Prestasi Ditambah, Zonasi Dikurangi

Siswa di Perdesaan Dipastikan Berpeluang Sama

SIAP-SIAP: Suasana kegiatan belajar mengajar peserta didik di salah satu sekolah. Tahun ini sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) lagi-lagi bakal mengalami perubahan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021 mendatang memang mengalami perubahan mendasar jika dibandingkan dengan PPDB tahun sebelumnya. Perbedaan itu terdapat dari kuota penerimaan.

IKLAN

Pada tahun sebelumnya, PPDB diprioritaskan pada jalur zonasi yang mencapai 90 persen. Namun pada PPDB kali ini, kuota zonasi cukup disediakan 50 persen. Sementara, sisanya 30 persen untuk jalur prestasi, 15 persen jalur afirmasi, dan 5 persen untuk jalur perpindahan orang tua.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, dalam regulasi PPDB 2020 memang terdapat perubahan mendasar pada kuota penerimaan. Ada yang dikurangi, ada pula yang ditambah.

“Dulu zonasi 90 persen, prestasi hanya 5 persen. Sekarang zonasi jadi 50 persen dan prestasi menjadi 30 persen. Dan lagi yang baru jalur afirmasi (jalur khusus dari keluarga calon siswa yang perekomiannya kurang mampu, Red),” terang Edy.

Perubahan regulasi itu berdasarkan pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yang digantikan dengan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019, yang mengatur terkait kuota penerimaan siswa SD dan SMP. Sekaligus menjadi amanah dari SE Kemendikbud pada 24 Maret lalu, yang meminta sekolah agar menyiapkan mekanisme PPDB dengan mengoptimalkan jalur prestasi yang pelaksanaannya menyesuaikan dengan anjuran protokol kesehatan.

Dengan pengurangan kuota zonasi itu, otomatis calon siswa yang berlokasi jauh dari sekolah negeri memiliki kesempatan sama untuk bisa masuk sekolah negeri, tanpa ada perasaan khawatir tertolak lebih dulu.

Edy menilai, meskipun kuota zonasi masih terbilang cukup gemuk, namun hal itu dianggapnya lumrah. Sebab, sebagai masyarakat yang paling dekat dengan sekolah negeri, tentu porsi penerimaannya dibesarkan. Selain tanpa harus menutup peluang siswa yang jauh dari sekolah. Jika dibuat perbandingan, tak lebih dari 2:1. “Itu bisa dimanfaatkan, adik-adik di desa yang jauh dari jangkauan sekolah negeri, mereka tetap berpeluang sama,” jelasnya.

Meskipun demikian, PPDB yang sedianya terjadwal pada Juni mendatang itu saat ini belum ada kasak-kusuk atau edaran lanjutan. Edy meyakinkan, jika segala mekanisme, juklis, dan semacamnya tengah dipersiapkan. “Nanti pada Juni, insyaallah mulai kita laksanakan,” tandasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti