alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

SMA Masih Tunggu Izin

Pelaksanaan PTM di Tahun Ajaran Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak kemarin (19/4), jenjang SD dan SMP resmi melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Skema PTM yang dilakukan adalah siswa yang hadir di sekolah hanya 50 persen dari jumlah siswa seluruhnya. Jam sekolah pun dibatasi, yakni hanya tiga jam pembelajaran. Sementara tingkat SMA, hingga kini belum ada kepastian. Sebab, masih menunggu izin dari satgas Covid-19.

Keputusan PTM untuk tingkat SD dan SMP ini melalui prosedur yang cukup panjang. Dirunut ke belakang, tarik ulur keputusan PTM sudah dimulai sejak akhir Februari lalu. Simulasinya digelar akhir 2020. Sejak saat itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember telah berkirim surat beberapa kali ke satgas Covid-19 terkait dengan izin pelaksanaannya. Izin itu baru dikeluarkan awal pekan kedua April ini.

Sementara untuk jenjang SMA, Maret lalu melangsungkan ujian sekolah menggunakan sistem daring. Ujian ini yang menjadi syarat kelulusan. Dalam prosesnya, setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing. Misalnya di SMA Katolik Santo Paulus. Sekolah di bilangan Jalan Trunojoyo tersebut memberi kebijakan seluruh siswa yang mengikuti ujian harus menggunakan dua peranti gawai sekaligus. Satu ponsel untuk merekam dan ponsel lainnya dipakai untuk mengerjakan soal. Sedangkan sekolah lainnya, biasanya hanya cukup satu gawai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Waka Kurikulum SMA Katolik Santo Paulus Joko Prabowo mengungkapkan, meski pembelajaran daring tidak pernah terkendala di sekolahnya, namun rencananya PTM tetap akan digelar pada tahun ajaran baru nanti. “Tahun ajaran baru kami siap tatap muka, meski hanya sebagian murid. Sistemnya pakai luring dan daring,” jelasnya, kemarin (19/4).

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk pemberlakuan belajar tatap muka pada jenjang SMA. Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih berkoordinasi dengan satgas Covid-19 dan belum mendapatkan izin. “Kami sudah mengirimkan surat ke bupati dan satgas Covid-19. Kami tindak lanjuti dengan koordinasi tadi pagi,” katanya.

Perkembangan dari koordinasi yang berlangsung kemarin itu, ada rencana penambahan sekolah yang akan menggelar PTM. Walaupun, belum dibeberkan kapan hal itu bakal dilaksanakan. Mahrus juga enggan menyebut secara spesifik berapa jumlah sekolah yang akan melakukan PTM tersebut. “Yang jelas ada penambahan beberapa sekolah,” tuturnya, yang juga menyebut Cabdin Pendidikan Jember diharuskan membuat surat terbaru mengenai izin tatap muka tersebut.

Di sisi lain, Mahrus memastikan, pihaknya terus berupaya agar lembaga SMA di Jember bisa melangsungkan atau mendapatkan izin PTM secepatnya. Tujuannya agar bisa menyusul wilayah lain yang saat ini sudah menggelar PTM. “Biar sama dengan kabupaten lain yang sudah PTM,” pungkasnya.

 

Senang Bertemu Teman

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak kemarin (19/4), jenjang SD dan SMP resmi melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Skema PTM yang dilakukan adalah siswa yang hadir di sekolah hanya 50 persen dari jumlah siswa seluruhnya. Jam sekolah pun dibatasi, yakni hanya tiga jam pembelajaran. Sementara tingkat SMA, hingga kini belum ada kepastian. Sebab, masih menunggu izin dari satgas Covid-19.

Keputusan PTM untuk tingkat SD dan SMP ini melalui prosedur yang cukup panjang. Dirunut ke belakang, tarik ulur keputusan PTM sudah dimulai sejak akhir Februari lalu. Simulasinya digelar akhir 2020. Sejak saat itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember telah berkirim surat beberapa kali ke satgas Covid-19 terkait dengan izin pelaksanaannya. Izin itu baru dikeluarkan awal pekan kedua April ini.

Sementara untuk jenjang SMA, Maret lalu melangsungkan ujian sekolah menggunakan sistem daring. Ujian ini yang menjadi syarat kelulusan. Dalam prosesnya, setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing. Misalnya di SMA Katolik Santo Paulus. Sekolah di bilangan Jalan Trunojoyo tersebut memberi kebijakan seluruh siswa yang mengikuti ujian harus menggunakan dua peranti gawai sekaligus. Satu ponsel untuk merekam dan ponsel lainnya dipakai untuk mengerjakan soal. Sedangkan sekolah lainnya, biasanya hanya cukup satu gawai.

Waka Kurikulum SMA Katolik Santo Paulus Joko Prabowo mengungkapkan, meski pembelajaran daring tidak pernah terkendala di sekolahnya, namun rencananya PTM tetap akan digelar pada tahun ajaran baru nanti. “Tahun ajaran baru kami siap tatap muka, meski hanya sebagian murid. Sistemnya pakai luring dan daring,” jelasnya, kemarin (19/4).

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk pemberlakuan belajar tatap muka pada jenjang SMA. Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih berkoordinasi dengan satgas Covid-19 dan belum mendapatkan izin. “Kami sudah mengirimkan surat ke bupati dan satgas Covid-19. Kami tindak lanjuti dengan koordinasi tadi pagi,” katanya.

Perkembangan dari koordinasi yang berlangsung kemarin itu, ada rencana penambahan sekolah yang akan menggelar PTM. Walaupun, belum dibeberkan kapan hal itu bakal dilaksanakan. Mahrus juga enggan menyebut secara spesifik berapa jumlah sekolah yang akan melakukan PTM tersebut. “Yang jelas ada penambahan beberapa sekolah,” tuturnya, yang juga menyebut Cabdin Pendidikan Jember diharuskan membuat surat terbaru mengenai izin tatap muka tersebut.

Di sisi lain, Mahrus memastikan, pihaknya terus berupaya agar lembaga SMA di Jember bisa melangsungkan atau mendapatkan izin PTM secepatnya. Tujuannya agar bisa menyusul wilayah lain yang saat ini sudah menggelar PTM. “Biar sama dengan kabupaten lain yang sudah PTM,” pungkasnya.

 

Senang Bertemu Teman

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak kemarin (19/4), jenjang SD dan SMP resmi melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Skema PTM yang dilakukan adalah siswa yang hadir di sekolah hanya 50 persen dari jumlah siswa seluruhnya. Jam sekolah pun dibatasi, yakni hanya tiga jam pembelajaran. Sementara tingkat SMA, hingga kini belum ada kepastian. Sebab, masih menunggu izin dari satgas Covid-19.

Keputusan PTM untuk tingkat SD dan SMP ini melalui prosedur yang cukup panjang. Dirunut ke belakang, tarik ulur keputusan PTM sudah dimulai sejak akhir Februari lalu. Simulasinya digelar akhir 2020. Sejak saat itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember telah berkirim surat beberapa kali ke satgas Covid-19 terkait dengan izin pelaksanaannya. Izin itu baru dikeluarkan awal pekan kedua April ini.

Sementara untuk jenjang SMA, Maret lalu melangsungkan ujian sekolah menggunakan sistem daring. Ujian ini yang menjadi syarat kelulusan. Dalam prosesnya, setiap sekolah memiliki kebijakan masing-masing. Misalnya di SMA Katolik Santo Paulus. Sekolah di bilangan Jalan Trunojoyo tersebut memberi kebijakan seluruh siswa yang mengikuti ujian harus menggunakan dua peranti gawai sekaligus. Satu ponsel untuk merekam dan ponsel lainnya dipakai untuk mengerjakan soal. Sedangkan sekolah lainnya, biasanya hanya cukup satu gawai.

Waka Kurikulum SMA Katolik Santo Paulus Joko Prabowo mengungkapkan, meski pembelajaran daring tidak pernah terkendala di sekolahnya, namun rencananya PTM tetap akan digelar pada tahun ajaran baru nanti. “Tahun ajaran baru kami siap tatap muka, meski hanya sebagian murid. Sistemnya pakai luring dan daring,” jelasnya, kemarin (19/4).

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk pemberlakuan belajar tatap muka pada jenjang SMA. Menurutnya, sejauh ini pihaknya masih berkoordinasi dengan satgas Covid-19 dan belum mendapatkan izin. “Kami sudah mengirimkan surat ke bupati dan satgas Covid-19. Kami tindak lanjuti dengan koordinasi tadi pagi,” katanya.

Perkembangan dari koordinasi yang berlangsung kemarin itu, ada rencana penambahan sekolah yang akan menggelar PTM. Walaupun, belum dibeberkan kapan hal itu bakal dilaksanakan. Mahrus juga enggan menyebut secara spesifik berapa jumlah sekolah yang akan melakukan PTM tersebut. “Yang jelas ada penambahan beberapa sekolah,” tuturnya, yang juga menyebut Cabdin Pendidikan Jember diharuskan membuat surat terbaru mengenai izin tatap muka tersebut.

Di sisi lain, Mahrus memastikan, pihaknya terus berupaya agar lembaga SMA di Jember bisa melangsungkan atau mendapatkan izin PTM secepatnya. Tujuannya agar bisa menyusul wilayah lain yang saat ini sudah menggelar PTM. “Biar sama dengan kabupaten lain yang sudah PTM,” pungkasnya.

 

Senang Bertemu Teman

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/