alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Pelaksanaan PTM di Jember Belum Ada Hilalnya

Bergantung Izin Pemda dan Wali Murid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau bagi daerah yang status PPKM-nya berada di level 3 untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Namun, sejauh ini para pemangku kepentingan bidang pendidikan di Jember untuk jenjang TK hingga SMA belum berani mengambil keputusan apakah akan melangsungkan PTM atau tidak. Walaupun saat ini status PPKM Jember berada di level 3.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Selain itu, bakal melihat kondisi sekolah apakah memungkinkan melakukan PTM atau tidak. Sebab, situasinya beberapa SMA masih mengkhawatirkan jika melakukan PTM. “Izin wali murid tetap menjadi prioritas dalam melakukan PTM. Kalau wali murid tidak mengizinkan, walaupun pusat mengizinkan, ya, sekolah tidak berani,” Beber Mahrus.

Jika PTM jadi dilaksanakan dengan status PPKM level 3, maka teknisnya tak jauh berbeda dengan mekanisme PTM terbatas yang telah disusun oleh pemerintah sebelumnya. Yakni, waktu pembelajaran dibatasi selama dua jam dan jumlah siswa yang masuk juga harus dibatasi. Selain itu, dalam pelaksanaannya juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti mengenakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mahrus mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, rencananya Dispendik Jatim bakal melakukan sosialisasi mengenai skema pembelajaran tatap muka yang boleh dilakukan. Kendati nantinya skema itu diterbitkan, perizinan dari pemerintah daerah dan wali murid tetap menjadi pertimbangan utama. Oleh karenanya, skema pembelajaran yang diterbitkan Dispendik Jatim itu tidak bisa menjadi jaminan PTM dapat dilangsungkan. “Karena proses perizinan itu tetap ada,” imbuhnya.

Di tingkat kabupaten juga sama. Hingga saat ini, Dispendik Jember belum memutuskan atau memberi ancang-ancang untuk melakukan PTM. Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, sejauh ini belum ada rencana untuk menggelar PTM. Musababnya, Satgas Covid-19 Kabupaten masih mempertimbangkan bahwa situasi dan kondisi masih berisiko tinggi untuk PTM.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau bagi daerah yang status PPKM-nya berada di level 3 untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Namun, sejauh ini para pemangku kepentingan bidang pendidikan di Jember untuk jenjang TK hingga SMA belum berani mengambil keputusan apakah akan melangsungkan PTM atau tidak. Walaupun saat ini status PPKM Jember berada di level 3.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Selain itu, bakal melihat kondisi sekolah apakah memungkinkan melakukan PTM atau tidak. Sebab, situasinya beberapa SMA masih mengkhawatirkan jika melakukan PTM. “Izin wali murid tetap menjadi prioritas dalam melakukan PTM. Kalau wali murid tidak mengizinkan, walaupun pusat mengizinkan, ya, sekolah tidak berani,” Beber Mahrus.

Jika PTM jadi dilaksanakan dengan status PPKM level 3, maka teknisnya tak jauh berbeda dengan mekanisme PTM terbatas yang telah disusun oleh pemerintah sebelumnya. Yakni, waktu pembelajaran dibatasi selama dua jam dan jumlah siswa yang masuk juga harus dibatasi. Selain itu, dalam pelaksanaannya juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti mengenakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Mahrus mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, rencananya Dispendik Jatim bakal melakukan sosialisasi mengenai skema pembelajaran tatap muka yang boleh dilakukan. Kendati nantinya skema itu diterbitkan, perizinan dari pemerintah daerah dan wali murid tetap menjadi pertimbangan utama. Oleh karenanya, skema pembelajaran yang diterbitkan Dispendik Jatim itu tidak bisa menjadi jaminan PTM dapat dilangsungkan. “Karena proses perizinan itu tetap ada,” imbuhnya.

Di tingkat kabupaten juga sama. Hingga saat ini, Dispendik Jember belum memutuskan atau memberi ancang-ancang untuk melakukan PTM. Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, sejauh ini belum ada rencana untuk menggelar PTM. Musababnya, Satgas Covid-19 Kabupaten masih mempertimbangkan bahwa situasi dan kondisi masih berisiko tinggi untuk PTM.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya pemerintah pusat telah memberikan lampu hijau bagi daerah yang status PPKM-nya berada di level 3 untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Namun, sejauh ini para pemangku kepentingan bidang pendidikan di Jember untuk jenjang TK hingga SMA belum berani mengambil keputusan apakah akan melangsungkan PTM atau tidak. Walaupun saat ini status PPKM Jember berada di level 3.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Jember Mahrus Syamsul mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Selain itu, bakal melihat kondisi sekolah apakah memungkinkan melakukan PTM atau tidak. Sebab, situasinya beberapa SMA masih mengkhawatirkan jika melakukan PTM. “Izin wali murid tetap menjadi prioritas dalam melakukan PTM. Kalau wali murid tidak mengizinkan, walaupun pusat mengizinkan, ya, sekolah tidak berani,” Beber Mahrus.

Jika PTM jadi dilaksanakan dengan status PPKM level 3, maka teknisnya tak jauh berbeda dengan mekanisme PTM terbatas yang telah disusun oleh pemerintah sebelumnya. Yakni, waktu pembelajaran dibatasi selama dua jam dan jumlah siswa yang masuk juga harus dibatasi. Selain itu, dalam pelaksanaannya juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti mengenakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Mahrus mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, rencananya Dispendik Jatim bakal melakukan sosialisasi mengenai skema pembelajaran tatap muka yang boleh dilakukan. Kendati nantinya skema itu diterbitkan, perizinan dari pemerintah daerah dan wali murid tetap menjadi pertimbangan utama. Oleh karenanya, skema pembelajaran yang diterbitkan Dispendik Jatim itu tidak bisa menjadi jaminan PTM dapat dilangsungkan. “Karena proses perizinan itu tetap ada,” imbuhnya.

Di tingkat kabupaten juga sama. Hingga saat ini, Dispendik Jember belum memutuskan atau memberi ancang-ancang untuk melakukan PTM. Kepala Bidang SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengungkapkan, sejauh ini belum ada rencana untuk menggelar PTM. Musababnya, Satgas Covid-19 Kabupaten masih mempertimbangkan bahwa situasi dan kondisi masih berisiko tinggi untuk PTM.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/