alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

12 Ribu Bantuan Guru Ngaji Segera Cair

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANG, Radar Jember – Selain dikenal akan kekayaan potensi sumber daya alam (SDA), Kabupaten Jember kerap disebut sebagai kota santri. Ini berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, yang menyebutkan bahwa kabupaten yang terletak di wilayah timur Jawa ini menempati posisi pertama dan memiliki pesantren terbanyak dengan jumlah lebih dari 600 pesantren.

Banyaknya pesantren ini menunjukkan bahwa di Jember juga memiliki banyak SDM unggul, baik guru ngaji maupun santri-santrinya. Kualitas SDM tersebut harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan untuk masa depan Jember. 

Untuk melakukannya, Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 24 ribu guru ngaji di Jember. Di mana bansos tersebut telah disalurkan pada akhir tahun lalu kepada 12 ribu guru ngaji. “Pada 2021, sudah tersalurkan sebanyak 12 ribu guru ngaji, tapi masih kurang 12 ribu lagi. Insyaallah bakal dapat tahun ini, jadi warga diharapkan untuk bersabar,” ungkapnya saat menghadiri peringatan Isra Mikraj di Pondok Pesantren Al-Qohiriyah di Desa/Kecamatan Mayang, Minggu (20/2) malam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penyaluran bansos ini cukup berbeda dengan insentif yang biasanya diberikan setiap tahun kepada para guru ngaji. Sebab, pencairan ini mengacu pada regulasi yang ada, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Anggaran Daerah. Di mana pemerintah daerah tidak bisa memberikan insentif tahunan kepada guru ngaji maupun modin, karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka tidak sesuai dengan tupoksi pemkab.

Namun, hal itu tak akan berlangsung lama. Sebab pada 2023 mendatang, pemkab akan mengacu pada arahan Biro Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni memberikan bantuan rutin tiap tahun bagi setiap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). “Kami akan tetap menjaga janji kami,” paparnya.

- Advertisement -

MAYANG, Radar Jember – Selain dikenal akan kekayaan potensi sumber daya alam (SDA), Kabupaten Jember kerap disebut sebagai kota santri. Ini berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, yang menyebutkan bahwa kabupaten yang terletak di wilayah timur Jawa ini menempati posisi pertama dan memiliki pesantren terbanyak dengan jumlah lebih dari 600 pesantren.

Banyaknya pesantren ini menunjukkan bahwa di Jember juga memiliki banyak SDM unggul, baik guru ngaji maupun santri-santrinya. Kualitas SDM tersebut harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan untuk masa depan Jember. 

Untuk melakukannya, Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 24 ribu guru ngaji di Jember. Di mana bansos tersebut telah disalurkan pada akhir tahun lalu kepada 12 ribu guru ngaji. “Pada 2021, sudah tersalurkan sebanyak 12 ribu guru ngaji, tapi masih kurang 12 ribu lagi. Insyaallah bakal dapat tahun ini, jadi warga diharapkan untuk bersabar,” ungkapnya saat menghadiri peringatan Isra Mikraj di Pondok Pesantren Al-Qohiriyah di Desa/Kecamatan Mayang, Minggu (20/2) malam.

Penyaluran bansos ini cukup berbeda dengan insentif yang biasanya diberikan setiap tahun kepada para guru ngaji. Sebab, pencairan ini mengacu pada regulasi yang ada, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Anggaran Daerah. Di mana pemerintah daerah tidak bisa memberikan insentif tahunan kepada guru ngaji maupun modin, karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka tidak sesuai dengan tupoksi pemkab.

Namun, hal itu tak akan berlangsung lama. Sebab pada 2023 mendatang, pemkab akan mengacu pada arahan Biro Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni memberikan bantuan rutin tiap tahun bagi setiap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). “Kami akan tetap menjaga janji kami,” paparnya.

MAYANG, Radar Jember – Selain dikenal akan kekayaan potensi sumber daya alam (SDA), Kabupaten Jember kerap disebut sebagai kota santri. Ini berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, yang menyebutkan bahwa kabupaten yang terletak di wilayah timur Jawa ini menempati posisi pertama dan memiliki pesantren terbanyak dengan jumlah lebih dari 600 pesantren.

Banyaknya pesantren ini menunjukkan bahwa di Jember juga memiliki banyak SDM unggul, baik guru ngaji maupun santri-santrinya. Kualitas SDM tersebut harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan untuk masa depan Jember. 

Untuk melakukannya, Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan bantuan sosial (bansos) kepada 24 ribu guru ngaji di Jember. Di mana bansos tersebut telah disalurkan pada akhir tahun lalu kepada 12 ribu guru ngaji. “Pada 2021, sudah tersalurkan sebanyak 12 ribu guru ngaji, tapi masih kurang 12 ribu lagi. Insyaallah bakal dapat tahun ini, jadi warga diharapkan untuk bersabar,” ungkapnya saat menghadiri peringatan Isra Mikraj di Pondok Pesantren Al-Qohiriyah di Desa/Kecamatan Mayang, Minggu (20/2) malam.

Penyaluran bansos ini cukup berbeda dengan insentif yang biasanya diberikan setiap tahun kepada para guru ngaji. Sebab, pencairan ini mengacu pada regulasi yang ada, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Anggaran Daerah. Di mana pemerintah daerah tidak bisa memberikan insentif tahunan kepada guru ngaji maupun modin, karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka tidak sesuai dengan tupoksi pemkab.

Namun, hal itu tak akan berlangsung lama. Sebab pada 2023 mendatang, pemkab akan mengacu pada arahan Biro Kesra Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yakni memberikan bantuan rutin tiap tahun bagi setiap Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). “Kami akan tetap menjaga janji kami,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/