alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Vaksinasi Guru PAUD Belum Rampung

Padahal PTM Berlangsung Sebentar Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, vaksinasi terhadap tenaga pendidik masih belum tuntas. Khususnya bagi guru di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan, sebagian dari mereka belum melakukan vaksinasi tahap pertama. Kendati begitu, pemerintah daerah telah merencanakan pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang PAUD akan berlangsung pada tahun ajaran baru mendatang, atau tak sampai sebulan lagi.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Supriyono mengungkapkan, hingga saat ini masih ada 20 persen guru PAUD yang belum mendapatkan vaksin. Sebagian besarnya, atau sekitar 80 persen, sudah mendapatkan. Untuk yang belum, akan disusulkan secara bertahap di masing-masing puskesmas. Penerimanya sesuai dengan hasil pendataan yang telah diberikan pada Dinas Kesehatan. “Tinggal 20 persen yang belum vaksinasi,” kata Supriyono.

Salah satu guru PAUD di Ambulu, Alun Niati mengakui, hingga kemarin guru PAUD di sekolahnya belum mendapatkan vaksin semua. Seyogianya, kata dia, guru di lembaganya sudah rampung menerima vaksinasi. Namun, ketika penjadwalan vaksinasi kedua, beberapa waktu lalu, tenaga pendidik di sekolahnya berhalangan hadir. “Cuma di sekolahku yang belum ada vaksin lagi. Karena dulu ada panggilan vaksin, tapi tidak bisa datang dan sampai sekarang belum ada panggilan lagi,” ungkap Ulun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nailis, guru PAUD lainnya dari Kecamatan Puger, mengungkapkan, di sekolahnya vaksinasi telah berjalan, tapi belum merata. Hanya sebagian. Sebab, kala itu, ada beberapa guru yang tidak bisa hadir karena jadwal vaksinasi bentrok dengan kepentingan pribadi. Di luar itu, juga ada yang memang meragukan program vaksinasi tersebut.

Mengenai hal itu, Supriyono tidak memungkiri bahwa masih ada tenaga pendidik yang meragukan vaksinasi. Namun, pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi sebagai upaya untuk melindungi diri. Dengan begitu, ketika melakukan PTM pada tahun ajaran baru nanti, para guru lebih terjamin keamanannya dan terhindar dari paparan Covid-19.

Supriyono menambahkan, pemerintah menargetkan pada saat ajaran baru dimulai nanti, semua tenaga pendidik sudah rampung mengikuti program vaksinasi. Sehingga pembelajaran dapat dimulai dengan tenang tanpa khawatir akan potensi penyebaran Covid-19. Meski demikian, dalam prosesnya nanti tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). “PTM PAUD akan dimulai tahun ajaran baru nanti,” ujarnya.

 

Curi Start

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, vaksinasi terhadap tenaga pendidik masih belum tuntas. Khususnya bagi guru di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan, sebagian dari mereka belum melakukan vaksinasi tahap pertama. Kendati begitu, pemerintah daerah telah merencanakan pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang PAUD akan berlangsung pada tahun ajaran baru mendatang, atau tak sampai sebulan lagi.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Supriyono mengungkapkan, hingga saat ini masih ada 20 persen guru PAUD yang belum mendapatkan vaksin. Sebagian besarnya, atau sekitar 80 persen, sudah mendapatkan. Untuk yang belum, akan disusulkan secara bertahap di masing-masing puskesmas. Penerimanya sesuai dengan hasil pendataan yang telah diberikan pada Dinas Kesehatan. “Tinggal 20 persen yang belum vaksinasi,” kata Supriyono.

Salah satu guru PAUD di Ambulu, Alun Niati mengakui, hingga kemarin guru PAUD di sekolahnya belum mendapatkan vaksin semua. Seyogianya, kata dia, guru di lembaganya sudah rampung menerima vaksinasi. Namun, ketika penjadwalan vaksinasi kedua, beberapa waktu lalu, tenaga pendidik di sekolahnya berhalangan hadir. “Cuma di sekolahku yang belum ada vaksin lagi. Karena dulu ada panggilan vaksin, tapi tidak bisa datang dan sampai sekarang belum ada panggilan lagi,” ungkap Ulun.

Nailis, guru PAUD lainnya dari Kecamatan Puger, mengungkapkan, di sekolahnya vaksinasi telah berjalan, tapi belum merata. Hanya sebagian. Sebab, kala itu, ada beberapa guru yang tidak bisa hadir karena jadwal vaksinasi bentrok dengan kepentingan pribadi. Di luar itu, juga ada yang memang meragukan program vaksinasi tersebut.

Mengenai hal itu, Supriyono tidak memungkiri bahwa masih ada tenaga pendidik yang meragukan vaksinasi. Namun, pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi sebagai upaya untuk melindungi diri. Dengan begitu, ketika melakukan PTM pada tahun ajaran baru nanti, para guru lebih terjamin keamanannya dan terhindar dari paparan Covid-19.

Supriyono menambahkan, pemerintah menargetkan pada saat ajaran baru dimulai nanti, semua tenaga pendidik sudah rampung mengikuti program vaksinasi. Sehingga pembelajaran dapat dimulai dengan tenang tanpa khawatir akan potensi penyebaran Covid-19. Meski demikian, dalam prosesnya nanti tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). “PTM PAUD akan dimulai tahun ajaran baru nanti,” ujarnya.

 

Curi Start

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga kini, vaksinasi terhadap tenaga pendidik masih belum tuntas. Khususnya bagi guru di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan, sebagian dari mereka belum melakukan vaksinasi tahap pertama. Kendati begitu, pemerintah daerah telah merencanakan pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang PAUD akan berlangsung pada tahun ajaran baru mendatang, atau tak sampai sebulan lagi.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Supriyono mengungkapkan, hingga saat ini masih ada 20 persen guru PAUD yang belum mendapatkan vaksin. Sebagian besarnya, atau sekitar 80 persen, sudah mendapatkan. Untuk yang belum, akan disusulkan secara bertahap di masing-masing puskesmas. Penerimanya sesuai dengan hasil pendataan yang telah diberikan pada Dinas Kesehatan. “Tinggal 20 persen yang belum vaksinasi,” kata Supriyono.

Salah satu guru PAUD di Ambulu, Alun Niati mengakui, hingga kemarin guru PAUD di sekolahnya belum mendapatkan vaksin semua. Seyogianya, kata dia, guru di lembaganya sudah rampung menerima vaksinasi. Namun, ketika penjadwalan vaksinasi kedua, beberapa waktu lalu, tenaga pendidik di sekolahnya berhalangan hadir. “Cuma di sekolahku yang belum ada vaksin lagi. Karena dulu ada panggilan vaksin, tapi tidak bisa datang dan sampai sekarang belum ada panggilan lagi,” ungkap Ulun.

Nailis, guru PAUD lainnya dari Kecamatan Puger, mengungkapkan, di sekolahnya vaksinasi telah berjalan, tapi belum merata. Hanya sebagian. Sebab, kala itu, ada beberapa guru yang tidak bisa hadir karena jadwal vaksinasi bentrok dengan kepentingan pribadi. Di luar itu, juga ada yang memang meragukan program vaksinasi tersebut.

Mengenai hal itu, Supriyono tidak memungkiri bahwa masih ada tenaga pendidik yang meragukan vaksinasi. Namun, pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi sebagai upaya untuk melindungi diri. Dengan begitu, ketika melakukan PTM pada tahun ajaran baru nanti, para guru lebih terjamin keamanannya dan terhindar dari paparan Covid-19.

Supriyono menambahkan, pemerintah menargetkan pada saat ajaran baru dimulai nanti, semua tenaga pendidik sudah rampung mengikuti program vaksinasi. Sehingga pembelajaran dapat dimulai dengan tenang tanpa khawatir akan potensi penyebaran Covid-19. Meski demikian, dalam prosesnya nanti tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). “PTM PAUD akan dimulai tahun ajaran baru nanti,” ujarnya.

 

Curi Start

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/