alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Manfaatkan Lahan Kosong, Siswa SD Budidayakan Bunga Telang di Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

Solikin mengaku, pihaknya telah bekerjasama dengan PT Alam Nusantara Jaya Raya asal Jogjakarta. Perusahaan inilah yang akan membeli bunga maupun biji bunga telang itu. “Untuk biji per 100 gram dihargai Rp 150 ribu. Sedangkan bunga kering Rp 100 per kilogram,” terangnya.

Ke depan, Solikin berujar, siswa bakal diajak memanfaatkan semua lahan kosong yang ada di lingkungan sekolah. Tak hanya satu jenis tanaman saja, tapi beragam. Misalnya sayur mayur dan buah-buahan. Hasilnya, akan kembali kepada siswa itu sendiri. “Kami juga berencana membikin kolam ikan nila dan lele dengan teknik bioflog. Selain sebagai edukasi, juga menjadi sarana menambah pendapatan untuk kegiatan sekolah,” paparnya.

Solikin juga berencana, jika kerjasama dengan PT tersebut berjalan lancar, pihaknya akan membagikan bibit bunga telang secara gratis ke wali murid. Ketika panen, pihak sekolah yang akan menyalurkan ke perusahaan dan hasilnya menjadi tabungan untuk keperluan siswa. Baik kebutuhan sekolah seperti membeli tas dan buku, maupun keperluan siswa yang lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Masa tanamnya juga singkat. Sejak menanam hingga siap panen antara tiga sampai empat bulan. Dan masa produksinya bisa mencapai satu tahun. Jika berhasil, kami akan mengajak wali murid agar menanam di lahan kosong di rumah masing-masing,” pungkasnya. (*)

Fotografer: SDN Tempurejo 05 for Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Solikin mengaku, pihaknya telah bekerjasama dengan PT Alam Nusantara Jaya Raya asal Jogjakarta. Perusahaan inilah yang akan membeli bunga maupun biji bunga telang itu. “Untuk biji per 100 gram dihargai Rp 150 ribu. Sedangkan bunga kering Rp 100 per kilogram,” terangnya.

Ke depan, Solikin berujar, siswa bakal diajak memanfaatkan semua lahan kosong yang ada di lingkungan sekolah. Tak hanya satu jenis tanaman saja, tapi beragam. Misalnya sayur mayur dan buah-buahan. Hasilnya, akan kembali kepada siswa itu sendiri. “Kami juga berencana membikin kolam ikan nila dan lele dengan teknik bioflog. Selain sebagai edukasi, juga menjadi sarana menambah pendapatan untuk kegiatan sekolah,” paparnya.

Solikin juga berencana, jika kerjasama dengan PT tersebut berjalan lancar, pihaknya akan membagikan bibit bunga telang secara gratis ke wali murid. Ketika panen, pihak sekolah yang akan menyalurkan ke perusahaan dan hasilnya menjadi tabungan untuk keperluan siswa. Baik kebutuhan sekolah seperti membeli tas dan buku, maupun keperluan siswa yang lain.

“Masa tanamnya juga singkat. Sejak menanam hingga siap panen antara tiga sampai empat bulan. Dan masa produksinya bisa mencapai satu tahun. Jika berhasil, kami akan mengajak wali murid agar menanam di lahan kosong di rumah masing-masing,” pungkasnya. (*)

Fotografer: SDN Tempurejo 05 for Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih

Solikin mengaku, pihaknya telah bekerjasama dengan PT Alam Nusantara Jaya Raya asal Jogjakarta. Perusahaan inilah yang akan membeli bunga maupun biji bunga telang itu. “Untuk biji per 100 gram dihargai Rp 150 ribu. Sedangkan bunga kering Rp 100 per kilogram,” terangnya.

Ke depan, Solikin berujar, siswa bakal diajak memanfaatkan semua lahan kosong yang ada di lingkungan sekolah. Tak hanya satu jenis tanaman saja, tapi beragam. Misalnya sayur mayur dan buah-buahan. Hasilnya, akan kembali kepada siswa itu sendiri. “Kami juga berencana membikin kolam ikan nila dan lele dengan teknik bioflog. Selain sebagai edukasi, juga menjadi sarana menambah pendapatan untuk kegiatan sekolah,” paparnya.

Solikin juga berencana, jika kerjasama dengan PT tersebut berjalan lancar, pihaknya akan membagikan bibit bunga telang secara gratis ke wali murid. Ketika panen, pihak sekolah yang akan menyalurkan ke perusahaan dan hasilnya menjadi tabungan untuk keperluan siswa. Baik kebutuhan sekolah seperti membeli tas dan buku, maupun keperluan siswa yang lain.

“Masa tanamnya juga singkat. Sejak menanam hingga siap panen antara tiga sampai empat bulan. Dan masa produksinya bisa mencapai satu tahun. Jika berhasil, kami akan mengajak wali murid agar menanam di lahan kosong di rumah masing-masing,” pungkasnya. (*)

Fotografer: SDN Tempurejo 05 for Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/