Polije Lakukan Uji Kompetensi

Untuk Mendorong Peningkatan Kualitas Tenaga Kependidikan Instruktur

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Polije menggelar Pelatihan Uji Kompetensi dan Asesmen Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dimulai tanggal 13-20 Oktober 2019.  Pelatihan ini terkait UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 tentang Pendidikan Tinggi, menyebutkan bahwa Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap individu untuk menempuh pendidikan formal, nonformal, dan informal melalui fasilitas pembelajaran sepanjang hayat serta memberikan kesempatan penyetaraan terhadap kualifikasi tertentu.

IKLAN

Pelaksanakan uji kompetensi tersebut diikuti dari sekolah kejuruan se-Jawa Timur. Tercatat kurang lebih diikuti 95 peserta dari sekolah kejuruan se-Jatim. ”Peserta berasal dari berbagai sekolah kejuruan se-jatim. dengan syarat sudah memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun,” ujar Liliek Dwi Soelaksini, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1) Polije kepada Radarjember.id.

Menurut Liliek, pelatihan itu merupakan bentuk kerjasama antara LSP dan program pengembangan pendidikan Polije, melalui penyediaan bantuan pendanaan PEDP Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendididikan Tinggi (Kemenristekdikti). “Kerjasama LSP yaitu PEDP didanai oleh Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB),” ungkapnya.

Dikatakan, ada beberapa skema yang di ujikan pada RTL ini. Empat bidang yaitu Bidang Pertanian, Bidang Pengolahan Hasil Pertanian, Bidang Peternakan Unggas, dan Bidang Teknologi Informasi. Bidang Pengolahan Hasil Pertanian, dia menjelaskan, ada dua skema yg diujikan yaitu mandor dan budidaya buah-buahhan dan kedelai. “Yang diujikan mulai dari persiapan sampai analisa pertanian itu sendiri,” ungkapnya.

Standarisasi sistim uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi dilakukan untuk mendapatkan kualitas proses dan hasil yang diharapkan sesuai dengan persyaratan bukti standar kompetensi, dimanapun, kapanpun, serta siapapun penilai (asesor) yang melaksanakan uji kompetensi tersebut untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Standar kualitas sistim uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi dapat dicapai apabila pelaksana uji kompetensi, dalam hal ini BNSP dan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) memiliki suatu pedoman uji kompetensi, dimana didalam pedoman tersebut berisi uraian praktis mengenai teknis pelaksanaan serta prosedur uji kompetensi yang dilakukan.

Ia juga menegaskan sertifikat uji kompetensi menjadi nilai lebih terkait kompeten oleh pihak terkait. Bahkan, jika sudah diakui kompeten nantinya bisa diusulkan BNSP untuk mendapatkan sertifikat berlogo Garuda. ”Sertifikat bisa digunakan untuk bidang yg terkait dan menjadi nilai tambah bagi pihak yang terkait,” pungkasnya.

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Nurul Azizah

Editor :