alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Satgas Covid-19 Sekolah Tak Libatkan Siswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah ternyata masih belum melibatkan siswa. Selama ini, satgas hanya melibatkan guru dan tenaga pendidik. Padahal, satgas tak hanya bertugas mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Tapi, juga menertibkan siswa yang tidak taat dengan aturan tersebut. Karena itu, butuh partisipasi siswa agar pengawasan yang dilakukan lebih maksimal.

Demi menunjang kinerja, satgas dilengkapi dengan segala perangkat yang dibutuhkan, serta kemampuan khusus. Seperti thermo gun, dan antisipasi bila ada warga sekolah yang pingsan atau sakit mendadak.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membawahi SMA dan SMK telah mengimbau kepada seluruh sekolah di Jatim agar mengaktifkan Satgas Covid-19 Sekolah. Di dalamnya juga melibatkan siswa sebagai salah satu unsur yang ada pada keanggotaan satgas. Ini agar para siswa lebih mudah dan leluasa untuk memberikan informasi kepada teman sebayanya yang berkaitan dengan prokes yang harus ditaati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan, pihaknya telah mengoordinasikan kepada masing-masing sekolah. Dia meminta agar sekolah melengkapi Satgas Covid-19 sebelum melakukan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan. Sebab, di tingkat SMA, ada beberapa sekolah swasta yang memilih untuk tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka.

“Semua sekolah sudah kami imbau untuk memiliki Satgas Covid-19. Gunanya untuk mengontrol siswa agar tertib prokes. Satgas Covid-19 di sekolah ini juga sudah di-SK oleh kepala sekolah,” kata Mahrus, kemarin (18/5).

Namun, Mahrus tidak menyampaikan sejauh mana keterlibatan siswa dalam kelembagaan satgas. Dia hanya menyebut, siswa menjadi objek yang diawasi. Bukan subjek yang turut serta menyosialisasikan atau mengampanyekan taat prokes.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah ternyata masih belum melibatkan siswa. Selama ini, satgas hanya melibatkan guru dan tenaga pendidik. Padahal, satgas tak hanya bertugas mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Tapi, juga menertibkan siswa yang tidak taat dengan aturan tersebut. Karena itu, butuh partisipasi siswa agar pengawasan yang dilakukan lebih maksimal.

Demi menunjang kinerja, satgas dilengkapi dengan segala perangkat yang dibutuhkan, serta kemampuan khusus. Seperti thermo gun, dan antisipasi bila ada warga sekolah yang pingsan atau sakit mendadak.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membawahi SMA dan SMK telah mengimbau kepada seluruh sekolah di Jatim agar mengaktifkan Satgas Covid-19 Sekolah. Di dalamnya juga melibatkan siswa sebagai salah satu unsur yang ada pada keanggotaan satgas. Ini agar para siswa lebih mudah dan leluasa untuk memberikan informasi kepada teman sebayanya yang berkaitan dengan prokes yang harus ditaati.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan, pihaknya telah mengoordinasikan kepada masing-masing sekolah. Dia meminta agar sekolah melengkapi Satgas Covid-19 sebelum melakukan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan. Sebab, di tingkat SMA, ada beberapa sekolah swasta yang memilih untuk tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka.

“Semua sekolah sudah kami imbau untuk memiliki Satgas Covid-19. Gunanya untuk mengontrol siswa agar tertib prokes. Satgas Covid-19 di sekolah ini juga sudah di-SK oleh kepala sekolah,” kata Mahrus, kemarin (18/5).

Namun, Mahrus tidak menyampaikan sejauh mana keterlibatan siswa dalam kelembagaan satgas. Dia hanya menyebut, siswa menjadi objek yang diawasi. Bukan subjek yang turut serta menyosialisasikan atau mengampanyekan taat prokes.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan Satgas Covid-19 di sekolah ternyata masih belum melibatkan siswa. Selama ini, satgas hanya melibatkan guru dan tenaga pendidik. Padahal, satgas tak hanya bertugas mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) di sekolah. Tapi, juga menertibkan siswa yang tidak taat dengan aturan tersebut. Karena itu, butuh partisipasi siswa agar pengawasan yang dilakukan lebih maksimal.

Demi menunjang kinerja, satgas dilengkapi dengan segala perangkat yang dibutuhkan, serta kemampuan khusus. Seperti thermo gun, dan antisipasi bila ada warga sekolah yang pingsan atau sakit mendadak.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang membawahi SMA dan SMK telah mengimbau kepada seluruh sekolah di Jatim agar mengaktifkan Satgas Covid-19 Sekolah. Di dalamnya juga melibatkan siswa sebagai salah satu unsur yang ada pada keanggotaan satgas. Ini agar para siswa lebih mudah dan leluasa untuk memberikan informasi kepada teman sebayanya yang berkaitan dengan prokes yang harus ditaati.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengungkapkan, pihaknya telah mengoordinasikan kepada masing-masing sekolah. Dia meminta agar sekolah melengkapi Satgas Covid-19 sebelum melakukan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan. Sebab, di tingkat SMA, ada beberapa sekolah swasta yang memilih untuk tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka.

“Semua sekolah sudah kami imbau untuk memiliki Satgas Covid-19. Gunanya untuk mengontrol siswa agar tertib prokes. Satgas Covid-19 di sekolah ini juga sudah di-SK oleh kepala sekolah,” kata Mahrus, kemarin (18/5).

Namun, Mahrus tidak menyampaikan sejauh mana keterlibatan siswa dalam kelembagaan satgas. Dia hanya menyebut, siswa menjadi objek yang diawasi. Bukan subjek yang turut serta menyosialisasikan atau mengampanyekan taat prokes.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/