alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Tiga Siswa di Jember Tetap Semangat Sekolah meski Tak Punya Sepatu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Semangat siswa di Jember menyambut hari pertama masuk sekolah, begitu terasa. Jika di SMPN 03 Bangsalsari ada siswa yang tetap masuk meski baru sembuh dari sakit, di SMPN 03 Sukowono ini lain lagi. Sebanyak tiga siswa tetap mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) meski mereka tak mengenakan sepatu. Kondisi ekonomi keluarga membuat ketiganya tak memiliki sepatu baru.

Sebagai gambaran, SMPN 03 Sukowono ini berada di pinggiran Jember. Persisnya berada di Dusun Krajan, Desa Pocangan. Sebuah desa di kawasan perbatasan dengan Bondowoso. Total siswa di sekolah mulai kelas VII hingga IX juga tergolong sedikit. Hanya 30 siswa. Perinciannya kelas VII ada 17 siswa, kelas VIII ada 11 siswa dan kelas IX hanya 7 siswa.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan, Dispendik Jember Awasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekolah ini juga diapit oleh dua lembaga pendidikan lain yang selevel. Yakni, SMP Satu Atap dan MTs Negeri 6 Jember. Sehingga tak banyak wali murid yang menjatuhkan pilihan pendidikan anaknya di sekolah tersebut. Bahkan, untuk mendapatkan 17 siswa pada tahun ajaran baru ini saja, para guru harus door to door ke rumah-rumah warga. “Bahkan, guru sampai mencari siswa ke daerah Tamanan, masuk wilayah Bondowoso,” kata Muhammad Hadi Susanto, Kepala SMPN 03 Sukowono.

Selain mencari calon siswa, guru juga membawa seragam yang diberikan secara langsung kepada siswa yang mau sekolah. Seragam itu diberikan secara cuma-cuma. Makanya, ketika kegiatan MPLS ada tiga siswa yang tak mengenakan sepatu lantaran tidak punya, pihak sekolah tetap mengizinkan mereka masuk dan mengikuti kegiatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Semangat siswa di Jember menyambut hari pertama masuk sekolah, begitu terasa. Jika di SMPN 03 Bangsalsari ada siswa yang tetap masuk meski baru sembuh dari sakit, di SMPN 03 Sukowono ini lain lagi. Sebanyak tiga siswa tetap mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) meski mereka tak mengenakan sepatu. Kondisi ekonomi keluarga membuat ketiganya tak memiliki sepatu baru.

Sebagai gambaran, SMPN 03 Sukowono ini berada di pinggiran Jember. Persisnya berada di Dusun Krajan, Desa Pocangan. Sebuah desa di kawasan perbatasan dengan Bondowoso. Total siswa di sekolah mulai kelas VII hingga IX juga tergolong sedikit. Hanya 30 siswa. Perinciannya kelas VII ada 17 siswa, kelas VIII ada 11 siswa dan kelas IX hanya 7 siswa.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan, Dispendik Jember Awasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Sekolah ini juga diapit oleh dua lembaga pendidikan lain yang selevel. Yakni, SMP Satu Atap dan MTs Negeri 6 Jember. Sehingga tak banyak wali murid yang menjatuhkan pilihan pendidikan anaknya di sekolah tersebut. Bahkan, untuk mendapatkan 17 siswa pada tahun ajaran baru ini saja, para guru harus door to door ke rumah-rumah warga. “Bahkan, guru sampai mencari siswa ke daerah Tamanan, masuk wilayah Bondowoso,” kata Muhammad Hadi Susanto, Kepala SMPN 03 Sukowono.

Selain mencari calon siswa, guru juga membawa seragam yang diberikan secara langsung kepada siswa yang mau sekolah. Seragam itu diberikan secara cuma-cuma. Makanya, ketika kegiatan MPLS ada tiga siswa yang tak mengenakan sepatu lantaran tidak punya, pihak sekolah tetap mengizinkan mereka masuk dan mengikuti kegiatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Semangat siswa di Jember menyambut hari pertama masuk sekolah, begitu terasa. Jika di SMPN 03 Bangsalsari ada siswa yang tetap masuk meski baru sembuh dari sakit, di SMPN 03 Sukowono ini lain lagi. Sebanyak tiga siswa tetap mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) meski mereka tak mengenakan sepatu. Kondisi ekonomi keluarga membuat ketiganya tak memiliki sepatu baru.

Sebagai gambaran, SMPN 03 Sukowono ini berada di pinggiran Jember. Persisnya berada di Dusun Krajan, Desa Pocangan. Sebuah desa di kawasan perbatasan dengan Bondowoso. Total siswa di sekolah mulai kelas VII hingga IX juga tergolong sedikit. Hanya 30 siswa. Perinciannya kelas VII ada 17 siswa, kelas VIII ada 11 siswa dan kelas IX hanya 7 siswa.

BACA JUGA: Cegah Kekerasan, Dispendik Jember Awasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Sekolah ini juga diapit oleh dua lembaga pendidikan lain yang selevel. Yakni, SMP Satu Atap dan MTs Negeri 6 Jember. Sehingga tak banyak wali murid yang menjatuhkan pilihan pendidikan anaknya di sekolah tersebut. Bahkan, untuk mendapatkan 17 siswa pada tahun ajaran baru ini saja, para guru harus door to door ke rumah-rumah warga. “Bahkan, guru sampai mencari siswa ke daerah Tamanan, masuk wilayah Bondowoso,” kata Muhammad Hadi Susanto, Kepala SMPN 03 Sukowono.

Selain mencari calon siswa, guru juga membawa seragam yang diberikan secara langsung kepada siswa yang mau sekolah. Seragam itu diberikan secara cuma-cuma. Makanya, ketika kegiatan MPLS ada tiga siswa yang tak mengenakan sepatu lantaran tidak punya, pihak sekolah tetap mengizinkan mereka masuk dan mengikuti kegiatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/