alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Kurikulum Darurat Sudah Hampir Habis

KBM Daring Sementara Terhenti

Sekolah Siapkan Rapor dan Ijazah Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan adanya Kurikulum Darurat selama wabah korona, pekan kemarin, tampaknya hingga hari ini belum terdapat perubahan mendasar terhadap berjalannya proses kegiatan belajar mengajar atau KBM daring di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo memaparkan, kebijakan kurikulum darurat itu memang sempat menjadi pembahasan beberapa pekan kemarin. Namun ia menilai, kurikulum darurat adalah masa pembelajaran darurat yang dilaksanakan secara daring di rumah masing-masing siswa, selama wabah korona ini belum berlalu. “Kurikulum darurat sudah menjelang habis dan hari ini anak-anak kita sudah menjelang istirahat atau memasuki liburan hari raya,” jelas Edy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih jauh dia menjelaskan, KBM daring yang berjalan selama ini sudah dianggapnya sebagai bentuk respons pemerintah dalam mengatasi kebuntuan belajar siswa di sekolah. Kurikulum darurat adalah bentuk lain dari kurikulum yang sudah ada dan dikhususkan berjalan selama masa belajar di tengah wabah ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu juga diperkuat dengan kebijakan Kemendikbud melalui Pusdatin bahwa KBM daring yang telah berjalan didukung dengan berbagai aplikasi pembelajaran daring. “Jadi, proses KBM daring itu relatif dan hari ini sudah mulai selesai,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan adanya Kurikulum Darurat selama wabah korona, pekan kemarin, tampaknya hingga hari ini belum terdapat perubahan mendasar terhadap berjalannya proses kegiatan belajar mengajar atau KBM daring di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo memaparkan, kebijakan kurikulum darurat itu memang sempat menjadi pembahasan beberapa pekan kemarin. Namun ia menilai, kurikulum darurat adalah masa pembelajaran darurat yang dilaksanakan secara daring di rumah masing-masing siswa, selama wabah korona ini belum berlalu. “Kurikulum darurat sudah menjelang habis dan hari ini anak-anak kita sudah menjelang istirahat atau memasuki liburan hari raya,” jelas Edy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih jauh dia menjelaskan, KBM daring yang berjalan selama ini sudah dianggapnya sebagai bentuk respons pemerintah dalam mengatasi kebuntuan belajar siswa di sekolah. Kurikulum darurat adalah bentuk lain dari kurikulum yang sudah ada dan dikhususkan berjalan selama masa belajar di tengah wabah ini.

Hal itu juga diperkuat dengan kebijakan Kemendikbud melalui Pusdatin bahwa KBM daring yang telah berjalan didukung dengan berbagai aplikasi pembelajaran daring. “Jadi, proses KBM daring itu relatif dan hari ini sudah mulai selesai,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan adanya Kurikulum Darurat selama wabah korona, pekan kemarin, tampaknya hingga hari ini belum terdapat perubahan mendasar terhadap berjalannya proses kegiatan belajar mengajar atau KBM daring di berbagai daerah. Tak terkecuali di Jember sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo memaparkan, kebijakan kurikulum darurat itu memang sempat menjadi pembahasan beberapa pekan kemarin. Namun ia menilai, kurikulum darurat adalah masa pembelajaran darurat yang dilaksanakan secara daring di rumah masing-masing siswa, selama wabah korona ini belum berlalu. “Kurikulum darurat sudah menjelang habis dan hari ini anak-anak kita sudah menjelang istirahat atau memasuki liburan hari raya,” jelas Edy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih jauh dia menjelaskan, KBM daring yang berjalan selama ini sudah dianggapnya sebagai bentuk respons pemerintah dalam mengatasi kebuntuan belajar siswa di sekolah. Kurikulum darurat adalah bentuk lain dari kurikulum yang sudah ada dan dikhususkan berjalan selama masa belajar di tengah wabah ini.

Hal itu juga diperkuat dengan kebijakan Kemendikbud melalui Pusdatin bahwa KBM daring yang telah berjalan didukung dengan berbagai aplikasi pembelajaran daring. “Jadi, proses KBM daring itu relatif dan hari ini sudah mulai selesai,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/