Radar Jember pun mencoba untuk menilik kesiapan pihak sekolah, yakni SD Al Baitul Amien 02, untuk mengadakan proses pembelajaran tatap muka.

Idealnya, setiap ruang kelas terdiri atas 28 siswa atau 28 bangku. Skema pembelajaran yang akan digelar yakni dengan 50 persen jumlah siswa keseluruhan di setiap kelas mengikuti pembelajaran tatap muka. Sisanya mengikuti pembelajaran secara daring. Sedangkan untuk skema waktunya dilakukan secara bergantian. “Ada yang masuk hari Senin, sisanya daring. Kami pakai blended learning. Hari Jumat guru-guru evaluasi,” ungkap Kepala SD Al Baitul Amien 02 Muzakki Hidayat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu Roro Ajeng sangat bersemangat untuk datang ke sekolah bersama Danendra, putranya yang bersekolah di SD Al Baitul Amien 02. Keduanya diundang oleh pihak sekolah untuk bertemu dengan staf Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mulyadi. Sebelum bertemu dengan Mulyadi, Roro telah mempersiapkan arah pembicaraan yang berisi keluhannya selama putranya melakukan pembelajaran daring.

Ya, di tengah kesibukannya, Roro harus menyisihkan waktunya mendampingi Danendra mengerjakan tugas sekolah. Tidak hanya mendampingi, bahkan saat mengerjakan, Roro harus turun tangan menjelaskan sendiri layaknya seorang guru.

Tak dimungkiri, dalam prosesnya beberapa kali Roro sedikit ragu dengan penjelasan materi tentang soal yang tengah mereka bahas. Begitupun Danendra, tak jarang dia mempertanyakan kembali apa yang telah disampaikan oleh ibunya. “Namanya juga sudah lama. Jadi, kadang ada yang lupa,” jelas Roro.

Apalagi, terhitung sudah satu tahun Danendra tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Roro untuk menghadapi ujian sekolah. Apalagi yang paling penting adalah pelajaran tentang unggah ungguh alias tata krama yang tidak dapatkan secara daring.

Belum adanya kepastian mengenai kapan pertemuan tatap muka (PTM) diselenggarakan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Roro dan para wali murid lainnya. Namun di sisi lain, mereka juga cemas, apakah pihak sekolah sendiri sudah melakukan segala langkah preventif untuk mencegah penularan pandemi. Karenanya, Jawa Pos Radar Jember pun mencoba untuk menilik kesiapan pihak sekolah, yakni SD Al Baitul Amien 02, untuk mengadakan proses pembelajaran tatap muka.

Idealnya, setiap ruang kelas terdiri atas 28 siswa atau 28 bangku. Skema pembelajaran yang akan digelar yakni dengan 50 persen jumlah siswa keseluruhan di setiap kelas mengikuti pembelajaran tatap muka. Sisanya mengikuti pembelajaran secara daring. Sedangkan untuk skema waktunya dilakukan secara bergantian. “Ada yang masuk hari Senin, sisanya daring. Kami pakai blended learning. Hari Jumat guru-guru evaluasi,” ungkap Kepala SD Al Baitul Amien 02 Muzakki Hidayat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/