alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Sembilan Siswa Nyaris Gagal Ikut PTS

Karena Tak Punya Ponsel dan Kuota

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen penilaian tengah semester (PTS) yang diselenggarakan secara daring, seperti aktivitas belajar mengajar biasanya, nyaris membuat Metha Ayunda Eka Putri tak bisa ikut ujian. Sebab, dia tidak memiliki ponsel pribadi. Beruntung, sekolahnya menyediakan fasilitas laboratorium komputer untuk menjadi lokasi ujian PTS.

Ya, siswa kelas VII SMP Negeri 7 Jember ini mengikuti ujian PTS di sekolah, bersama delapan siswa lainnya dari kelas VII, VIII, dan IX. Langkah ini dilakukan agar mereka bisa menjalani ujian dengan optimal. Beragam kondisi menjadi penyebab, mulai dari tidak punya ponsel, tidak punya kuota internet, hingga jaringan yang tidak memadai.

Metha mengungkapkan, dirinya dipanggil oleh sekolah untuk mengerjakan ujian PTS di sekolahnya. “Karena saya tidak punya HP, makanya saya ikut ujian di sekolah,” ujar siswi yang tinggal di Jalan Cempaka, Lingkungan Kedawung, Gebang, ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala SMPN 7 Jember Syaiful Bahri mengungkapkan, pihak sekolah memanggil siswa yang terkendala mengikuti ujian daring dari rumah untuk mengikuti ujian di sekolah. “Di hari pertama, kami lihat respons anak-anak mengikuti ujian PTS. Ada beberapa anak yang lancar, ada pula yang tidak bisa ikut ujian. Jadi, kami suruh mengerjakan di sekolah saja,” kata Syaiful, Kamis (18/3) kemarin.

Pihaknya kerap menerima permohonan lisan dari wali murid untuk melakukan ujian di sekolah. Sebab, banyak orang tua menganggap ujian yang dilaksanakan secara daring tidak efektif. Hal ini bukan hanya lantaran akses yang terbatas, namun juga kondisi siswa yang meremehkan ujian. “Anak sekarang banyak yang mengesampingkan ujian. Mereka tidak disiplin, bangun kesiangan, kadang ada yang tidak bisa dikasih tahu,” imbuh Syaiful.

Di hari pertama ujian PTS, lanjut Syaiful, sekolah telah memantau kendala dan jumlah siswa yang absen mengikuti ujian. Dia mengakui jika jumlah murid yang terkendala mengikuti ujian penilaian tengah semester mencapai 10 persen dari total seluruh siswa. Karena itu, pihaknya akan mengadakan ujian susulan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen penilaian tengah semester (PTS) yang diselenggarakan secara daring, seperti aktivitas belajar mengajar biasanya, nyaris membuat Metha Ayunda Eka Putri tak bisa ikut ujian. Sebab, dia tidak memiliki ponsel pribadi. Beruntung, sekolahnya menyediakan fasilitas laboratorium komputer untuk menjadi lokasi ujian PTS.

Ya, siswa kelas VII SMP Negeri 7 Jember ini mengikuti ujian PTS di sekolah, bersama delapan siswa lainnya dari kelas VII, VIII, dan IX. Langkah ini dilakukan agar mereka bisa menjalani ujian dengan optimal. Beragam kondisi menjadi penyebab, mulai dari tidak punya ponsel, tidak punya kuota internet, hingga jaringan yang tidak memadai.

Metha mengungkapkan, dirinya dipanggil oleh sekolah untuk mengerjakan ujian PTS di sekolahnya. “Karena saya tidak punya HP, makanya saya ikut ujian di sekolah,” ujar siswi yang tinggal di Jalan Cempaka, Lingkungan Kedawung, Gebang, ini.

Kepala SMPN 7 Jember Syaiful Bahri mengungkapkan, pihak sekolah memanggil siswa yang terkendala mengikuti ujian daring dari rumah untuk mengikuti ujian di sekolah. “Di hari pertama, kami lihat respons anak-anak mengikuti ujian PTS. Ada beberapa anak yang lancar, ada pula yang tidak bisa ikut ujian. Jadi, kami suruh mengerjakan di sekolah saja,” kata Syaiful, Kamis (18/3) kemarin.

Pihaknya kerap menerima permohonan lisan dari wali murid untuk melakukan ujian di sekolah. Sebab, banyak orang tua menganggap ujian yang dilaksanakan secara daring tidak efektif. Hal ini bukan hanya lantaran akses yang terbatas, namun juga kondisi siswa yang meremehkan ujian. “Anak sekarang banyak yang mengesampingkan ujian. Mereka tidak disiplin, bangun kesiangan, kadang ada yang tidak bisa dikasih tahu,” imbuh Syaiful.

Di hari pertama ujian PTS, lanjut Syaiful, sekolah telah memantau kendala dan jumlah siswa yang absen mengikuti ujian. Dia mengakui jika jumlah murid yang terkendala mengikuti ujian penilaian tengah semester mencapai 10 persen dari total seluruh siswa. Karena itu, pihaknya akan mengadakan ujian susulan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Momen penilaian tengah semester (PTS) yang diselenggarakan secara daring, seperti aktivitas belajar mengajar biasanya, nyaris membuat Metha Ayunda Eka Putri tak bisa ikut ujian. Sebab, dia tidak memiliki ponsel pribadi. Beruntung, sekolahnya menyediakan fasilitas laboratorium komputer untuk menjadi lokasi ujian PTS.

Ya, siswa kelas VII SMP Negeri 7 Jember ini mengikuti ujian PTS di sekolah, bersama delapan siswa lainnya dari kelas VII, VIII, dan IX. Langkah ini dilakukan agar mereka bisa menjalani ujian dengan optimal. Beragam kondisi menjadi penyebab, mulai dari tidak punya ponsel, tidak punya kuota internet, hingga jaringan yang tidak memadai.

Metha mengungkapkan, dirinya dipanggil oleh sekolah untuk mengerjakan ujian PTS di sekolahnya. “Karena saya tidak punya HP, makanya saya ikut ujian di sekolah,” ujar siswi yang tinggal di Jalan Cempaka, Lingkungan Kedawung, Gebang, ini.

Kepala SMPN 7 Jember Syaiful Bahri mengungkapkan, pihak sekolah memanggil siswa yang terkendala mengikuti ujian daring dari rumah untuk mengikuti ujian di sekolah. “Di hari pertama, kami lihat respons anak-anak mengikuti ujian PTS. Ada beberapa anak yang lancar, ada pula yang tidak bisa ikut ujian. Jadi, kami suruh mengerjakan di sekolah saja,” kata Syaiful, Kamis (18/3) kemarin.

Pihaknya kerap menerima permohonan lisan dari wali murid untuk melakukan ujian di sekolah. Sebab, banyak orang tua menganggap ujian yang dilaksanakan secara daring tidak efektif. Hal ini bukan hanya lantaran akses yang terbatas, namun juga kondisi siswa yang meremehkan ujian. “Anak sekarang banyak yang mengesampingkan ujian. Mereka tidak disiplin, bangun kesiangan, kadang ada yang tidak bisa dikasih tahu,” imbuh Syaiful.

Di hari pertama ujian PTS, lanjut Syaiful, sekolah telah memantau kendala dan jumlah siswa yang absen mengikuti ujian. Dia mengakui jika jumlah murid yang terkendala mengikuti ujian penilaian tengah semester mencapai 10 persen dari total seluruh siswa. Karena itu, pihaknya akan mengadakan ujian susulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/