alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Tak Semua Terapkan KBM Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa belajar daring untuk siswa sekolah di berbagai jenjang memang sudah berjalan sejak awal ditetapkannya masa darurat pandemi Covid-19 pada 16 Maret lalu. Hingga kini, para siswa masih melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah, dengan memanfaatkan teknologi seperti gawai dan aplikasi percakapan.

Hanya saja, masih ada beberapa sekolah yang belum bisa melaksanakan model pembelajaran daring tersebut. Mereka mengalami keterbatasan layanan internet. Terlebih, untuk siswa yang berada di daerah kawasan pinggiran, nyaris tak ada model KBM daring.

Seperti di SMP Negeri 4 Silo. Sekolah yang terletak di wilayah Desa Mulyorejo, atau kawasan Kebun PTPN XII Silosanen itu memang memiliki akses yang cukup jauh dari pusat kota. Hal inilah yang menyulitkan para guru, sehingga tidak bisa memberlakukan KBM daring. “Akhirnya harus home visit. Kami kunjungi ke rumah-rumah siswa,” kata Bagus Wahyudi, salah satu guru SMP Negeri 4 Silo, seusai melakukan kunjungan ke salah satu rumah siswa di Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kedatangannya ke rumah siswa itu tak sekadar kunjungan. Dirinya juga memantau kegiatan siswa di rumah sekaligus mengevaluasi tugas-tugas yang sempat diberikannya. Menurutnya, kedatangan itu sudah kesekian kalinya dilakukan. Karena tidak bisa menjalankan KBM secara daring, maka model home visit menjadi satu-satunya pilihan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa belajar daring untuk siswa sekolah di berbagai jenjang memang sudah berjalan sejak awal ditetapkannya masa darurat pandemi Covid-19 pada 16 Maret lalu. Hingga kini, para siswa masih melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah, dengan memanfaatkan teknologi seperti gawai dan aplikasi percakapan.

Hanya saja, masih ada beberapa sekolah yang belum bisa melaksanakan model pembelajaran daring tersebut. Mereka mengalami keterbatasan layanan internet. Terlebih, untuk siswa yang berada di daerah kawasan pinggiran, nyaris tak ada model KBM daring.

Seperti di SMP Negeri 4 Silo. Sekolah yang terletak di wilayah Desa Mulyorejo, atau kawasan Kebun PTPN XII Silosanen itu memang memiliki akses yang cukup jauh dari pusat kota. Hal inilah yang menyulitkan para guru, sehingga tidak bisa memberlakukan KBM daring. “Akhirnya harus home visit. Kami kunjungi ke rumah-rumah siswa,” kata Bagus Wahyudi, salah satu guru SMP Negeri 4 Silo, seusai melakukan kunjungan ke salah satu rumah siswa di Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Kedatangannya ke rumah siswa itu tak sekadar kunjungan. Dirinya juga memantau kegiatan siswa di rumah sekaligus mengevaluasi tugas-tugas yang sempat diberikannya. Menurutnya, kedatangan itu sudah kesekian kalinya dilakukan. Karena tidak bisa menjalankan KBM secara daring, maka model home visit menjadi satu-satunya pilihan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa belajar daring untuk siswa sekolah di berbagai jenjang memang sudah berjalan sejak awal ditetapkannya masa darurat pandemi Covid-19 pada 16 Maret lalu. Hingga kini, para siswa masih melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah, dengan memanfaatkan teknologi seperti gawai dan aplikasi percakapan.

Hanya saja, masih ada beberapa sekolah yang belum bisa melaksanakan model pembelajaran daring tersebut. Mereka mengalami keterbatasan layanan internet. Terlebih, untuk siswa yang berada di daerah kawasan pinggiran, nyaris tak ada model KBM daring.

Seperti di SMP Negeri 4 Silo. Sekolah yang terletak di wilayah Desa Mulyorejo, atau kawasan Kebun PTPN XII Silosanen itu memang memiliki akses yang cukup jauh dari pusat kota. Hal inilah yang menyulitkan para guru, sehingga tidak bisa memberlakukan KBM daring. “Akhirnya harus home visit. Kami kunjungi ke rumah-rumah siswa,” kata Bagus Wahyudi, salah satu guru SMP Negeri 4 Silo, seusai melakukan kunjungan ke salah satu rumah siswa di Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

Kedatangannya ke rumah siswa itu tak sekadar kunjungan. Dirinya juga memantau kegiatan siswa di rumah sekaligus mengevaluasi tugas-tugas yang sempat diberikannya. Menurutnya, kedatangan itu sudah kesekian kalinya dilakukan. Karena tidak bisa menjalankan KBM secara daring, maka model home visit menjadi satu-satunya pilihan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/