alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Dulu Sekadar Musala Tempat Mengajar Baca Alquran

Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh

Mobile_AP_Rectangle 1

KLANCENG, Radar Jember – Berdiri sejak tahun 2011 oleh KH Syamsuri, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barakah An Nur Khumairoh yang berada di Desa Klanceng, Kecamatan Ajung, menjadi wadah menimba ilmu agama, sekaligus ilmu umum modern. Dengan perjuangan tanpa pamrih untuk menebar ilmu agama, sang pendiri memulai dakwah pada tahun itu dengan mengajari masyarakat setempat mengaji Alquran.

Baca Juga : Dharma Wanita Bakesbangpol Salurkan Baksos Ramadan

Berdirinya pesantren sebagai lembaga agama tentu saja tanpa pamrih. Hal ini juga diterapkan Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh yang mengajari ilmu agama tanpa meminta timbal balik.  Awal merintis, sang pendiri mengajarkan cara membaca Alquran kepada masyarakat setempat secara gratis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengurus Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh Babun Hasan mengatakan, awal berdirinya hanya berupa musala sebagai tempat mengaji sore hari sampai malam. “Santrinya hanya masyarakat sekitar. Dulu tidak ada formalnya, hanya belajar ngaji saja,” katanya.

Pihaknya juga mengaku menjadi saksi atas perkembangan pesantren tersebut sampai sekarang. Dari awalnya tidak memiliki apa-apa, kini telah dilengkapi dengan asrama dan pendidikan formal. “Pendidikan formal, mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah atas,” terangnya.

Dia mengatakan, kini beberapa santrinya sudah berasal dari luar kota. Bahkan ada yang dari luar Jawa dan semua bermukim Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh. Babun Hasan yang menjadi santri pertama sekaligus tertua di Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh menjelaskan, perkembangan pesantren tersebut termasuk pesat. Sebab, ketika dilihat dari tahun berdirinya sampai sekarang hanya berjarak 10 tahun telah lengkap dengan pendidikan formalnya. “Sekarang lagi mengerjakan masjid besar untuk santri putri,” tambahnya.

Dengan bertambahnya fasilitas pesantren, minat dan ketertarikan masyarakat untuk menimba ilmu di lembaga ini semakin meningkat. Hal ini tampak ketika penerimaan peserta didik baru, baik pada lembaga formal maupun yang pesantren. “Alhamdulillah lumayan banyak santrinya. Sekarang antara putra dan putri sudah beda gedung sekolah. Dulunya masih campur,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Berkaitan dengan itu, kini Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh diasuh oleh Kiai Abdul Wasik, putra sang pendiri, KH Syamsuri. (mg4/c2/dwi)

- Advertisement -

KLANCENG, Radar Jember – Berdiri sejak tahun 2011 oleh KH Syamsuri, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barakah An Nur Khumairoh yang berada di Desa Klanceng, Kecamatan Ajung, menjadi wadah menimba ilmu agama, sekaligus ilmu umum modern. Dengan perjuangan tanpa pamrih untuk menebar ilmu agama, sang pendiri memulai dakwah pada tahun itu dengan mengajari masyarakat setempat mengaji Alquran.

Baca Juga : Dharma Wanita Bakesbangpol Salurkan Baksos Ramadan

Berdirinya pesantren sebagai lembaga agama tentu saja tanpa pamrih. Hal ini juga diterapkan Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh yang mengajari ilmu agama tanpa meminta timbal balik.  Awal merintis, sang pendiri mengajarkan cara membaca Alquran kepada masyarakat setempat secara gratis.

Pengurus Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh Babun Hasan mengatakan, awal berdirinya hanya berupa musala sebagai tempat mengaji sore hari sampai malam. “Santrinya hanya masyarakat sekitar. Dulu tidak ada formalnya, hanya belajar ngaji saja,” katanya.

Pihaknya juga mengaku menjadi saksi atas perkembangan pesantren tersebut sampai sekarang. Dari awalnya tidak memiliki apa-apa, kini telah dilengkapi dengan asrama dan pendidikan formal. “Pendidikan formal, mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah atas,” terangnya.

Dia mengatakan, kini beberapa santrinya sudah berasal dari luar kota. Bahkan ada yang dari luar Jawa dan semua bermukim Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh. Babun Hasan yang menjadi santri pertama sekaligus tertua di Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh menjelaskan, perkembangan pesantren tersebut termasuk pesat. Sebab, ketika dilihat dari tahun berdirinya sampai sekarang hanya berjarak 10 tahun telah lengkap dengan pendidikan formalnya. “Sekarang lagi mengerjakan masjid besar untuk santri putri,” tambahnya.

Dengan bertambahnya fasilitas pesantren, minat dan ketertarikan masyarakat untuk menimba ilmu di lembaga ini semakin meningkat. Hal ini tampak ketika penerimaan peserta didik baru, baik pada lembaga formal maupun yang pesantren. “Alhamdulillah lumayan banyak santrinya. Sekarang antara putra dan putri sudah beda gedung sekolah. Dulunya masih campur,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Berkaitan dengan itu, kini Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh diasuh oleh Kiai Abdul Wasik, putra sang pendiri, KH Syamsuri. (mg4/c2/dwi)

KLANCENG, Radar Jember – Berdiri sejak tahun 2011 oleh KH Syamsuri, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barakah An Nur Khumairoh yang berada di Desa Klanceng, Kecamatan Ajung, menjadi wadah menimba ilmu agama, sekaligus ilmu umum modern. Dengan perjuangan tanpa pamrih untuk menebar ilmu agama, sang pendiri memulai dakwah pada tahun itu dengan mengajari masyarakat setempat mengaji Alquran.

Baca Juga : Dharma Wanita Bakesbangpol Salurkan Baksos Ramadan

Berdirinya pesantren sebagai lembaga agama tentu saja tanpa pamrih. Hal ini juga diterapkan Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh yang mengajari ilmu agama tanpa meminta timbal balik.  Awal merintis, sang pendiri mengajarkan cara membaca Alquran kepada masyarakat setempat secara gratis.

Pengurus Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh Babun Hasan mengatakan, awal berdirinya hanya berupa musala sebagai tempat mengaji sore hari sampai malam. “Santrinya hanya masyarakat sekitar. Dulu tidak ada formalnya, hanya belajar ngaji saja,” katanya.

Pihaknya juga mengaku menjadi saksi atas perkembangan pesantren tersebut sampai sekarang. Dari awalnya tidak memiliki apa-apa, kini telah dilengkapi dengan asrama dan pendidikan formal. “Pendidikan formal, mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah atas,” terangnya.

Dia mengatakan, kini beberapa santrinya sudah berasal dari luar kota. Bahkan ada yang dari luar Jawa dan semua bermukim Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh. Babun Hasan yang menjadi santri pertama sekaligus tertua di Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh menjelaskan, perkembangan pesantren tersebut termasuk pesat. Sebab, ketika dilihat dari tahun berdirinya sampai sekarang hanya berjarak 10 tahun telah lengkap dengan pendidikan formalnya. “Sekarang lagi mengerjakan masjid besar untuk santri putri,” tambahnya.

Dengan bertambahnya fasilitas pesantren, minat dan ketertarikan masyarakat untuk menimba ilmu di lembaga ini semakin meningkat. Hal ini tampak ketika penerimaan peserta didik baru, baik pada lembaga formal maupun yang pesantren. “Alhamdulillah lumayan banyak santrinya. Sekarang antara putra dan putri sudah beda gedung sekolah. Dulunya masih campur,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Berkaitan dengan itu, kini Ponpes Al Barakah An Nur Khumairoh diasuh oleh Kiai Abdul Wasik, putra sang pendiri, KH Syamsuri. (mg4/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/