Bisa Kerjakan Tugas kalau Ada Paketan

Kendala Siswa saat Belajar di Rumah

BELAJAR DI RUMAH: Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo bersama Kepala SMPN 7 Jember Syaiful Bahri menyambangi rumah Desti, salah seorang siswa yang belajar di rumah, kemarin (20/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Awal pekan ini, Pemkab Jember mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara waktu aktivitas belajar siswa di sekolah. Mereka diminta belajar mandiri di rumah masing-masing dengan panduan guru dan dampingan orang tua. Langkah yang bertujuan untuk mencegah penularan virus korona (Covid-19) ini berlangsung selama dua pekan hingga 29 Maret mendatang.

IKLAN

Memastikan program belajar di rumah itu berjalan dengan baik, Dinas Pendidikan Jember mengunjungi beberapa kediaman siswa. Hal ini untuk mengecek kebenaran apakah mereka tetap belajar sesuai dengan tugas yang diberikan oleh guru atau tidak.

Rombongan Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo terlihat menggunakan sepeda motor saat mendatangi rumah-rumah siswa yang bakal dituju. Pengecekan itu dilakukan secara acak untuk memastikan apakah siswa memang sedang belajar atau justru bermain. Sedikitnya, ada tiga rumah siswa yang didatangi. Salah satunya adalah rumah siswa SD yang masih duduk di bangku SD.

Saat dikkunjungi, ternyata mereka benar-benar mengikuti pembelajaran dari jarak jauh. Bahkan, juga ada grup WhatsApp SMP yang dibuat sebagai sarana interaksi antara siswa dengan guru. Sehingga guru cukup memantau proses belajar siswa dari grup WhatsApp sekolah tersebut. “Di grup itu sudah banyak yang mengomentari dan mengirim foto saat belajar di rumah,” ujar Edy Budi Susilo.

Desti Natalia Safitri, salah seorang siswa yang rumahnya didatangi rombongan dinas pendidikan, terlihat sedang belajar di rumahnya menggunakan sistem pembelajaran model Google class room. Siswa kelas 9A SMPN 7 Jember ini mengaku terkejut dengan kedatangan rombongan yang dipimpin langsung oleh kepala dinas. Apalagi, saat itu juga ada Kepala SMPN 7 Jember Syaiful Bahri ikut bersama rombongan.

Setelah meminta izin kepada orang tua siswa, Edy bersama Syaiful serta sejumlah guru yang lain melihat langsung untuk memonitor aktivitas belajar Desti di ruang tamunya. Tak hanya Desti, salah satu siswa kelas 1 SDN Slawu 3 Patrang yang juga adik kandung Desti juga tak luput dari pemantauan tersebut.

Menurut Edy, kunjungan yang dilakukan ini menunjukkan ternyata siswa dan siswi memang benar menjalankan apa yang diinstruksikan oleh guru mereka masing-masing. “Kami juga ingin melihat bagaimana pola pembelajaran jarak jauh para guru dan instruktur dalam mendistribukan soal dan pertanyaan maupun tugas-tugas itu,” jelasnya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Desti mengaku senang belajar di rumah. Sebab, dirinya bisa berkumpul dengan keluarga. Kendati begitu, di sisi lain dia juga merasa ada yang hilang saat ada tugas dari guru yang cukup banyak. Sebab, ia tak bisa berdiskusi langsung dengan teman-teman sekelasnya. “Karena dibatasi hanya melalui pembelajaran online,” ujarnya.

Desti menambahkan, saat proses pembelajaran daring dia memerlukan waktu yang cukup lama ketika ingin berdiskusi dengan teman-temannya. Sedangkan ketika bertemu langsung, bisa lebih cepat menyelesaikan tugas sekolah. “Yang menjadi kendala ketika belajar lewat jarak jauh kalau sudah paketan habis, sehingga susah untuk mengerjakan soal-soalnya,” pungkasnya.

 

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih