alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ajarkan Santri Wirausaha dan Kemandirian

Pendidikan di Pesantren Lereng Argopuro

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –¬†Terletak di lereng Gunung Argopuro, sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat orang tidak mudah menemukan keberadaan Pondok Pesantren Raudlatut Thalabah Wal Ulum. Sebab, memang jauh dari pusat keramaian. Pondok tersebut terletak di Dusun Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Meski lokasinya tergolong terpelosok, tapi pesantren itu cukup kreatif dalam mendidik santrinya. Mereka tak sekadar belajar agama. Pengasuh juga membekali santrinya ilmu wirausaha. Bahkan, pendidikan kemandirian tersebut merupakan pelajaran wajib bagi para santri. “Santri dan santriwati ketika selesai belajar agama di pondok ini diharapkan memiliki jiwa kemandirian. Karena mereka telah dimodali ilmu wirausaha selama berada di pesantren,” ungkap Fadil Haryanto, pengurus pondok khusus bidang kewirausahaan.

Menurut pria berkacamata tersebut, pembelajaran kewirausahaan baru diajarkan kepada santri sejak enam tahun lalu. “Untuk mendukung pembelajaran kewirausahaan di sini, maka pihak pondok sengaja membangunkan sebuah kafe dan resto berukuran mini. Fungsinya sebagai laboratorium kewirausahaan,” imbuh guru yang telah mengabdi selama tujuh belas tahun ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tiap hari Kamis, santri dan santriwati mengikuti praktik kewirausahaan di kafe berukuran 5×6 meter tersebut. Dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Pada jam-jam itu mereka terlihat sibuk membuatkan minuman kopi tumbuk yang dalam bahasa lokal disebut totoh. Mereka juga diajarkan memasak beragam menu makanan.

Muhammad Abdul Aziz, salah satu santri di pondok itu, merasa senang bisa mendapatkan pembelajaran kewirausahaan. Bagi dia, ilmu itu bisa menjadi modal setelah lulus belajar agama di pesantren. “Kewirausahaan adalah ilmu baru bagi santri dan sangat bermanfaat. Jadi, ketika santri tidak lagi berdiam di pondok, diharapkan bisa menjadi wirausaha tangguh,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –¬†Terletak di lereng Gunung Argopuro, sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat orang tidak mudah menemukan keberadaan Pondok Pesantren Raudlatut Thalabah Wal Ulum. Sebab, memang jauh dari pusat keramaian. Pondok tersebut terletak di Dusun Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Meski lokasinya tergolong terpelosok, tapi pesantren itu cukup kreatif dalam mendidik santrinya. Mereka tak sekadar belajar agama. Pengasuh juga membekali santrinya ilmu wirausaha. Bahkan, pendidikan kemandirian tersebut merupakan pelajaran wajib bagi para santri. “Santri dan santriwati ketika selesai belajar agama di pondok ini diharapkan memiliki jiwa kemandirian. Karena mereka telah dimodali ilmu wirausaha selama berada di pesantren,” ungkap Fadil Haryanto, pengurus pondok khusus bidang kewirausahaan.

Menurut pria berkacamata tersebut, pembelajaran kewirausahaan baru diajarkan kepada santri sejak enam tahun lalu. “Untuk mendukung pembelajaran kewirausahaan di sini, maka pihak pondok sengaja membangunkan sebuah kafe dan resto berukuran mini. Fungsinya sebagai laboratorium kewirausahaan,” imbuh guru yang telah mengabdi selama tujuh belas tahun ini.

Tiap hari Kamis, santri dan santriwati mengikuti praktik kewirausahaan di kafe berukuran 5×6 meter tersebut. Dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Pada jam-jam itu mereka terlihat sibuk membuatkan minuman kopi tumbuk yang dalam bahasa lokal disebut totoh. Mereka juga diajarkan memasak beragam menu makanan.

Muhammad Abdul Aziz, salah satu santri di pondok itu, merasa senang bisa mendapatkan pembelajaran kewirausahaan. Bagi dia, ilmu itu bisa menjadi modal setelah lulus belajar agama di pesantren. “Kewirausahaan adalah ilmu baru bagi santri dan sangat bermanfaat. Jadi, ketika santri tidak lagi berdiam di pondok, diharapkan bisa menjadi wirausaha tangguh,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –¬†Terletak di lereng Gunung Argopuro, sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat orang tidak mudah menemukan keberadaan Pondok Pesantren Raudlatut Thalabah Wal Ulum. Sebab, memang jauh dari pusat keramaian. Pondok tersebut terletak di Dusun Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Meski lokasinya tergolong terpelosok, tapi pesantren itu cukup kreatif dalam mendidik santrinya. Mereka tak sekadar belajar agama. Pengasuh juga membekali santrinya ilmu wirausaha. Bahkan, pendidikan kemandirian tersebut merupakan pelajaran wajib bagi para santri. “Santri dan santriwati ketika selesai belajar agama di pondok ini diharapkan memiliki jiwa kemandirian. Karena mereka telah dimodali ilmu wirausaha selama berada di pesantren,” ungkap Fadil Haryanto, pengurus pondok khusus bidang kewirausahaan.

Menurut pria berkacamata tersebut, pembelajaran kewirausahaan baru diajarkan kepada santri sejak enam tahun lalu. “Untuk mendukung pembelajaran kewirausahaan di sini, maka pihak pondok sengaja membangunkan sebuah kafe dan resto berukuran mini. Fungsinya sebagai laboratorium kewirausahaan,” imbuh guru yang telah mengabdi selama tujuh belas tahun ini.

Tiap hari Kamis, santri dan santriwati mengikuti praktik kewirausahaan di kafe berukuran 5×6 meter tersebut. Dimulai pukul 08.00 sampai pukul 11.00. Pada jam-jam itu mereka terlihat sibuk membuatkan minuman kopi tumbuk yang dalam bahasa lokal disebut totoh. Mereka juga diajarkan memasak beragam menu makanan.

Muhammad Abdul Aziz, salah satu santri di pondok itu, merasa senang bisa mendapatkan pembelajaran kewirausahaan. Bagi dia, ilmu itu bisa menjadi modal setelah lulus belajar agama di pesantren. “Kewirausahaan adalah ilmu baru bagi santri dan sangat bermanfaat. Jadi, ketika santri tidak lagi berdiam di pondok, diharapkan bisa menjadi wirausaha tangguh,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/