alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Manfaatkan Lahan Kosong, Siswa SD Budidayakan Bunga Telang di Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aktivitas belajar tatap muka di sekolah, ternyata membawa kebahagiaan tersendiri bagi siswa. Karena mereka tak hanya bertemu dan bermain dengan teman sebaya, tapi juga bisa melakukan aktivitas selain belajar di ruang kelas. Misalnya belajar bercocok tanam.

Aktivitas seperti inilah yang terlihat di SDN Tempurejo 05 di Kecamatan Tempurejo, Jember. Para siswa tampak antusias ketika diajak ke depan kelas. Bukan untuk berolahraga, tapi para guru meminta mereka mengumpulkan bibit pohon telang dan pohon kelor yang sudah disiapkan sebelumnya.

Satu per satu, siswa mengambil bibit bunga yang ada di dalam polybag. Mereka juga mengambil sebatang pohon kelor yang terletak tak jauh dari bibit tersebut. Dengan bercanda khas anak-anak, para siswa itu kemudian menanam bunga dan pohon kelor itu secara berdekatan. “Nanti kalau sudah tumbuh, bunga telang ini dirambatkan ke pohon kelor,” kata Fakihur Rohman, salah seorang siswa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Murid kelas satu tersebut mengaku senang dengan aktivitas semacam ini. Karena bisa bermain sekaligus belajar bercocok tanam. Apalagi, dirinya juga mendapatkan pengetahuan tentang kegunaan, serta manfaat dua tanaman yang dibudidayakan. “Kata bapak dan ibu guru, nanti saat memanen siswa juga akan diajak,” ujarnya.

BACA JUGA: Ruang UKS Tidak Maksimal kini Jadi Ruang Arsip

Kepala SDN Tempurejo 05 Mohamad Solikin menjelaskan, pemilihan bunga telang dan pohon kelor itu bukan tanpa alasan. Sebab, keduanya bisa memiliki manfaat ekonomi. Nantinya, ketika memasuki masa panen, bunga maupun biji bunga telang itu bisa dijual. Sedangkan daun kelor bisa digunakan sendiri untuk menambah gizi siswa. “Hasil penelitian, daun kelor juga bisa mencegah stunting. Jadi baik untuk siswa,” jelasnya, Sabtu (21/5).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aktivitas belajar tatap muka di sekolah, ternyata membawa kebahagiaan tersendiri bagi siswa. Karena mereka tak hanya bertemu dan bermain dengan teman sebaya, tapi juga bisa melakukan aktivitas selain belajar di ruang kelas. Misalnya belajar bercocok tanam.

Aktivitas seperti inilah yang terlihat di SDN Tempurejo 05 di Kecamatan Tempurejo, Jember. Para siswa tampak antusias ketika diajak ke depan kelas. Bukan untuk berolahraga, tapi para guru meminta mereka mengumpulkan bibit pohon telang dan pohon kelor yang sudah disiapkan sebelumnya.

Satu per satu, siswa mengambil bibit bunga yang ada di dalam polybag. Mereka juga mengambil sebatang pohon kelor yang terletak tak jauh dari bibit tersebut. Dengan bercanda khas anak-anak, para siswa itu kemudian menanam bunga dan pohon kelor itu secara berdekatan. “Nanti kalau sudah tumbuh, bunga telang ini dirambatkan ke pohon kelor,” kata Fakihur Rohman, salah seorang siswa.

Murid kelas satu tersebut mengaku senang dengan aktivitas semacam ini. Karena bisa bermain sekaligus belajar bercocok tanam. Apalagi, dirinya juga mendapatkan pengetahuan tentang kegunaan, serta manfaat dua tanaman yang dibudidayakan. “Kata bapak dan ibu guru, nanti saat memanen siswa juga akan diajak,” ujarnya.

BACA JUGA: Ruang UKS Tidak Maksimal kini Jadi Ruang Arsip

Kepala SDN Tempurejo 05 Mohamad Solikin menjelaskan, pemilihan bunga telang dan pohon kelor itu bukan tanpa alasan. Sebab, keduanya bisa memiliki manfaat ekonomi. Nantinya, ketika memasuki masa panen, bunga maupun biji bunga telang itu bisa dijual. Sedangkan daun kelor bisa digunakan sendiri untuk menambah gizi siswa. “Hasil penelitian, daun kelor juga bisa mencegah stunting. Jadi baik untuk siswa,” jelasnya, Sabtu (21/5).

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aktivitas belajar tatap muka di sekolah, ternyata membawa kebahagiaan tersendiri bagi siswa. Karena mereka tak hanya bertemu dan bermain dengan teman sebaya, tapi juga bisa melakukan aktivitas selain belajar di ruang kelas. Misalnya belajar bercocok tanam.

Aktivitas seperti inilah yang terlihat di SDN Tempurejo 05 di Kecamatan Tempurejo, Jember. Para siswa tampak antusias ketika diajak ke depan kelas. Bukan untuk berolahraga, tapi para guru meminta mereka mengumpulkan bibit pohon telang dan pohon kelor yang sudah disiapkan sebelumnya.

Satu per satu, siswa mengambil bibit bunga yang ada di dalam polybag. Mereka juga mengambil sebatang pohon kelor yang terletak tak jauh dari bibit tersebut. Dengan bercanda khas anak-anak, para siswa itu kemudian menanam bunga dan pohon kelor itu secara berdekatan. “Nanti kalau sudah tumbuh, bunga telang ini dirambatkan ke pohon kelor,” kata Fakihur Rohman, salah seorang siswa.

Murid kelas satu tersebut mengaku senang dengan aktivitas semacam ini. Karena bisa bermain sekaligus belajar bercocok tanam. Apalagi, dirinya juga mendapatkan pengetahuan tentang kegunaan, serta manfaat dua tanaman yang dibudidayakan. “Kata bapak dan ibu guru, nanti saat memanen siswa juga akan diajak,” ujarnya.

BACA JUGA: Ruang UKS Tidak Maksimal kini Jadi Ruang Arsip

Kepala SDN Tempurejo 05 Mohamad Solikin menjelaskan, pemilihan bunga telang dan pohon kelor itu bukan tanpa alasan. Sebab, keduanya bisa memiliki manfaat ekonomi. Nantinya, ketika memasuki masa panen, bunga maupun biji bunga telang itu bisa dijual. Sedangkan daun kelor bisa digunakan sendiri untuk menambah gizi siswa. “Hasil penelitian, daun kelor juga bisa mencegah stunting. Jadi baik untuk siswa,” jelasnya, Sabtu (21/5).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/