alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 28 September 2022

Prihatin, Siswa SD Negeri di Jember Empat Tahun Belajar di Teras Warga

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat tahun gedung sekolah rusak, siswa SDN Jamintoro 03, Dusun Tempuran, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Jember, terpaksa belajar di luar ruang kelas. Bahkan, mereka ada yang belajar di teras warung depan sekolah.

Semua siswa mulai kelas satu hingga kelas enam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar kelas. Ada yang di teras rumah warga, garasi, musala wakaf, ruang guru dan depan warung milik warga. Hal ini setelah tiga ruang kelas dan satu ruang guru rusak.

“Saya merasa prihatin melihat 16 siswa itu belajar di luar kelas. Hampir empat tahun belakangan mereka belajar di tempat darurat,” ungkap Muhammad Eksan, Kepala SDN Jamintoro 03, Kamis (18/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Tiga Kelas Belajar di Bekas Kandang Bebek

Namun kini, Eksan berkata, ada secercah harapan anak-anak itu akan kembali belajar di dalam ruang kelas yang layak. Sebab, pihaknya telah mendapat bantuan perbaikan tiga ruang kelas yang selama empat tahun terakhir ini terbengkalai.

“Alhamdulillah, ke depan anak-anak tidak belajar di luar kelas lagi. Nantinya mereka sudah bisa menempati ruang kelas baru,” ujarnya.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN Jamintoro 03 Nurfadilah, mengaku, anak-anak merasa tidak nyaman belajar di tempat darurat itu. Karena mereka duduk bersila di atas lencak. Sebuah meubeler serupa dipan yang terbuat dari bambu. Lencak itu berada di teras warung milik warga. “Kondisi seperti ini memang kurang nyaman,” ucapnya.

Sementara itu, Firda, siswa kelas empat, mengakui hal yang sama. Dia merasa kurang nyaman karena saat belajar harus duduk bersila. Dan jika capek dia memilih selonjoran.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, sebelum belajar di teras rumah, garasi, dan teras warung milik warga, para siswa ini juga pernah belajar di bekas kandang bebek. Belajar di tempat darurat ini dilakukan hampir empat tahun terakhir. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat tahun gedung sekolah rusak, siswa SDN Jamintoro 03, Dusun Tempuran, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Jember, terpaksa belajar di luar ruang kelas. Bahkan, mereka ada yang belajar di teras warung depan sekolah.

Semua siswa mulai kelas satu hingga kelas enam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar kelas. Ada yang di teras rumah warga, garasi, musala wakaf, ruang guru dan depan warung milik warga. Hal ini setelah tiga ruang kelas dan satu ruang guru rusak.

“Saya merasa prihatin melihat 16 siswa itu belajar di luar kelas. Hampir empat tahun belakangan mereka belajar di tempat darurat,” ungkap Muhammad Eksan, Kepala SDN Jamintoro 03, Kamis (18/8).

BACA JUGA: Tiga Kelas Belajar di Bekas Kandang Bebek

Namun kini, Eksan berkata, ada secercah harapan anak-anak itu akan kembali belajar di dalam ruang kelas yang layak. Sebab, pihaknya telah mendapat bantuan perbaikan tiga ruang kelas yang selama empat tahun terakhir ini terbengkalai.

“Alhamdulillah, ke depan anak-anak tidak belajar di luar kelas lagi. Nantinya mereka sudah bisa menempati ruang kelas baru,” ujarnya.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN Jamintoro 03 Nurfadilah, mengaku, anak-anak merasa tidak nyaman belajar di tempat darurat itu. Karena mereka duduk bersila di atas lencak. Sebuah meubeler serupa dipan yang terbuat dari bambu. Lencak itu berada di teras warung milik warga. “Kondisi seperti ini memang kurang nyaman,” ucapnya.

Sementara itu, Firda, siswa kelas empat, mengakui hal yang sama. Dia merasa kurang nyaman karena saat belajar harus duduk bersila. Dan jika capek dia memilih selonjoran.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, sebelum belajar di teras rumah, garasi, dan teras warung milik warga, para siswa ini juga pernah belajar di bekas kandang bebek. Belajar di tempat darurat ini dilakukan hampir empat tahun terakhir. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Empat tahun gedung sekolah rusak, siswa SDN Jamintoro 03, Dusun Tempuran, Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru, Jember, terpaksa belajar di luar ruang kelas. Bahkan, mereka ada yang belajar di teras warung depan sekolah.

Semua siswa mulai kelas satu hingga kelas enam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di luar kelas. Ada yang di teras rumah warga, garasi, musala wakaf, ruang guru dan depan warung milik warga. Hal ini setelah tiga ruang kelas dan satu ruang guru rusak.

“Saya merasa prihatin melihat 16 siswa itu belajar di luar kelas. Hampir empat tahun belakangan mereka belajar di tempat darurat,” ungkap Muhammad Eksan, Kepala SDN Jamintoro 03, Kamis (18/8).

BACA JUGA: Tiga Kelas Belajar di Bekas Kandang Bebek

Namun kini, Eksan berkata, ada secercah harapan anak-anak itu akan kembali belajar di dalam ruang kelas yang layak. Sebab, pihaknya telah mendapat bantuan perbaikan tiga ruang kelas yang selama empat tahun terakhir ini terbengkalai.

“Alhamdulillah, ke depan anak-anak tidak belajar di luar kelas lagi. Nantinya mereka sudah bisa menempati ruang kelas baru,” ujarnya.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN Jamintoro 03 Nurfadilah, mengaku, anak-anak merasa tidak nyaman belajar di tempat darurat itu. Karena mereka duduk bersila di atas lencak. Sebuah meubeler serupa dipan yang terbuat dari bambu. Lencak itu berada di teras warung milik warga. “Kondisi seperti ini memang kurang nyaman,” ucapnya.

Sementara itu, Firda, siswa kelas empat, mengakui hal yang sama. Dia merasa kurang nyaman karena saat belajar harus duduk bersila. Dan jika capek dia memilih selonjoran.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, sebelum belajar di teras rumah, garasi, dan teras warung milik warga, para siswa ini juga pernah belajar di bekas kandang bebek. Belajar di tempat darurat ini dilakukan hampir empat tahun terakhir. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/