alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Terancam Tidak Dapat Gelar PTM

Dampak Klaster SLTA di Kecamatan Tanggul

Mobile_AP_Rectangle 1

Kepala SMAK Santo Paulus Romo Antonius Denny Cahyo S OCarm mengungkapkan bahwa adanya insiden pada salah satu SMK negeri di Kecamatan Tanggul menimbulkan dampak kekhawatiran akan adanya klaster sekolah. Karena itu, pihaknya akan melakukan PTM sesuai dengan instruksi pemerintah.

“Kami akan menjalankan instruksi pemerintah. Kalau disuruh PTM ya PTM. Tapi, juga mengutamakan izin orang tua,” terangnya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Hingga saat ini, masih ada 80 persen wali murid yang belum mengizinkan anak-anaknya melakukan PTM.  Karena itu, nantinya PTM akan diberlakukan untuk siswa yang telah mendapat persetujuan wali murid. Sementara itu, saat ini pihaknya masih mengutamakan adanya pembelajaran model daring. “Jikapun melakukan pembelajaran daring, guru-guru di sini telah mengikuti pelatihan pembelajaran yang efektif. Untuk antisipasi adanya lose learning,” pungkasnya. (ani/c2/lin)

- Advertisement -

Kepala SMAK Santo Paulus Romo Antonius Denny Cahyo S OCarm mengungkapkan bahwa adanya insiden pada salah satu SMK negeri di Kecamatan Tanggul menimbulkan dampak kekhawatiran akan adanya klaster sekolah. Karena itu, pihaknya akan melakukan PTM sesuai dengan instruksi pemerintah.

“Kami akan menjalankan instruksi pemerintah. Kalau disuruh PTM ya PTM. Tapi, juga mengutamakan izin orang tua,” terangnya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Hingga saat ini, masih ada 80 persen wali murid yang belum mengizinkan anak-anaknya melakukan PTM.  Karena itu, nantinya PTM akan diberlakukan untuk siswa yang telah mendapat persetujuan wali murid. Sementara itu, saat ini pihaknya masih mengutamakan adanya pembelajaran model daring. “Jikapun melakukan pembelajaran daring, guru-guru di sini telah mengikuti pelatihan pembelajaran yang efektif. Untuk antisipasi adanya lose learning,” pungkasnya. (ani/c2/lin)

Kepala SMAK Santo Paulus Romo Antonius Denny Cahyo S OCarm mengungkapkan bahwa adanya insiden pada salah satu SMK negeri di Kecamatan Tanggul menimbulkan dampak kekhawatiran akan adanya klaster sekolah. Karena itu, pihaknya akan melakukan PTM sesuai dengan instruksi pemerintah.

“Kami akan menjalankan instruksi pemerintah. Kalau disuruh PTM ya PTM. Tapi, juga mengutamakan izin orang tua,” terangnya, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Hingga saat ini, masih ada 80 persen wali murid yang belum mengizinkan anak-anaknya melakukan PTM.  Karena itu, nantinya PTM akan diberlakukan untuk siswa yang telah mendapat persetujuan wali murid. Sementara itu, saat ini pihaknya masih mengutamakan adanya pembelajaran model daring. “Jikapun melakukan pembelajaran daring, guru-guru di sini telah mengikuti pelatihan pembelajaran yang efektif. Untuk antisipasi adanya lose learning,” pungkasnya. (ani/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/