Lagi, Ruang Kelas Tergenang Seusai Direhab

Akibat Air dari Saluran Penampung Hujan

PADAHAL BARU DIREHAB: Kondisi salah satu ruang kelas SD Negeri Bintoro V. Sekolah tersebut baru selesai direnovasi pada akhir 2019 kemarin, tetapi terdapat kubangan air akibat rembesan di salah satu ruang kelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa tak senang memiliki tempat belajar baru. Tentu hal itu yang sempat dirasakan oleh siswa-siswi di SD Negeri Bintoro V Kecamatan Patrang. Mereka dimanjakan dengan ruang kelas yang asri khas daerah pegunungan, cat tembok yang masih terang, dan ditambah beberapa lantai yang terbuat dari keramik. Hingga saat memasuki kelas, anak-anak di sekolah itu lebih memilih melepas sepatunya. Mereka seolah tidak ingin ruang kelas barunya itu kotor.

IKLAN

Namun, kebanggaan mereka sedikit terganggu saat hujan lebat turun di sekitar daerah sekolah tersebut. Bukan soal kebocoran, namun rembesan air yang mengalir dari pori-pori dinding dan lantai dari beberapa ruang kelas. Akibatnya, anak-anak pun harus merelakan kenyamanan mereka. Beberapa kali ketika hujan terjadi pada malam hari, sebelum masuk kelas dan memulai aktivitas belajar mengajar, mereka harus terlebih dahulu membersihkan genangan air itu.

Mengetahui kondisi tersebut, Purwito, Kepala SD Negeri Bintoro 5, mengaku tidak bisa berbuat banyak. “Dari tiga ruang kelas, ada dua ruangan yang tergenang akibat nyumber dan rembes itu,” katanya, sambil menunjuk beberapa bagian yang rembes. Tiga ruang kelas yang direnovasi itu dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember tahun anggaran 2019. Yang membedakan, dari tiga ruang kelas itu, dua di antaranya beralas keramik. Sementara, satu ruang lainnya menggunakan beralaskan paving plester.

Rembesnya lantai ruang kelas itu, kata Purwito, disebabkan adanya tempat pembuangan air yang berada persis di belakang bangunan. Tempat saluran penampung air itu hanya dibuat pasir kasar yang dilapisi semen. Dengan ketinggian tanah yang mencapai satu meter, wajar jika jalannya air itu rembes hingga masuk ke ruang kelas. “Genangan air itu muncul tiap kali usai turun hujan,” imbuhnya.

Bangunan SD Negeri Bintoro V memang terbilang cukup istimewa. Tiga bangunan berdiri di ketinggian yang berbeda, meski berada pada satu lokasi dan berjejer. Kondisi kelas yang terkena rembesan berada di bagian yang paling bawah, dipisahkan oleh lorong selebar kurang lebih setengah meter dari bangunan kedua yang lokasinya satu meter lebih tinggi. Di lorong inilah terdapat saluran penampungan air hujan, yang menjadi penyebab rembesan di bangunan sampingnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember Selasa Malam kemarin, mengaku baru mengetahui kondisi SD Negeri Bintoro V itu. Dia mengaku akan segera menindaklanjuti. “Nanti kita informasikan ke teman-teman untuk cek lapangan,” tutupnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti