alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Terancam Tidak Dapat Gelar PTM

Dampak Klaster SLTA di Kecamatan Tanggul

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA/sederajat yang rencananya mulai digelar Juli mendatang, tepatnya mulai tanggal 12, agaknya masih belum dapat dipastikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa keputusan tersebut masih menunggu lampu hijau dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

Apalagi seusai adanya insiden di Kecamatan Tanggul. Dengan adanya insiden tersebut, pemerintah daerah khawatir akan adanya klaster baru. Untuk itu, akan ada aturan khusus yang mengikat semua SLTA, khususnya di Tanggul. “Kebijakan khusus sesuai dengan petunjuk bupati. Sekolah-sekolah di Kecamatan Tanggul melaksanakan pembelajaran, harus ditunda dulu,” kata Mahrus, Senin (21/6) kemarin.

Dirinya mengaku masih belum mengetahui sampai kapan kebijakan ini akan diterapkan. Pihaknya menunggu instruksi bupati melalui satgas. “Nanti menunggu Satgas Covid-19, boleh tatap muka atau belum. Kami masih menunggu,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mahrus mengungkapkan bahwa berdasarkan surat edaran gubernur, PTM di jenjang SLTA dapat dimulai membagi berdasarkan status zona wilayah. Untuk kecamatan atau wilayah dengan status oranye dan kuning, maka hanya 25 persen siswa yang diperbolehkan melakukan tatap muka. Untuk kecamatan yang zona hijau, dibatasi 50 persen dari total siswa. Sedangkan untuk kecamatan zona merah, tidak diperkenankan melakukan tatap muka. Kemungkinannya, jika PTM SLTA berlangsung, semua sekolah akan menghadirkan 25 persen dari seluruh siswa untuk hadir di sekolah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA/sederajat yang rencananya mulai digelar Juli mendatang, tepatnya mulai tanggal 12, agaknya masih belum dapat dipastikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa keputusan tersebut masih menunggu lampu hijau dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

Apalagi seusai adanya insiden di Kecamatan Tanggul. Dengan adanya insiden tersebut, pemerintah daerah khawatir akan adanya klaster baru. Untuk itu, akan ada aturan khusus yang mengikat semua SLTA, khususnya di Tanggul. “Kebijakan khusus sesuai dengan petunjuk bupati. Sekolah-sekolah di Kecamatan Tanggul melaksanakan pembelajaran, harus ditunda dulu,” kata Mahrus, Senin (21/6) kemarin.

Dirinya mengaku masih belum mengetahui sampai kapan kebijakan ini akan diterapkan. Pihaknya menunggu instruksi bupati melalui satgas. “Nanti menunggu Satgas Covid-19, boleh tatap muka atau belum. Kami masih menunggu,” imbuhnya.

Mahrus mengungkapkan bahwa berdasarkan surat edaran gubernur, PTM di jenjang SLTA dapat dimulai membagi berdasarkan status zona wilayah. Untuk kecamatan atau wilayah dengan status oranye dan kuning, maka hanya 25 persen siswa yang diperbolehkan melakukan tatap muka. Untuk kecamatan yang zona hijau, dibatasi 50 persen dari total siswa. Sedangkan untuk kecamatan zona merah, tidak diperkenankan melakukan tatap muka. Kemungkinannya, jika PTM SLTA berlangsung, semua sekolah akan menghadirkan 25 persen dari seluruh siswa untuk hadir di sekolah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA/sederajat yang rencananya mulai digelar Juli mendatang, tepatnya mulai tanggal 12, agaknya masih belum dapat dipastikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan bahwa keputusan tersebut masih menunggu lampu hijau dari Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

Apalagi seusai adanya insiden di Kecamatan Tanggul. Dengan adanya insiden tersebut, pemerintah daerah khawatir akan adanya klaster baru. Untuk itu, akan ada aturan khusus yang mengikat semua SLTA, khususnya di Tanggul. “Kebijakan khusus sesuai dengan petunjuk bupati. Sekolah-sekolah di Kecamatan Tanggul melaksanakan pembelajaran, harus ditunda dulu,” kata Mahrus, Senin (21/6) kemarin.

Dirinya mengaku masih belum mengetahui sampai kapan kebijakan ini akan diterapkan. Pihaknya menunggu instruksi bupati melalui satgas. “Nanti menunggu Satgas Covid-19, boleh tatap muka atau belum. Kami masih menunggu,” imbuhnya.

Mahrus mengungkapkan bahwa berdasarkan surat edaran gubernur, PTM di jenjang SLTA dapat dimulai membagi berdasarkan status zona wilayah. Untuk kecamatan atau wilayah dengan status oranye dan kuning, maka hanya 25 persen siswa yang diperbolehkan melakukan tatap muka. Untuk kecamatan yang zona hijau, dibatasi 50 persen dari total siswa. Sedangkan untuk kecamatan zona merah, tidak diperkenankan melakukan tatap muka. Kemungkinannya, jika PTM SLTA berlangsung, semua sekolah akan menghadirkan 25 persen dari seluruh siswa untuk hadir di sekolah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/