alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Pengunjung Sepi, E-Book Belum Maksimal

Mobile_AP_Rectangle 1

Meski target pembaca bukan hanya pelajar dan mahasiswa, jumlah pembaca yang masih ratusan tersebut belum mendongkrak minat baca warga Jember. Lalu apa solusinya? Neni menuturkan bahwa sebelumnya, pihaknya sudah berupaya dengan menyebarluaskan buku digital itu melalui pesan-pesan di media sosial. “Seharusnya mendatangi target. Entah itu masyarakat ataupun sekolah. Namun, terhalang karena pandemi,” lanjutnya.

Karena itu, Neni menuturkan bahwa pihaknya bakal memanfaatkan momen pergantian pemimpin daerah ini untuk mendongkrak minat baca masyarakat Jember. “Beruntung, ada kucuran dana APBD,” terangnya. Dengan begitu, beberapa hal bakal digenjot. Mulai dari perbaikan tempat, penambahan buku, hingga penambahan bahan baca e-book serta memasifkan langkah sosialisasi dan pelatihan para pustakawan.

Lebih lanjut, Levina menerangkan bahwa pihaknya mengeluhkan minimnya ketersediaan bahan baca berupa buku fisik di Perpusda Jember. “Sedangkan saya bukan tipe pembaca yang telaten jika membaca buku digital karena sering terganggu jika ada notifikasi lain,” lanjutnya. Karena itu, dia menegaskan bahwa perpusda perlu menambah inventaris buku baru untuk mendongkrak minat baca sekaligus melestarikan buku untuk memfasilitasi sebagian pembaca yang kesulitan membaca buku digital.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengunjung E-Book Perpusda

  • Berdasarkan jenis kelamin
  • 352 laki-laki
  • 244 perempuan
  • 14 tidak diketahui
  • Berdasarkan pekerjaan
  • 280 TNI/Polri
  • 106 Honorer
  • 87 Mahasiswa
  • 50 Pekerja Swasta
  • 23 Pelajar
  • 17 PNS
  • 12 Ibu Rumah Tangga
  • 20 Tidak Diketahui
  • Berdasarkan Usia
  • 245 50-59 Tahun
  • 161 30-39 Tahun
  • 118 20-29 Tahun
  • 45 10-19 Tahun
  • 21 40-49 Tahun
  • 4 0-9 Tahun
  • 14 Tidak Diketahui

Keterangan: Data selama 5 November 2018 – 17 Mei 2021

 

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Meski target pembaca bukan hanya pelajar dan mahasiswa, jumlah pembaca yang masih ratusan tersebut belum mendongkrak minat baca warga Jember. Lalu apa solusinya? Neni menuturkan bahwa sebelumnya, pihaknya sudah berupaya dengan menyebarluaskan buku digital itu melalui pesan-pesan di media sosial. “Seharusnya mendatangi target. Entah itu masyarakat ataupun sekolah. Namun, terhalang karena pandemi,” lanjutnya.

Karena itu, Neni menuturkan bahwa pihaknya bakal memanfaatkan momen pergantian pemimpin daerah ini untuk mendongkrak minat baca masyarakat Jember. “Beruntung, ada kucuran dana APBD,” terangnya. Dengan begitu, beberapa hal bakal digenjot. Mulai dari perbaikan tempat, penambahan buku, hingga penambahan bahan baca e-book serta memasifkan langkah sosialisasi dan pelatihan para pustakawan.

Lebih lanjut, Levina menerangkan bahwa pihaknya mengeluhkan minimnya ketersediaan bahan baca berupa buku fisik di Perpusda Jember. “Sedangkan saya bukan tipe pembaca yang telaten jika membaca buku digital karena sering terganggu jika ada notifikasi lain,” lanjutnya. Karena itu, dia menegaskan bahwa perpusda perlu menambah inventaris buku baru untuk mendongkrak minat baca sekaligus melestarikan buku untuk memfasilitasi sebagian pembaca yang kesulitan membaca buku digital.

Pengunjung E-Book Perpusda

  • Berdasarkan jenis kelamin
  • 352 laki-laki
  • 244 perempuan
  • 14 tidak diketahui
  • Berdasarkan pekerjaan
  • 280 TNI/Polri
  • 106 Honorer
  • 87 Mahasiswa
  • 50 Pekerja Swasta
  • 23 Pelajar
  • 17 PNS
  • 12 Ibu Rumah Tangga
  • 20 Tidak Diketahui
  • Berdasarkan Usia
  • 245 50-59 Tahun
  • 161 30-39 Tahun
  • 118 20-29 Tahun
  • 45 10-19 Tahun
  • 21 40-49 Tahun
  • 4 0-9 Tahun
  • 14 Tidak Diketahui

Keterangan: Data selama 5 November 2018 – 17 Mei 2021

 

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Meski target pembaca bukan hanya pelajar dan mahasiswa, jumlah pembaca yang masih ratusan tersebut belum mendongkrak minat baca warga Jember. Lalu apa solusinya? Neni menuturkan bahwa sebelumnya, pihaknya sudah berupaya dengan menyebarluaskan buku digital itu melalui pesan-pesan di media sosial. “Seharusnya mendatangi target. Entah itu masyarakat ataupun sekolah. Namun, terhalang karena pandemi,” lanjutnya.

Karena itu, Neni menuturkan bahwa pihaknya bakal memanfaatkan momen pergantian pemimpin daerah ini untuk mendongkrak minat baca masyarakat Jember. “Beruntung, ada kucuran dana APBD,” terangnya. Dengan begitu, beberapa hal bakal digenjot. Mulai dari perbaikan tempat, penambahan buku, hingga penambahan bahan baca e-book serta memasifkan langkah sosialisasi dan pelatihan para pustakawan.

Lebih lanjut, Levina menerangkan bahwa pihaknya mengeluhkan minimnya ketersediaan bahan baca berupa buku fisik di Perpusda Jember. “Sedangkan saya bukan tipe pembaca yang telaten jika membaca buku digital karena sering terganggu jika ada notifikasi lain,” lanjutnya. Karena itu, dia menegaskan bahwa perpusda perlu menambah inventaris buku baru untuk mendongkrak minat baca sekaligus melestarikan buku untuk memfasilitasi sebagian pembaca yang kesulitan membaca buku digital.

Pengunjung E-Book Perpusda

  • Berdasarkan jenis kelamin
  • 352 laki-laki
  • 244 perempuan
  • 14 tidak diketahui
  • Berdasarkan pekerjaan
  • 280 TNI/Polri
  • 106 Honorer
  • 87 Mahasiswa
  • 50 Pekerja Swasta
  • 23 Pelajar
  • 17 PNS
  • 12 Ibu Rumah Tangga
  • 20 Tidak Diketahui
  • Berdasarkan Usia
  • 245 50-59 Tahun
  • 161 30-39 Tahun
  • 118 20-29 Tahun
  • 45 10-19 Tahun
  • 21 40-49 Tahun
  • 4 0-9 Tahun
  • 14 Tidak Diketahui

Keterangan: Data selama 5 November 2018 – 17 Mei 2021

 

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/