alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Banyak Ketimpangan Jumlah Guru

Usulkan Formasi Guru PAI Masuk PPPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memunculkan wacana tidak memasukkan formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) oleh Kemendikbud. Hal ini menimbulkan banyak respons dari berbagai pihak, Salah satunya dari Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Jember.

Ketua AGPAI Jember Zainul Hadi mengungkapkan, setidaknya terdapat lebih dari 500 guru tidak tetap (GTT) PAI yang akan diusulkan untuk mengikuti PPPK. Menurutnya, dengan mengikuti PPPK, status dan kesejahteraan guru PAI akan lebih baik.

“Kami mengusulkan guru GTT menjadi PPPK karena kuota tidak ada. Karena pengusulannya Maret ini, sehingga kami minta pada bupati untuk mengusulkan GTT ikut PPPK,” ungkap Zainul Hadi, Rabu (17/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk mengatasi hal ini, bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariyono menginstruksikan kepada AGPAI untuk melakukan pendataan GTT yang akan diusulkan mengikuti PPPK. Nantinya, data tersebut akan disinkronkan dengan data guru pada dapodik, untuk selanjutnya akan diajukan mengikuti PPPK. “Hari ini rampungkan pendataan guru PAI GTT, nanti kami sampaikan ke bupati untuk diikutkan PPPK,” ungkap Bambang ketika audiensi berlangsung, kemarin (17/3).

Sebelumnya, sejak 2020 Jember sudah absen untuk mengajukan guru PAI menjadi PNS. Musababnya, saat itu Jember tidak mengadakan seleksi CPNS. Imbasnya, banyak guru PAI di Kabupaten Jember mengikuti seleksi PNS guru PAI di kabupaten lain.

Dari seleksi PNS yang diikuti di luar kabupaten tersebut, banyak yang dinyatakan lulus. Karena itu, banyak ketimpangan penempatan guru PAI yang amburadul. Beberapa sekolah mengalami kekosongan guru PAI, sebagian sekolah mengalami kelebihan guru PAI. Artinya, dalam satu sekolah terdapat dua guru PAI yang mengajar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memunculkan wacana tidak memasukkan formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) oleh Kemendikbud. Hal ini menimbulkan banyak respons dari berbagai pihak, Salah satunya dari Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Jember.

Ketua AGPAI Jember Zainul Hadi mengungkapkan, setidaknya terdapat lebih dari 500 guru tidak tetap (GTT) PAI yang akan diusulkan untuk mengikuti PPPK. Menurutnya, dengan mengikuti PPPK, status dan kesejahteraan guru PAI akan lebih baik.

“Kami mengusulkan guru GTT menjadi PPPK karena kuota tidak ada. Karena pengusulannya Maret ini, sehingga kami minta pada bupati untuk mengusulkan GTT ikut PPPK,” ungkap Zainul Hadi, Rabu (17/3).

Untuk mengatasi hal ini, bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariyono menginstruksikan kepada AGPAI untuk melakukan pendataan GTT yang akan diusulkan mengikuti PPPK. Nantinya, data tersebut akan disinkronkan dengan data guru pada dapodik, untuk selanjutnya akan diajukan mengikuti PPPK. “Hari ini rampungkan pendataan guru PAI GTT, nanti kami sampaikan ke bupati untuk diikutkan PPPK,” ungkap Bambang ketika audiensi berlangsung, kemarin (17/3).

Sebelumnya, sejak 2020 Jember sudah absen untuk mengajukan guru PAI menjadi PNS. Musababnya, saat itu Jember tidak mengadakan seleksi CPNS. Imbasnya, banyak guru PAI di Kabupaten Jember mengikuti seleksi PNS guru PAI di kabupaten lain.

Dari seleksi PNS yang diikuti di luar kabupaten tersebut, banyak yang dinyatakan lulus. Karena itu, banyak ketimpangan penempatan guru PAI yang amburadul. Beberapa sekolah mengalami kekosongan guru PAI, sebagian sekolah mengalami kelebihan guru PAI. Artinya, dalam satu sekolah terdapat dua guru PAI yang mengajar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memunculkan wacana tidak memasukkan formasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) oleh Kemendikbud. Hal ini menimbulkan banyak respons dari berbagai pihak, Salah satunya dari Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Jember.

Ketua AGPAI Jember Zainul Hadi mengungkapkan, setidaknya terdapat lebih dari 500 guru tidak tetap (GTT) PAI yang akan diusulkan untuk mengikuti PPPK. Menurutnya, dengan mengikuti PPPK, status dan kesejahteraan guru PAI akan lebih baik.

“Kami mengusulkan guru GTT menjadi PPPK karena kuota tidak ada. Karena pengusulannya Maret ini, sehingga kami minta pada bupati untuk mengusulkan GTT ikut PPPK,” ungkap Zainul Hadi, Rabu (17/3).

Untuk mengatasi hal ini, bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Bambang Hariyono menginstruksikan kepada AGPAI untuk melakukan pendataan GTT yang akan diusulkan mengikuti PPPK. Nantinya, data tersebut akan disinkronkan dengan data guru pada dapodik, untuk selanjutnya akan diajukan mengikuti PPPK. “Hari ini rampungkan pendataan guru PAI GTT, nanti kami sampaikan ke bupati untuk diikutkan PPPK,” ungkap Bambang ketika audiensi berlangsung, kemarin (17/3).

Sebelumnya, sejak 2020 Jember sudah absen untuk mengajukan guru PAI menjadi PNS. Musababnya, saat itu Jember tidak mengadakan seleksi CPNS. Imbasnya, banyak guru PAI di Kabupaten Jember mengikuti seleksi PNS guru PAI di kabupaten lain.

Dari seleksi PNS yang diikuti di luar kabupaten tersebut, banyak yang dinyatakan lulus. Karena itu, banyak ketimpangan penempatan guru PAI yang amburadul. Beberapa sekolah mengalami kekosongan guru PAI, sebagian sekolah mengalami kelebihan guru PAI. Artinya, dalam satu sekolah terdapat dua guru PAI yang mengajar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/