alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Jangan Biarkan Anak Bermain Gawai Sendirian

Orang Tua Wajib Mendampingi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJJEMBER.ID – Anak di bawah umur rentan terpengaruh perbuatan negatif dari teknologi informasi. Karena itu, orang tua perlu mendampingi saat anak mereka bermain gawai. Apalagi akibat pandemi, sekolah meniadakan pembelajaran tatap muka, sehingga anak setiap hari belajar secara daring menggunakan gawai.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Fathur Rohman saat berkunjung ke Jember di Aula Acmad Zainuri, Universitas Muhammdiyah Jember, Minggu (21/3).

Menurutnya, teknologi sekarang ini berkembang begitu pesat dan tidak bisa dihindari. Karena itu, muncul istilah dunia ada dalam genggaman tangan. “Dan di saat pembelajaran daring, kehadiran orang tua amat diperlukan untuk mendampingi anak saat bermain gadget agar tidak terkena dampak negatif kecanggihan teknologi,” ungkap Fathur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris DDII Jawa Timur Tom Mas’udi menambahkan, gawai melalui aplikasi game, juga bisa mengubah perangai dan perilaku anak menjadi kasar, pemberontak, dan susah dikendalikan. Mereka mulai berani melawan orang tua, padahal hal tersebut dilarang dalam agama.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJJEMBER.ID – Anak di bawah umur rentan terpengaruh perbuatan negatif dari teknologi informasi. Karena itu, orang tua perlu mendampingi saat anak mereka bermain gawai. Apalagi akibat pandemi, sekolah meniadakan pembelajaran tatap muka, sehingga anak setiap hari belajar secara daring menggunakan gawai.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Fathur Rohman saat berkunjung ke Jember di Aula Acmad Zainuri, Universitas Muhammdiyah Jember, Minggu (21/3).

Menurutnya, teknologi sekarang ini berkembang begitu pesat dan tidak bisa dihindari. Karena itu, muncul istilah dunia ada dalam genggaman tangan. “Dan di saat pembelajaran daring, kehadiran orang tua amat diperlukan untuk mendampingi anak saat bermain gadget agar tidak terkena dampak negatif kecanggihan teknologi,” ungkap Fathur.

Sekretaris DDII Jawa Timur Tom Mas’udi menambahkan, gawai melalui aplikasi game, juga bisa mengubah perangai dan perilaku anak menjadi kasar, pemberontak, dan susah dikendalikan. Mereka mulai berani melawan orang tua, padahal hal tersebut dilarang dalam agama.

JEMBER, RADARJJEMBER.ID – Anak di bawah umur rentan terpengaruh perbuatan negatif dari teknologi informasi. Karena itu, orang tua perlu mendampingi saat anak mereka bermain gawai. Apalagi akibat pandemi, sekolah meniadakan pembelajaran tatap muka, sehingga anak setiap hari belajar secara daring menggunakan gawai.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Fathur Rohman saat berkunjung ke Jember di Aula Acmad Zainuri, Universitas Muhammdiyah Jember, Minggu (21/3).

Menurutnya, teknologi sekarang ini berkembang begitu pesat dan tidak bisa dihindari. Karena itu, muncul istilah dunia ada dalam genggaman tangan. “Dan di saat pembelajaran daring, kehadiran orang tua amat diperlukan untuk mendampingi anak saat bermain gadget agar tidak terkena dampak negatif kecanggihan teknologi,” ungkap Fathur.

Sekretaris DDII Jawa Timur Tom Mas’udi menambahkan, gawai melalui aplikasi game, juga bisa mengubah perangai dan perilaku anak menjadi kasar, pemberontak, dan susah dikendalikan. Mereka mulai berani melawan orang tua, padahal hal tersebut dilarang dalam agama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/