alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Hari Pertama Masuk Sekolah di Jember, Siswa Enggan Ditinggal Sang Ibunda

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Dua tahun lamanya sekolah-sekolah sepi. Mulai TK sampai SMA, bahkan perguruan tinggi. Ini terjadi karena sektor pendidikan terdampak pembatasan akibat korona. Pada hari pertama masuk sekolah kemarin, tak sedikit siswa di Jember yang tetap ingin ditemani ibundanya.

Suasana itu terlihat di SDN Kepatihan 06, Kecamatan Kaliwates, Jember. Seorang ibu tampak menenangkan putrinya yang baru lulus taman kanak-kanak (TK) dan kali pertama masuk di SD. Anak tersebut tidak mau dilepas sang ibu yang setiap hari menunggui saat di sekolah TK. Nah, kejadian seperti itu juga terjadi di beberapa tempat. Apalagi, Senin kemarin merupakan pertama kali masuk sekolah untuk tahun ajaran 2022-2023. Khususnya untuk TK sampai SMA sederajat.

BACA JUGA: Semangat Ajaran Baru, Siswa di Jember Tetap Masuk meski Baru Sembuh

Mobile_AP_Rectangle 2

Puluhan siswa yang masuk di SDN Kepatihan 06 itu pun banyak yang diantar dan ditunggu oleh sang ibu. Ibu-ibu mengantar putra-putrinya karena sang ayah bekerja. Dari puluhan siswa baru itu, ada beberapa siswa yang tidak mau jauh dari ibunya. Bahkan saat masuk ke ruang kelas, sang ibu harus menunggu hingga bel masuk dibunyikan.

Beberapa siswa terlihat matanya memerah. Menandakan mau menangis saat ibunya berdiri dan keluar ruang kelas. Beberapa ibu pun terlihat menenangkan anaknya agar berani di kelas bersama teman-teman yang lain. Namun demikian, ada pula siswa yang enggan ditinggal oleh ibunya.

“Kalau masih baru sehari atau tiga hari biasanya siswa kelas I ini ingin ditemani orang tuanya di kelas. Tetapi, biasanya setelah tiga hari nanti mereka akan lupa, karena sudah ada temannya yang tanpa ditunggui ibunya,” ujar Ahmad Hasan Husaini, Kepala SDN Kepatihan 06, Kaliwates.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Dua tahun lamanya sekolah-sekolah sepi. Mulai TK sampai SMA, bahkan perguruan tinggi. Ini terjadi karena sektor pendidikan terdampak pembatasan akibat korona. Pada hari pertama masuk sekolah kemarin, tak sedikit siswa di Jember yang tetap ingin ditemani ibundanya.

Suasana itu terlihat di SDN Kepatihan 06, Kecamatan Kaliwates, Jember. Seorang ibu tampak menenangkan putrinya yang baru lulus taman kanak-kanak (TK) dan kali pertama masuk di SD. Anak tersebut tidak mau dilepas sang ibu yang setiap hari menunggui saat di sekolah TK. Nah, kejadian seperti itu juga terjadi di beberapa tempat. Apalagi, Senin kemarin merupakan pertama kali masuk sekolah untuk tahun ajaran 2022-2023. Khususnya untuk TK sampai SMA sederajat.

BACA JUGA: Semangat Ajaran Baru, Siswa di Jember Tetap Masuk meski Baru Sembuh

Puluhan siswa yang masuk di SDN Kepatihan 06 itu pun banyak yang diantar dan ditunggu oleh sang ibu. Ibu-ibu mengantar putra-putrinya karena sang ayah bekerja. Dari puluhan siswa baru itu, ada beberapa siswa yang tidak mau jauh dari ibunya. Bahkan saat masuk ke ruang kelas, sang ibu harus menunggu hingga bel masuk dibunyikan.

Beberapa siswa terlihat matanya memerah. Menandakan mau menangis saat ibunya berdiri dan keluar ruang kelas. Beberapa ibu pun terlihat menenangkan anaknya agar berani di kelas bersama teman-teman yang lain. Namun demikian, ada pula siswa yang enggan ditinggal oleh ibunya.

“Kalau masih baru sehari atau tiga hari biasanya siswa kelas I ini ingin ditemani orang tuanya di kelas. Tetapi, biasanya setelah tiga hari nanti mereka akan lupa, karena sudah ada temannya yang tanpa ditunggui ibunya,” ujar Ahmad Hasan Husaini, Kepala SDN Kepatihan 06, Kaliwates.

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Dua tahun lamanya sekolah-sekolah sepi. Mulai TK sampai SMA, bahkan perguruan tinggi. Ini terjadi karena sektor pendidikan terdampak pembatasan akibat korona. Pada hari pertama masuk sekolah kemarin, tak sedikit siswa di Jember yang tetap ingin ditemani ibundanya.

Suasana itu terlihat di SDN Kepatihan 06, Kecamatan Kaliwates, Jember. Seorang ibu tampak menenangkan putrinya yang baru lulus taman kanak-kanak (TK) dan kali pertama masuk di SD. Anak tersebut tidak mau dilepas sang ibu yang setiap hari menunggui saat di sekolah TK. Nah, kejadian seperti itu juga terjadi di beberapa tempat. Apalagi, Senin kemarin merupakan pertama kali masuk sekolah untuk tahun ajaran 2022-2023. Khususnya untuk TK sampai SMA sederajat.

BACA JUGA: Semangat Ajaran Baru, Siswa di Jember Tetap Masuk meski Baru Sembuh

Puluhan siswa yang masuk di SDN Kepatihan 06 itu pun banyak yang diantar dan ditunggu oleh sang ibu. Ibu-ibu mengantar putra-putrinya karena sang ayah bekerja. Dari puluhan siswa baru itu, ada beberapa siswa yang tidak mau jauh dari ibunya. Bahkan saat masuk ke ruang kelas, sang ibu harus menunggu hingga bel masuk dibunyikan.

Beberapa siswa terlihat matanya memerah. Menandakan mau menangis saat ibunya berdiri dan keluar ruang kelas. Beberapa ibu pun terlihat menenangkan anaknya agar berani di kelas bersama teman-teman yang lain. Namun demikian, ada pula siswa yang enggan ditinggal oleh ibunya.

“Kalau masih baru sehari atau tiga hari biasanya siswa kelas I ini ingin ditemani orang tuanya di kelas. Tetapi, biasanya setelah tiga hari nanti mereka akan lupa, karena sudah ada temannya yang tanpa ditunggui ibunya,” ujar Ahmad Hasan Husaini, Kepala SDN Kepatihan 06, Kaliwates.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/