Empat Ruang Kelas SD Negeri Rusak

Jumai/Radar Jember SANGAT TAK MEMADAI: Ruang kelas 1 dan 2 SDN Jamintoro 03, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru yang plafonnya hancur. Kayu-kayu penyangga atap juga banyak yang lapuk. Digunakan untuk dua kelas, ruangan ini tak disekat.  

RADARJEMBER.ID – Empat ruang kelas SDN Jamintoro 03, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru rusak parah. Paling parah adalah ruang kelas 1 dan 2 yang dijadikan satu ruangan.

IKLAN

SDN Jamintoro 03 memang hanya memiliki tiga ruang kelas dan 1 ruang kepala sekolah yang jadi satu dengan ruang guru. Dari ruangan itu, ada dua ruang kelas yang ditempati kelas 5 dan 6 yang masih layak ditempati. “Tetapi, itu pun satu ruang kelas dan disekat dengan tripleks, sehingga bisa ditempati kelas 5 dan 6,” ujar Dimyati, Kepala SDN Jamintoro 03.

Sekolah sudah dua kali mengajukan proposal rehab. Pertama melalui UPT pendidikan. Kemudian, pada 2017 sekolah juga mengajukan proposal yang melalui Dapodik. “Tetapi hingga sekarang belum ada rencana untuk mendapatkan rehab dari pemkab, khususnya Dinas Pendidikan Jember,” ujar Dimyati.

Dimyati mengaku waswas dengan kondisi sekolahnya. Apalagi jika musim hujan. Khawatir atap ambrol. “Karena reng sudah banyak yang lapuk sehingga terpaksa diganti dengan reng dari bambu,” ujar Dimyati.

Sementara, total siswa di SDN Jamintoro hanya berjumlah 42 siswa. Itu mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. “Lokasi sekolah memang terpencil dan diapit beberapa sekolah swasta,” kata Dimyati.

Awalnya, memang jumlah siswa yang sekolah cukup banyak. Tetapi setelah ada sekolah swasta, siswa berkurang. “Karena orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah yang lebih dekat,” ujarnya.

Lebih-lebih setelah melihat kondisi SDN Jamintoro. Banyak orang tua yang takut dan waswas. “Apalagi kalau musim hujan sungai dekat sekolah banjir,” ujarnya.

Pihaknya hanya berharap pemerintah melalui Dinas Pendidikan Jember segera turun tangan. Dari semua ruang kelas, yang masih layak hanya ruang kelas 5 dan 6.

Dyah Dwi Ratih Anggraeni, guru kelas 2 kepada radarjember.id mengatakan, kondisi ruang kelas memang sangat tidak nyaman. Apalagi ruang kelas 1 dan 2 yang ruangnya jadi satu. Sudah fisik bangunannya memprihatinkan, kalau pelajaran dimulai saling terganggu. “Lha dua kelas jadi satu tanpa sekat kan jelas tidak nyaman. Tapi, mau bagaimana lagi,” tukasnya.

Reporter & Fotografer: Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :