alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Satu Sakit, MPLS Hanya 3 Siswa Terjadi di SMPN 04 Tempurejo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang ada di pinggiran cukup memprihatinkan. Jika sebelumnya di SMP Negeri 3 Sukowono ada 17 siswa, berbeda kondisinya dengan SMPN 4 Tempurejo yang hanya ada 4 siswa. Sementara, yang ikut pengenalan sekolah hanya 3 siswa, kemarin.

Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Empat siswa baru di SMPN 4 Tempurejo itu diketahui dua anak dari luar kota. Ada yang dari Bandung dan Madura. Sementara, dua siswa lagi merupakan lulusan dari SDN Curahnongko 08, kecamatan setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, sejak sekolah masuk hari pertama, siswa yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hanya tiga anak. Hal itu karena ada satu siswa yang sakit. “Satu siswa harus menjalani perawatan di RS, di Surabaya, karena sakit,” ujar Agus Yudiarto, Kepala SMPN 4 Tempurejo.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, hampir setiap tahun penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak ada siswa dari luar. Hal itu karena SMPN 4 Tempurejo berada di tengah perkebunan. Jumlah siswa di sana ada 9 anak. Perinciannya, kelas VII ada 4 siswa, kelas VIII ada 4, dan kelas IX ada 1 siswa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang ada di pinggiran cukup memprihatinkan. Jika sebelumnya di SMP Negeri 3 Sukowono ada 17 siswa, berbeda kondisinya dengan SMPN 4 Tempurejo yang hanya ada 4 siswa. Sementara, yang ikut pengenalan sekolah hanya 3 siswa, kemarin.

Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Empat siswa baru di SMPN 4 Tempurejo itu diketahui dua anak dari luar kota. Ada yang dari Bandung dan Madura. Sementara, dua siswa lagi merupakan lulusan dari SDN Curahnongko 08, kecamatan setempat.

Nah, sejak sekolah masuk hari pertama, siswa yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hanya tiga anak. Hal itu karena ada satu siswa yang sakit. “Satu siswa harus menjalani perawatan di RS, di Surabaya, karena sakit,” ujar Agus Yudiarto, Kepala SMPN 4 Tempurejo.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, hampir setiap tahun penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak ada siswa dari luar. Hal itu karena SMPN 4 Tempurejo berada di tengah perkebunan. Jumlah siswa di sana ada 9 anak. Perinciannya, kelas VII ada 4 siswa, kelas VIII ada 4, dan kelas IX ada 1 siswa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nasib sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang ada di pinggiran cukup memprihatinkan. Jika sebelumnya di SMP Negeri 3 Sukowono ada 17 siswa, berbeda kondisinya dengan SMPN 4 Tempurejo yang hanya ada 4 siswa. Sementara, yang ikut pengenalan sekolah hanya 3 siswa, kemarin.

Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Empat siswa baru di SMPN 4 Tempurejo itu diketahui dua anak dari luar kota. Ada yang dari Bandung dan Madura. Sementara, dua siswa lagi merupakan lulusan dari SDN Curahnongko 08, kecamatan setempat.

Nah, sejak sekolah masuk hari pertama, siswa yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hanya tiga anak. Hal itu karena ada satu siswa yang sakit. “Satu siswa harus menjalani perawatan di RS, di Surabaya, karena sakit,” ujar Agus Yudiarto, Kepala SMPN 4 Tempurejo.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, hampir setiap tahun penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak ada siswa dari luar. Hal itu karena SMPN 4 Tempurejo berada di tengah perkebunan. Jumlah siswa di sana ada 9 anak. Perinciannya, kelas VII ada 4 siswa, kelas VIII ada 4, dan kelas IX ada 1 siswa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/