alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

PPDB SMPN Jalur Zonasi

Pinggiran Kurang, Perkotaan Lebih

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pekan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di sekolah menengah pertama (SMP) negeri telah ditutup pada Kamis (17/3). Di lapangan, masih ada SMP negeri yang kekurangan pagu. Sebaliknya, di pusat kota maupun di pusat kecamatan banyak sekolah yang justru kelebihan pagu calon siswa.

Baca Juga : Peran Guru Tetap Dibutuhkan Tidak Tergantikan Teknologi

Kurangnya pagu calon siswa yang mendaftar di sekolah negeri pinggiran terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, tentu saja banyak orang tua siswa maupun siswa yang memiliki sekolah negeri di perkotaan atau yang dianggap lebih baik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Faktor selanjutnya yakni ada SMP negeri pinggiran yang kalah bersaing dengan sekolah swasta seperti madrasah tsanawiyah (MTs), termasuk MTs yang ada di pondok pesantren. Faktor kedua ini seperti disampaikan Edy Kuntoro, Kepala SMPN 2 Mayang. Minimnya lulusan SD negeri juga memengaruhinya.

Di wilayah Mayang, sekolah swasta dan pondok pesantren juga banyak diminati. Meski demikian, siswa dari sekolah swasta juga banyak yang mendaftarkan diri ke SMP Negeri 2 Mayang. “Di Kecamatan Mayang lulusan SD ada 543 siswa (mereka menyebar, Red),” kata mantan kepala SMPN 3 Silo tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pekan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di sekolah menengah pertama (SMP) negeri telah ditutup pada Kamis (17/3). Di lapangan, masih ada SMP negeri yang kekurangan pagu. Sebaliknya, di pusat kota maupun di pusat kecamatan banyak sekolah yang justru kelebihan pagu calon siswa.

Baca Juga : Peran Guru Tetap Dibutuhkan Tidak Tergantikan Teknologi

Kurangnya pagu calon siswa yang mendaftar di sekolah negeri pinggiran terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, tentu saja banyak orang tua siswa maupun siswa yang memiliki sekolah negeri di perkotaan atau yang dianggap lebih baik.

Faktor selanjutnya yakni ada SMP negeri pinggiran yang kalah bersaing dengan sekolah swasta seperti madrasah tsanawiyah (MTs), termasuk MTs yang ada di pondok pesantren. Faktor kedua ini seperti disampaikan Edy Kuntoro, Kepala SMPN 2 Mayang. Minimnya lulusan SD negeri juga memengaruhinya.

Di wilayah Mayang, sekolah swasta dan pondok pesantren juga banyak diminati. Meski demikian, siswa dari sekolah swasta juga banyak yang mendaftarkan diri ke SMP Negeri 2 Mayang. “Di Kecamatan Mayang lulusan SD ada 543 siswa (mereka menyebar, Red),” kata mantan kepala SMPN 3 Silo tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pekan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di sekolah menengah pertama (SMP) negeri telah ditutup pada Kamis (17/3). Di lapangan, masih ada SMP negeri yang kekurangan pagu. Sebaliknya, di pusat kota maupun di pusat kecamatan banyak sekolah yang justru kelebihan pagu calon siswa.

Baca Juga : Peran Guru Tetap Dibutuhkan Tidak Tergantikan Teknologi

Kurangnya pagu calon siswa yang mendaftar di sekolah negeri pinggiran terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, tentu saja banyak orang tua siswa maupun siswa yang memiliki sekolah negeri di perkotaan atau yang dianggap lebih baik.

Faktor selanjutnya yakni ada SMP negeri pinggiran yang kalah bersaing dengan sekolah swasta seperti madrasah tsanawiyah (MTs), termasuk MTs yang ada di pondok pesantren. Faktor kedua ini seperti disampaikan Edy Kuntoro, Kepala SMPN 2 Mayang. Minimnya lulusan SD negeri juga memengaruhinya.

Di wilayah Mayang, sekolah swasta dan pondok pesantren juga banyak diminati. Meski demikian, siswa dari sekolah swasta juga banyak yang mendaftarkan diri ke SMP Negeri 2 Mayang. “Di Kecamatan Mayang lulusan SD ada 543 siswa (mereka menyebar, Red),” kata mantan kepala SMPN 3 Silo tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/