Catat, Pendaftaran SBMPN Politeknik Negeri Dimulai 19 Mei

Pakai Nilai Rapor, Tak Ada Tes Tulis

SISTEM BARU: Kini Politeknik Negeri memutuskan mengubah nama jalur tesnya menjadi SBMPN dan memakai nilai rapor dari semester 1-6. Pendaftaran dimulai besok Selasa 19 Mei.

TEGALBOTO.RADARJEMBER.ID – Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) di Politeknik Negeri Jember (Polije) tahun ini dilakukan tanpa tes tulis, hanya memakai nilai rapor. Hal itu juga berlaku untuk masuk ke seluruh 43 Politeknik Negeri se Indonesia. Pendaftaran SBMPN khusus ke Politeknik Negeri juga dimulai besok 19 Mei hingga 25 Juni mendatang.

IKLAN

Kepala Unit Humas dan Kerjasama Polije Mahsus Nurmanto mengatakan, berkaitan dengan Covid-19 maka untuk SBMPN khusus Politeknik Negeri tersebut diubah sistem masuknya. Dari awalnya ada ujian tulis, diganti memakai nilai rapor semester 1-6. “SBMPN secara tegas seleksi masuknya memakai indikator nilai rapor dan prestasi akademik dan non-akademik. Sehingga sekarang calon mahasiswa atau siswa yang baru lulus tidak bingung lagi,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk masuk kampus negeri di Indonesia itu dibedakan menjadi dua jalur. Ada yang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan ada juga Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN).
Untuk SBMPTN metode apa seleksi masuknya hingga kini belum tahu apakah tetap pakai ujian tulis atau rapor seperti SBMPN. Sementara untuk nama website pendaftarannya juga berbeda pula. Untuk Polije dan Politeknik Negeri seluruh Indonesia itu daftarnya lewat SBMPN. “Klik saja website sbmpn.politeknik.or.id,” jelasnya.

Menurut Mahsus, pendaftarannya dimulai besok Selasa 19 Mei hingga 25 Juni. Sementara pengumuman pada 4 Juli. Persyaratannya juga mudah. Yaitu lulusan SMA, SMK, MA serta paket C semua jurusan. Mulai lulusan 2018, 2019, dan 2020. Usia maksimal 21 tahun per tanggal 19 Mei. Selain itu salah satu persyaratannya harus belum diterima jalur penerimaan SNMPN pada tahun 2020.

Selain rapor juga mempertimbangkan prestasi akademik, seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), cerdas cermat, LKTS dan lain-lain, serta non-akademik, semisal olahraga seni, dan MTQ. Dia juga mengimbau untuk siswa kelas 12 juga berhati-hati dengan dua istilah SBMPN dan SBMPTN. “Jika ingin punya skill yang tinggi untuk bersaing era 4.0, politeknik solusinya,” pungkasnya. (kl)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih