alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Atasi Ketimpangan Remaja dan Pernikahan Dini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) salah satunya didukung oleh angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Sosial, tercatat 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember pada 2020 lalu. Kedua angka ini merupakan kasus tertinggi di Jawa Timur.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah serta non-governmental organization (NGO) untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Jember. Salah satunya yang sedang diperjuangkan Tanoker Ledokombo dalam program Power to You(th). Sebuah program yang diinisiasi untuk edukasi anak muda sebelum menikah.

Project Manager Power to You(th) Muhammad Rey Dwi Pangestu mengungkapkan bahwa masalah kesehatan di Jember cukup parah jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan tingginya pernikahan anak adalah budaya yang diadopsi serta pergaulan bebas yang mulai berkembang. “Ngomongin soal pernikahan dini itu adalah lingkaran setan. Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya nilai-nilai budaya,” ungkap Rey, Kamis (17/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, Power of You(th) juga akan menitikberatkan untuk kesehatan reproduksi anak-anak. Bagaimana anak-anak dapat menerima wawasan bahwa hamil di usia sebelum 18 tahun adalah hal yang membahayakan untuk kesehatan. “Kebijakan ditingkatkan di kabupaten, desa untuk kami advokasi agar mencegah perkawinan dini,” tambah Rey.

Ini merupakan program jangka panjang yang bakal dilaksanakan selama lima tahun ke depan di Jember dan Bondowoso. Farha Ciciek, founder Tanoker Ledokombo, menjelaskan, nantinya akan ada dua kecamatan dan empat desa yang dipilih untuk menjadi lokasi penerapan program tersebut.

Menurut dia, Power of You(th) merupakan salah satu program yang diinisiasi untuk mengatasi masalah kehamilan anak, isu gender, seksualitas, dan beberapa hal lainnya. Selanjutnya, dari lokakarya ini akan dipilih empat desa dari dua kecamatan yang akan menerapkan program- program tersebut. “Ini bukan masalah tunggal. Data-data dari dinas akan dijadikan acuan untuk menyelesaikan masalah,” kata Ciciek.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) salah satunya didukung oleh angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Sosial, tercatat 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember pada 2020 lalu. Kedua angka ini merupakan kasus tertinggi di Jawa Timur.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah serta non-governmental organization (NGO) untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Jember. Salah satunya yang sedang diperjuangkan Tanoker Ledokombo dalam program Power to You(th). Sebuah program yang diinisiasi untuk edukasi anak muda sebelum menikah.

Project Manager Power to You(th) Muhammad Rey Dwi Pangestu mengungkapkan bahwa masalah kesehatan di Jember cukup parah jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan tingginya pernikahan anak adalah budaya yang diadopsi serta pergaulan bebas yang mulai berkembang. “Ngomongin soal pernikahan dini itu adalah lingkaran setan. Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya nilai-nilai budaya,” ungkap Rey, Kamis (17/6).

Selanjutnya, Power of You(th) juga akan menitikberatkan untuk kesehatan reproduksi anak-anak. Bagaimana anak-anak dapat menerima wawasan bahwa hamil di usia sebelum 18 tahun adalah hal yang membahayakan untuk kesehatan. “Kebijakan ditingkatkan di kabupaten, desa untuk kami advokasi agar mencegah perkawinan dini,” tambah Rey.

Ini merupakan program jangka panjang yang bakal dilaksanakan selama lima tahun ke depan di Jember dan Bondowoso. Farha Ciciek, founder Tanoker Ledokombo, menjelaskan, nantinya akan ada dua kecamatan dan empat desa yang dipilih untuk menjadi lokasi penerapan program tersebut.

Menurut dia, Power of You(th) merupakan salah satu program yang diinisiasi untuk mengatasi masalah kehamilan anak, isu gender, seksualitas, dan beberapa hal lainnya. Selanjutnya, dari lokakarya ini akan dipilih empat desa dari dua kecamatan yang akan menerapkan program- program tersebut. “Ini bukan masalah tunggal. Data-data dari dinas akan dijadikan acuan untuk menyelesaikan masalah,” kata Ciciek.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tingginya kasus angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) salah satunya didukung oleh angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Sosial, tercatat 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember pada 2020 lalu. Kedua angka ini merupakan kasus tertinggi di Jawa Timur.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah serta non-governmental organization (NGO) untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Jember. Salah satunya yang sedang diperjuangkan Tanoker Ledokombo dalam program Power to You(th). Sebuah program yang diinisiasi untuk edukasi anak muda sebelum menikah.

Project Manager Power to You(th) Muhammad Rey Dwi Pangestu mengungkapkan bahwa masalah kesehatan di Jember cukup parah jika dibandingkan dengan kabupaten lain. Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan tingginya pernikahan anak adalah budaya yang diadopsi serta pergaulan bebas yang mulai berkembang. “Ngomongin soal pernikahan dini itu adalah lingkaran setan. Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya nilai-nilai budaya,” ungkap Rey, Kamis (17/6).

Selanjutnya, Power of You(th) juga akan menitikberatkan untuk kesehatan reproduksi anak-anak. Bagaimana anak-anak dapat menerima wawasan bahwa hamil di usia sebelum 18 tahun adalah hal yang membahayakan untuk kesehatan. “Kebijakan ditingkatkan di kabupaten, desa untuk kami advokasi agar mencegah perkawinan dini,” tambah Rey.

Ini merupakan program jangka panjang yang bakal dilaksanakan selama lima tahun ke depan di Jember dan Bondowoso. Farha Ciciek, founder Tanoker Ledokombo, menjelaskan, nantinya akan ada dua kecamatan dan empat desa yang dipilih untuk menjadi lokasi penerapan program tersebut.

Menurut dia, Power of You(th) merupakan salah satu program yang diinisiasi untuk mengatasi masalah kehamilan anak, isu gender, seksualitas, dan beberapa hal lainnya. Selanjutnya, dari lokakarya ini akan dipilih empat desa dari dua kecamatan yang akan menerapkan program- program tersebut. “Ini bukan masalah tunggal. Data-data dari dinas akan dijadikan acuan untuk menyelesaikan masalah,” kata Ciciek.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/