alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Lima Lulusan MTs NU Albadar Pilih Tak Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tujuh belas siswa MTs NU Albadar, Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, yang dinyatakan lulus dari pihak kepala sekolah lama ternyata tidak semuanya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Diketahui ada lima yang memilih tidak melanjutkan sekolah.

Satu Sakit, MPLS Hanya 3 Siswa Terjadi di SMPN 04 Tempurejo

Padahal, sebelumnya 17 siswa MTs NU Albadar tersebut sempat mencuat karena kepala sekolah yang baru tidak meneken surat keterangan lulus (SKL). Hal ini tentu saja membuat 17 siswa tersebut nasibnya digantung, karena tidak ada legalitas kelulusan dari Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah. Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember menjamin 17 siswa tersebut bisa diterima di sekolah mana pun, walau tanpa SKL dari kepala sekolah yang baru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Mufida, guru MTs NU Albadar yang berada di pihak kepala sekolah lama, mengatakan, dari 17 siswa yang ikut pihaknya, terdapat 5 siswa yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan SMA/SMK. Dari lima siswa tersebut, dua di antaranya memilih untuk bekerja. “Yang tiga orang belum terlacak mengapa tidak lanjut sekolah. Mungkin juga putus sekolah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari 17 siswa, terdapat 8 anak yang masuk di SMKN 5 Jember. Satu masuk ke MA Hubbul Qur’an, dan dua melanjutkan ke SMK Bali.  Selain itu, ada dua lainnya melanjutkan di SMK Abul Abbas. Sementara, 5 anak sisanya tidak melanjutkan pendidikan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tujuh belas siswa MTs NU Albadar, Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, yang dinyatakan lulus dari pihak kepala sekolah lama ternyata tidak semuanya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Diketahui ada lima yang memilih tidak melanjutkan sekolah.

Satu Sakit, MPLS Hanya 3 Siswa Terjadi di SMPN 04 Tempurejo

Padahal, sebelumnya 17 siswa MTs NU Albadar tersebut sempat mencuat karena kepala sekolah yang baru tidak meneken surat keterangan lulus (SKL). Hal ini tentu saja membuat 17 siswa tersebut nasibnya digantung, karena tidak ada legalitas kelulusan dari Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah. Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember menjamin 17 siswa tersebut bisa diterima di sekolah mana pun, walau tanpa SKL dari kepala sekolah yang baru.

Sementara itu, Mufida, guru MTs NU Albadar yang berada di pihak kepala sekolah lama, mengatakan, dari 17 siswa yang ikut pihaknya, terdapat 5 siswa yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan SMA/SMK. Dari lima siswa tersebut, dua di antaranya memilih untuk bekerja. “Yang tiga orang belum terlacak mengapa tidak lanjut sekolah. Mungkin juga putus sekolah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari 17 siswa, terdapat 8 anak yang masuk di SMKN 5 Jember. Satu masuk ke MA Hubbul Qur’an, dan dua melanjutkan ke SMK Bali.  Selain itu, ada dua lainnya melanjutkan di SMK Abul Abbas. Sementara, 5 anak sisanya tidak melanjutkan pendidikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tujuh belas siswa MTs NU Albadar, Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, yang dinyatakan lulus dari pihak kepala sekolah lama ternyata tidak semuanya melanjutkan ke jenjang berikutnya. Diketahui ada lima yang memilih tidak melanjutkan sekolah.

Satu Sakit, MPLS Hanya 3 Siswa Terjadi di SMPN 04 Tempurejo

Padahal, sebelumnya 17 siswa MTs NU Albadar tersebut sempat mencuat karena kepala sekolah yang baru tidak meneken surat keterangan lulus (SKL). Hal ini tentu saja membuat 17 siswa tersebut nasibnya digantung, karena tidak ada legalitas kelulusan dari Kepala MTs NU Albadar yang baru, Lukman Syah. Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember menjamin 17 siswa tersebut bisa diterima di sekolah mana pun, walau tanpa SKL dari kepala sekolah yang baru.

Sementara itu, Mufida, guru MTs NU Albadar yang berada di pihak kepala sekolah lama, mengatakan, dari 17 siswa yang ikut pihaknya, terdapat 5 siswa yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan SMA/SMK. Dari lima siswa tersebut, dua di antaranya memilih untuk bekerja. “Yang tiga orang belum terlacak mengapa tidak lanjut sekolah. Mungkin juga putus sekolah,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dari 17 siswa, terdapat 8 anak yang masuk di SMKN 5 Jember. Satu masuk ke MA Hubbul Qur’an, dan dua melanjutkan ke SMK Bali.  Selain itu, ada dua lainnya melanjutkan di SMK Abul Abbas. Sementara, 5 anak sisanya tidak melanjutkan pendidikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/