Unmuh Bina Kelompok Tukang Sampah Sehat

HUMAS UNMUH FOR RADAR JEMBER SEMANGAT: Para tukang sampah usai mendapat pembinaan dari dosen Unmuh Jember.

SUMBERSARI – Berkat ketekunannya membina para tukang sampah agar tetap hidup sehat, Unmuh Jember mendapat dana hibah dari pemerintah. Itu merupakan salah satu bentuk aplikasi catur dharma perguruan tinggi, dalam kegiatan pengabdian masyarakat, baik masyarakat terdidik maupun masyarakat umum.

IKLAN

Menurut Asmudji SKM MKep, Wakil Rektor III Unmuh Jember, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan merujuk pada data dan fakta yang mengarah pada urgensitas dan kebutuhan masyarakat. Di antaranya, melihat kondisi masyarakat kelompok tukang sampah yang membutuhkan sentuhan kepedulian dari berbagai pihak, termasuk kalangan kampus.

Artinya, kata Asmudji, baik dari ranah pengetahuan, sikap, dan psikomotornya dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, patut diperhatikan, meskipun dalam kesehariannya mereka berkecimpung dengan lingkungan yang jauh dari bersih.

Sebagai tukang sampah dengan pekerjaan yang selalu bersentuhan dengan berbagai macam bentuk dan jenis sampah, kata Asmudji, sangat mungkin terjadi kontak antara tukang sampah dengan bibit penyakit yang berada di dalam sampah. “Salah satu bibit penyakit yang memungkinkan dapat tumbuh dan berkembang biak pada diri tukang sampah adalah penyakit cacing,” imbuh Asmudji.

Berawal dari hal itulah, kata dia, dibutuhkan satu perubahan yang dapat memberikan dampak baik bagi para tukang sampah. Di antaranya program  pengabdian masyarakat pada kelompok tukang sampah, sebagai solusi tepat dan cocok untuk mereka.  Dia berhasil memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat kepada beberapa kelompok tukang sampah di wilayah Jember.

Selain itu, pihaknya juga memberikan alat pelindung diri berupa sepatu boots yang kedap air, sarung tangan karet, dan masker, guna meminimalisasi kemungkinan terburuk yang bisa menyerang para pekerja tukang sampah. Pertama kali yang dikerjakan, kata dia, dengan melakukan screening berupa pemeriksaaan telur cacing di area kuku. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb), dan pemberian obat cacing bagi yang positif tubuhnya ada telur cacing.

“Saya sangat berharap dapat menjadi kegiatan rutin, sehingga kesehatan dan kualitas hidup tukang sampah dapat terjaga dengan baik”, tambah Asmudji. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebit, termasuk pihak Kemenristekdikti. (kr/c2/sh)

Reporter :

Fotografer :

Editor :