alexametrics
21.6 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Aplikasi EMIS 4.0 Produk Gagal Kemenag Kini Tak “Ngadat” Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

BALUNG, RADARJEMBER.ID – Sekitar tiga bulan terakhir, aplikasi sistem informasi manajemen pendidikan mulai dioperasikan untuk madrasah-madrasah. Meski di awal-awal penggunaan aplikasi berbasis website bernama Education Management Information System (EMIS) 4.0 itu banyak dikeluhkan oleh operator madrasah, tapi kini sudah tidak lagi. Sebelumnya, operator sampai menilai aplikasi itu merupakan produk gagal Kementerian Agama (Kemenag) karena sering bermasalah dan ngadat.

Saat ini, aplikasi tersebut sudah ada perbaikan. Perlahan-lahan kendala yang sebelumnya dikeluhkan juga mulai teratasi. Mulai dari fitur penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga fitur mutasi sudah dapat diakses dengan normal. Meski begitu, tetap ada fitur yang belum seutuhnya dapat dioperasikan secara optimal. Misalnya fitur kelulusan. Sebab, sering kali dalam fitur tersebut data siswa tidak sinkron dengan jumlah yang sudah dimasukkan.

Istalia, salah satu operator MTs swasta di Kecamatan Balung, mengatakan, beberapa fitur sudah dapat diakses dengan baik. Walaupun kadang-kadang ada beberapa data yang hilang dan harus mengunggah ulang. Namun, kondisinya tidak separah dulu saat aplikasi baru diluncurkan. “Misalnya, di fitur kelulusan jumlah murid saya di kelas ada 25, tapi yang terdata cuma 20. Yang lima ini ke mana?” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia memaklumi dengan beberapa hal yang belum berjalan secara maksimal. Istalia juga yakin nantinya semua fitur di EMIS akan berjalan sesuai dengan rancangan. Ia menganggap, kondisi ini adalah masa untuk evaluasi atau berbenah atas kondisi sebelumnya. “Memang semua butuh proses perbaikan. Tapi, mungkin kalau belum beres jangan di-launching dulu,” jelasnya.

- Advertisement -

BALUNG, RADARJEMBER.ID – Sekitar tiga bulan terakhir, aplikasi sistem informasi manajemen pendidikan mulai dioperasikan untuk madrasah-madrasah. Meski di awal-awal penggunaan aplikasi berbasis website bernama Education Management Information System (EMIS) 4.0 itu banyak dikeluhkan oleh operator madrasah, tapi kini sudah tidak lagi. Sebelumnya, operator sampai menilai aplikasi itu merupakan produk gagal Kementerian Agama (Kemenag) karena sering bermasalah dan ngadat.

Saat ini, aplikasi tersebut sudah ada perbaikan. Perlahan-lahan kendala yang sebelumnya dikeluhkan juga mulai teratasi. Mulai dari fitur penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga fitur mutasi sudah dapat diakses dengan normal. Meski begitu, tetap ada fitur yang belum seutuhnya dapat dioperasikan secara optimal. Misalnya fitur kelulusan. Sebab, sering kali dalam fitur tersebut data siswa tidak sinkron dengan jumlah yang sudah dimasukkan.

Istalia, salah satu operator MTs swasta di Kecamatan Balung, mengatakan, beberapa fitur sudah dapat diakses dengan baik. Walaupun kadang-kadang ada beberapa data yang hilang dan harus mengunggah ulang. Namun, kondisinya tidak separah dulu saat aplikasi baru diluncurkan. “Misalnya, di fitur kelulusan jumlah murid saya di kelas ada 25, tapi yang terdata cuma 20. Yang lima ini ke mana?” ucapnya.

Ia memaklumi dengan beberapa hal yang belum berjalan secara maksimal. Istalia juga yakin nantinya semua fitur di EMIS akan berjalan sesuai dengan rancangan. Ia menganggap, kondisi ini adalah masa untuk evaluasi atau berbenah atas kondisi sebelumnya. “Memang semua butuh proses perbaikan. Tapi, mungkin kalau belum beres jangan di-launching dulu,” jelasnya.

BALUNG, RADARJEMBER.ID – Sekitar tiga bulan terakhir, aplikasi sistem informasi manajemen pendidikan mulai dioperasikan untuk madrasah-madrasah. Meski di awal-awal penggunaan aplikasi berbasis website bernama Education Management Information System (EMIS) 4.0 itu banyak dikeluhkan oleh operator madrasah, tapi kini sudah tidak lagi. Sebelumnya, operator sampai menilai aplikasi itu merupakan produk gagal Kementerian Agama (Kemenag) karena sering bermasalah dan ngadat.

Saat ini, aplikasi tersebut sudah ada perbaikan. Perlahan-lahan kendala yang sebelumnya dikeluhkan juga mulai teratasi. Mulai dari fitur penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga fitur mutasi sudah dapat diakses dengan normal. Meski begitu, tetap ada fitur yang belum seutuhnya dapat dioperasikan secara optimal. Misalnya fitur kelulusan. Sebab, sering kali dalam fitur tersebut data siswa tidak sinkron dengan jumlah yang sudah dimasukkan.

Istalia, salah satu operator MTs swasta di Kecamatan Balung, mengatakan, beberapa fitur sudah dapat diakses dengan baik. Walaupun kadang-kadang ada beberapa data yang hilang dan harus mengunggah ulang. Namun, kondisinya tidak separah dulu saat aplikasi baru diluncurkan. “Misalnya, di fitur kelulusan jumlah murid saya di kelas ada 25, tapi yang terdata cuma 20. Yang lima ini ke mana?” ucapnya.

Ia memaklumi dengan beberapa hal yang belum berjalan secara maksimal. Istalia juga yakin nantinya semua fitur di EMIS akan berjalan sesuai dengan rancangan. Ia menganggap, kondisi ini adalah masa untuk evaluasi atau berbenah atas kondisi sebelumnya. “Memang semua butuh proses perbaikan. Tapi, mungkin kalau belum beres jangan di-launching dulu,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/