alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sekolah Siap, Tunggu Rekomendasi Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan supervisi pada dua lembaga SD di Jember. Kunjungan itu untuk menilik kesiapan kurikulum SD di Jember guna melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Dua SD yang disupervisi itu adalah SDN Sumbersari 02 dan SDN Al-Baitul Amin 02, yang mewakili SD swasta dan negeri.

“Pada dasarnya, dua SD itu sudah siap melakukan PTM. Protokol kesehatan sudah maksimal. Tinggal menunggu (persetujuan, Red) dari bupati,” ungkap Mulyadi, staf Direktorat SD Kemendikbud, ketika berkunjung ke SDN Baitul Amin 02, kemarin (19/3).

Menurutnya, tolok ukur kesiapan itu adalah protokol kesehatan (prokes) dan permintaan wali murid. Apalagi, dalam proses pembelajarannya, kedua sekolah itu memberlakukan termin dalam skema pembelajaran. Yakni siswa bergantian masuk sekolah. “Makanya, hasil supervisi ini akan menjadi pertimbangan Pak Kadis (Kepala Dinas Pendidikan, Red) dan direktorat untuk PTM,” imbuh Mulyadi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di SD Baitul Amin 02, supervisi yang dilakukan melibatkan wali murid dan siswa. Wali murid diharuskan mengisi kuesioner yang telah diberikan oleh staf direktorat. Angket tersebut berupa kondisi pembelajaran selama pandemi, hingga tujuan wali murid untuk melaksanakan PTM. “Saya berharap, anak-anak cepat masuk sekolah. Karena anak saya sudah satu tahun tidak masuk. Yang dikhawatirkan adalah kesiapan untuk menghadapi ujian sekolah,” tutur Roro Ajeng, salah satu wali murid SD Baitul Amin 02.

Selain wali murid, angket juga diberikan kepada dua siswa SD Baitul Amin 02. Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam angket tersebut adalah pengetahuan siswa mengenai virus korona dan bentuk-bentuk proteksi yang telah dilakukan oleh siswa. Layaknya sebuah ujian, angket itu berupa pertanyaan uraian yang harus diisi.

Terpisah, Kepala SD Baitul Amin 02 Muzzaki Hidayat mengungkapkan, semua wali murid ingin segera melakukan tatap muka. Pada bulan November, pihaknya telah menyebarkan angket ke semua wali murid seluruh jenjang kelas mengenai kesiapan tatap muka. “Sekitar 80 persen wali murid setuju untuk melakukan tatap muka. Waktu itu Jember masih zona merah,” ungkap Muzzaki.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan supervisi pada dua lembaga SD di Jember. Kunjungan itu untuk menilik kesiapan kurikulum SD di Jember guna melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Dua SD yang disupervisi itu adalah SDN Sumbersari 02 dan SDN Al-Baitul Amin 02, yang mewakili SD swasta dan negeri.

“Pada dasarnya, dua SD itu sudah siap melakukan PTM. Protokol kesehatan sudah maksimal. Tinggal menunggu (persetujuan, Red) dari bupati,” ungkap Mulyadi, staf Direktorat SD Kemendikbud, ketika berkunjung ke SDN Baitul Amin 02, kemarin (19/3).

Menurutnya, tolok ukur kesiapan itu adalah protokol kesehatan (prokes) dan permintaan wali murid. Apalagi, dalam proses pembelajarannya, kedua sekolah itu memberlakukan termin dalam skema pembelajaran. Yakni siswa bergantian masuk sekolah. “Makanya, hasil supervisi ini akan menjadi pertimbangan Pak Kadis (Kepala Dinas Pendidikan, Red) dan direktorat untuk PTM,” imbuh Mulyadi.

Di SD Baitul Amin 02, supervisi yang dilakukan melibatkan wali murid dan siswa. Wali murid diharuskan mengisi kuesioner yang telah diberikan oleh staf direktorat. Angket tersebut berupa kondisi pembelajaran selama pandemi, hingga tujuan wali murid untuk melaksanakan PTM. “Saya berharap, anak-anak cepat masuk sekolah. Karena anak saya sudah satu tahun tidak masuk. Yang dikhawatirkan adalah kesiapan untuk menghadapi ujian sekolah,” tutur Roro Ajeng, salah satu wali murid SD Baitul Amin 02.

Selain wali murid, angket juga diberikan kepada dua siswa SD Baitul Amin 02. Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam angket tersebut adalah pengetahuan siswa mengenai virus korona dan bentuk-bentuk proteksi yang telah dilakukan oleh siswa. Layaknya sebuah ujian, angket itu berupa pertanyaan uraian yang harus diisi.

Terpisah, Kepala SD Baitul Amin 02 Muzzaki Hidayat mengungkapkan, semua wali murid ingin segera melakukan tatap muka. Pada bulan November, pihaknya telah menyebarkan angket ke semua wali murid seluruh jenjang kelas mengenai kesiapan tatap muka. “Sekitar 80 persen wali murid setuju untuk melakukan tatap muka. Waktu itu Jember masih zona merah,” ungkap Muzzaki.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan supervisi pada dua lembaga SD di Jember. Kunjungan itu untuk menilik kesiapan kurikulum SD di Jember guna melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Dua SD yang disupervisi itu adalah SDN Sumbersari 02 dan SDN Al-Baitul Amin 02, yang mewakili SD swasta dan negeri.

“Pada dasarnya, dua SD itu sudah siap melakukan PTM. Protokol kesehatan sudah maksimal. Tinggal menunggu (persetujuan, Red) dari bupati,” ungkap Mulyadi, staf Direktorat SD Kemendikbud, ketika berkunjung ke SDN Baitul Amin 02, kemarin (19/3).

Menurutnya, tolok ukur kesiapan itu adalah protokol kesehatan (prokes) dan permintaan wali murid. Apalagi, dalam proses pembelajarannya, kedua sekolah itu memberlakukan termin dalam skema pembelajaran. Yakni siswa bergantian masuk sekolah. “Makanya, hasil supervisi ini akan menjadi pertimbangan Pak Kadis (Kepala Dinas Pendidikan, Red) dan direktorat untuk PTM,” imbuh Mulyadi.

Di SD Baitul Amin 02, supervisi yang dilakukan melibatkan wali murid dan siswa. Wali murid diharuskan mengisi kuesioner yang telah diberikan oleh staf direktorat. Angket tersebut berupa kondisi pembelajaran selama pandemi, hingga tujuan wali murid untuk melaksanakan PTM. “Saya berharap, anak-anak cepat masuk sekolah. Karena anak saya sudah satu tahun tidak masuk. Yang dikhawatirkan adalah kesiapan untuk menghadapi ujian sekolah,” tutur Roro Ajeng, salah satu wali murid SD Baitul Amin 02.

Selain wali murid, angket juga diberikan kepada dua siswa SD Baitul Amin 02. Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam angket tersebut adalah pengetahuan siswa mengenai virus korona dan bentuk-bentuk proteksi yang telah dilakukan oleh siswa. Layaknya sebuah ujian, angket itu berupa pertanyaan uraian yang harus diisi.

Terpisah, Kepala SD Baitul Amin 02 Muzzaki Hidayat mengungkapkan, semua wali murid ingin segera melakukan tatap muka. Pada bulan November, pihaknya telah menyebarkan angket ke semua wali murid seluruh jenjang kelas mengenai kesiapan tatap muka. “Sekitar 80 persen wali murid setuju untuk melakukan tatap muka. Waktu itu Jember masih zona merah,” ungkap Muzzaki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/