Terkait Pendirian SMP Islam STDI Asparagus Jember Tempuh Jalur Hukum

Asparagus for Radar Jember GELAR DISKUSI: Sejumlah anggota Aspirasi Lora dan Gus (Asparagus) Jember saat berkumpul membahas pembangunan sekolah yang banyak diprotes warga.

KALIWATES – Sejumlah pihak sudah sempat mencoba untuk melakukan cara damai dan diskusi untuk penyelesaian pembangunan sekolah SMP Islam STDI yang banyak diprotes warga sekitar. Namun, sejauh ini sepertinya masih menemui jalan buntu. Oleh karena itulah, sejumlah pihak pun menempuh alternatif terakhir, yakni melalui jalur hukum.

IKLAN

Ini dilakukan oleh Aspirasi Lora dan Gus (Asparagus) Jember. Mereka akan mengambil langkah hukum terkait persoalan pendirian madrasah di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Jember. Meskipun mereka juga sebenarnya terus melakukan proses tabayun atau klarifikasi ke semua pihak.

“Ini merupakan hasil kesepakatan yang diambil dalam rapat yang digelar Asparagus Jember di Pondok Pesantren Asthra (Ash Siddiqi Putera), senin malam kemarin (16/7). Terkait pembangunan STDI di Gladak Pakem, informasi dari Gus Firjoun sudah dilakukan langkah hukum oleh tim advokasinya (LBH NU),” ucap Penasehat hukum Asparagus Jember sekaligus perwakilan dari Persada Agung, Ustaz Anwar, kemarin.

Dia mengatakan, berdasarkan pembahasan yang dilakukan Asaparagus Jember, materi laporan yang disampaikan adalah dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan STDI saat proses pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). “Warga selama ini tidak pernah setuju dengan pembangunan itu,” jelas Anwar.

Dirinya menjelaskan, tanda tangan warga saat pembagian sembako, diklaim dan dipakai untuk pengurusan IMB. Inilah yang kemudian diajukan kepada pemerintah dan digunakan dalih yang kemudian menganggap warga setuju atas pendirian madrasah tersebut. Oleh karena itu, pihaknya melaporkan ini ke jalur hukum.

Usai dilakukan rapat kemarin, direncanakan ada pertemuan di kediaman Gus Hamid Hasbullah. “Rencananya, menindaklanjuti langkah-langkah yang sudah dilaksanakan,” ujar Anwar. Nantinya, langkah-langkah yang sudah ditempuh baik di polisi melalui laporan pidana.

Jika informasi itu benar, maka bisa dimintakan fotokopi untuk pelaporannya. “Jadi, sebaiknya teman-teman Asparagus itu bisa meminta fotokopinya dari LBH NU, supaya kami punya data valid,” jelasnya.

Kemudian terkait gugatan PN dan PTUN, katanya, juga bisa dimintakan nomor register perkara. Sehingga, bisa digunakan untuk memantau tahapan-tahapan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jember. “Kapan sidangnya, proses-proses (hukum) berjalan seperti apa, dan sebagainya,” terangnya.

Dengan demikian, pihaknya pun bisa menyiapkan segala sesuatu terkait dengan proses persidangan yang terjadi. Harapannya, seluruh proses persidangan ini bisa terus dipantau. Sebab, pembangunan ini sudah dianggap meresahkan oleh warga sekitar.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya kini memang terus melakukan langkah terkait dengan masuknya laporan persoalan STDI ini. “Tetapi saat ini masih dalam proses penyidikan, dan sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi,” terang Kusworo.

Rencananya, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara, yang hasilnya nanti akan disampaikan kepada pelapor. Dengan demikian, akan ada kepastian untuk pihak pelapor dan terlapor. (ram/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :