30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Cegah Pikun, Embah-Embah di Jember Diajak Sekolah Bareng

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Jika umumnya sekolah hanya ditujukan bagi anak, remaja dan warga yang masih berusia produktif saja, tapi di Jember ini berbeda. Mereka para lansia atau embah-embah, juga diajak bejalar bersama. Program yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bernama program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

Program itu baru saja diresmikan pada 15 September kemarin. Kegiatan ini disebut akan menjadi titik balik kebangkitan para lansia, khususnya di Kabupaten Jember.

“Banyak lansia yang diperlakukan kurang pantas. Bahkan yang lebih ekstrem, pengurungan pada lansia itu masih sering kita jumpai bersama. Kejadian seperti ini tidak kita inginkan. Oleh karenanya, program ini diharap mampu menyejahterahkan dan menjadikan para lansia sebagai lansia yang tangguh juga potensial,” ucap Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember saat ditemui baru-baru ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembentukan Selantang berangkat dari stigma masyarakat yang seringkali memandang lansia sebelah mata. Program ini menyasar para lansia yang didampingi oleh keluarga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan komunukiasi dua arah, serta menghindari adanya salah paham satu sama lain.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Jika umumnya sekolah hanya ditujukan bagi anak, remaja dan warga yang masih berusia produktif saja, tapi di Jember ini berbeda. Mereka para lansia atau embah-embah, juga diajak bejalar bersama. Program yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bernama program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

Program itu baru saja diresmikan pada 15 September kemarin. Kegiatan ini disebut akan menjadi titik balik kebangkitan para lansia, khususnya di Kabupaten Jember.

“Banyak lansia yang diperlakukan kurang pantas. Bahkan yang lebih ekstrem, pengurungan pada lansia itu masih sering kita jumpai bersama. Kejadian seperti ini tidak kita inginkan. Oleh karenanya, program ini diharap mampu menyejahterahkan dan menjadikan para lansia sebagai lansia yang tangguh juga potensial,” ucap Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember saat ditemui baru-baru ini.

BACA JUGA: BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembentukan Selantang berangkat dari stigma masyarakat yang seringkali memandang lansia sebelah mata. Program ini menyasar para lansia yang didampingi oleh keluarga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan komunukiasi dua arah, serta menghindari adanya salah paham satu sama lain.

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Jika umumnya sekolah hanya ditujukan bagi anak, remaja dan warga yang masih berusia produktif saja, tapi di Jember ini berbeda. Mereka para lansia atau embah-embah, juga diajak bejalar bersama. Program yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bernama program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

Program itu baru saja diresmikan pada 15 September kemarin. Kegiatan ini disebut akan menjadi titik balik kebangkitan para lansia, khususnya di Kabupaten Jember.

“Banyak lansia yang diperlakukan kurang pantas. Bahkan yang lebih ekstrem, pengurungan pada lansia itu masih sering kita jumpai bersama. Kejadian seperti ini tidak kita inginkan. Oleh karenanya, program ini diharap mampu menyejahterahkan dan menjadikan para lansia sebagai lansia yang tangguh juga potensial,” ucap Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember saat ditemui baru-baru ini.

BACA JUGA: BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembentukan Selantang berangkat dari stigma masyarakat yang seringkali memandang lansia sebelah mata. Program ini menyasar para lansia yang didampingi oleh keluarga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan komunukiasi dua arah, serta menghindari adanya salah paham satu sama lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/