alexametrics
28.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Implementasi Iptek Sub Sektor Perkebunan untuk Mendukung Devisa dan Ketahanan Energi Negara

Mobile_AP_Rectangle 1

Berdasarkan data, Jika dilihat pertumbuhan dari kontributor utama energi baru terbarukan dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan tahunan biofuel mencapai 85%. Hal ini tentu dapat menjadi peluang terbesar bagi energi baru terbarukan untuk dapat mencapai target bauran pada tahun 2025 dan 2050.”Indonesia beralih dari pola pertumbuhan yang digerakkan oleh sumber daya serta bergantung pada modal dan tenaga kerja, menjadi pola pertumbuhan yang berbasis produktivitas tinggi serta inovasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Triono Bambang Irawan, Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBKWU) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang sekaligus panitia acara seminar, berharap akan meningkatnya inovasi-inovasi baru terkait energi terbarukan. “Jember menjadi salah satu Kabupaten dengan sektor perkebunan tembakaunya bisa ikut membantu peningkatan devisa negara,” harapnya.

- Advertisement -

Berdasarkan data, Jika dilihat pertumbuhan dari kontributor utama energi baru terbarukan dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan tahunan biofuel mencapai 85%. Hal ini tentu dapat menjadi peluang terbesar bagi energi baru terbarukan untuk dapat mencapai target bauran pada tahun 2025 dan 2050.”Indonesia beralih dari pola pertumbuhan yang digerakkan oleh sumber daya serta bergantung pada modal dan tenaga kerja, menjadi pola pertumbuhan yang berbasis produktivitas tinggi serta inovasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Triono Bambang Irawan, Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBKWU) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang sekaligus panitia acara seminar, berharap akan meningkatnya inovasi-inovasi baru terkait energi terbarukan. “Jember menjadi salah satu Kabupaten dengan sektor perkebunan tembakaunya bisa ikut membantu peningkatan devisa negara,” harapnya.

Berdasarkan data, Jika dilihat pertumbuhan dari kontributor utama energi baru terbarukan dalam 10 tahun terakhir. Pertumbuhan tahunan biofuel mencapai 85%. Hal ini tentu dapat menjadi peluang terbesar bagi energi baru terbarukan untuk dapat mencapai target bauran pada tahun 2025 dan 2050.”Indonesia beralih dari pola pertumbuhan yang digerakkan oleh sumber daya serta bergantung pada modal dan tenaga kerja, menjadi pola pertumbuhan yang berbasis produktivitas tinggi serta inovasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Triono Bambang Irawan, Kepala Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBKWU) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang sekaligus panitia acara seminar, berharap akan meningkatnya inovasi-inovasi baru terkait energi terbarukan. “Jember menjadi salah satu Kabupaten dengan sektor perkebunan tembakaunya bisa ikut membantu peningkatan devisa negara,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/